Apotek INDICA
Home Katalog My account Keranjang Belanja

Obat

Obat ialah suatu bahan atau paduan bahan-bahan yang dimaksudkan untuk digunakan dalam menetapkan diagnosis, mencegah, mengurangkan, menghilangkan, menyembuhkan penyakit atau gejala penyakit, luka atau kelainan badaniah dan
rohaniah pada manusia atau hewan dan untuk memperelok atau memperindah badan atau bagian badan manusia termasuk obat tradisional.

 

Pages:   1 2 3 4 5 6 7    Range:
Sort by:    Product     Harga Per Satuan Terkecil     Default    

KALIUM DIKLOFENAK 50 MG

Harga Per Satuan Terkecil : Rp1,000.00

KALIUM DIKLOFENAK 50 MG




FARMAKOLOGI :


Kalium diklofenak mempunyai sifat analgesik dan anti-inflamasi kuat. Mekanisme kerja yang utama adalah melalui penghambatan pada biosintesis prostaglandin.  Pada keadaan inflamasi  seperti trauma setelah operasi, kalium diklofenak meringankan nyeri spontan dan nyeri pada pergerakan, serta menghilangkan pembengkakan dan luka dengan edema. Kalium diklofenak diserap secara lengkap dan kadarnya dalam plasma menunjukkan hubungan yang linear dengan besarnya dosis. Kira-kira setengah dari senyawa aktifnya dimetabolisme pada lintasan pertama melalui hati. Sebanyak 99% diklofenak terikat pada protein serum. Waktu paruh akhir dalam plasma adalah 1-2 jam. Obat ini dimetabolisme hampir lengkap di hati dan kurang dari 1% diekskresi melalui urin sebagai senyawa asal.
 


INDIKASI :


Pengobatan jangka pendek pada keadaan :
    * Rasa sakit pada peradangan pasca traumatik, misalnya akibat keseleo.
    * Peradangan dan nyeri setelah operasi, misalnya setelah bedah mulut atau ortopedik.
    * Sebagai obat tambahan pada nyeri akibat peradangan telinga, hidung, tenggorokan, misalnya pada faringotonsilitis, otitis.
    * Sesuai dengan prinsip pengobatan umum, penyakitnya sendiri harus diobati dengan terapi dasar. Demam sendiri bukan suatu indikasi.

 
KONTRA INDIKASI :


Penderita tukak lambung, penderita yang mempunyai hipersensitivitas terhadap bahan aktif dari obat. Penderita yang terkena serangan  asma, urtikaria atau rhinitis akut yang disebabkan oleh asam asetilsalisilat atau oleh obat lain yang mempunyai aktivitas penghambatan terhadap pembentukan prostaglandin.
 


DOSIS :

Pada kasus ringan, dosis dewasa dan anak-anak diatas 14 tahun adalah 75-100 mg/hari, dibagi dalam 2-3 dosis.
Untuk kasus yang lebih berat, dosis harus dinaikkan sampai 100-150 mg/hari.     Kalium diklofenak tablet tidak direkomendasikan penggunaannya pada anak-anak.  Sebaiknya digunakan bersama dengan minuman, terutama sebelum makan.


EFEK SAMPING :


* Saluran cerna
  - Kadang-kadang : nyeri epigastrik, gangguan saluran cerna lain seperti mual, muntah, diare, kram perut, dispepsia, flatulen, anoreksia.
  - Jarang: perdarahan saluran cerna, hematemesis, melena, tukak peptik dengan atau tanpa perdarahan atau perforasi, diare berdarah.
  - Kasus khusus: gangguan saluran cerna bagian bawah seperti kolitis hemoragik non-spesifik dan eksaserbasi  kolitis ulseratif atau proktokolitis Crohn’s, stomatitis aftosa, glositis, lesi esofagus, konstipasi.

* Sistem saraf pusat dan perifer
  - Kadang-kadang :  sakit kepala, pusing atau vertigo.
  - Jarang : mengantuk
  - Kasus khusus : gangguan perasaan (sensation), termasuk parestesia, disorientasi, gangguan memori, gangguan penglihatan (penglihatan kabur, diplopia), kurang pendengaran, tinitus, insomnia, iritabilitas, konvulsi, depresi, cemas, mimpi buruk, tremor, reaksi psikotik, gangguan pengecapan.

* Kulit
  - Kadang-kadang : ruam atau erupsi kulit.
  - Jarang: urtikaria.
  - Kasus khusus : erupsi bulosa, eksim, eritema multiforme, sindroma Stevens - Johnson, sindroma Lyell (epidermalisis toksik akut), eritoderma (eksfoliatif dermalitis), rambut rontok, reaksi fotosensitivitas, purpura, termasuk purpura alergik.

*Sistem urogenital
  - Kasus khusus : gagal ginjal akut, abnormalitas urin seperti hematuria, proteinuria, nefritis interstisial, sindroma nefrotik, nekrosis papiler.

* Hati
  - Kadang-kadang : peningkatan enzim serum aminotransferase (SGOT, SGPT).
  - Jarang : hepatitis dengan atau tanpa ikterus.
  - Kasus khusus : hepatitis fulminan.

* Darah
  - Kasus khusus : trombositopenia, leukopenia, anemia (anemia hemolitik, anemia aplastik), agranulositosis.

* Hipersensitivitas
  - Jarang : reaksi hipersensitivitas seperti asma, reaksi anafilaktif/reaksi anafilaktoid sistemik termasuk hipotensi.

* Lain-lain
 - Jarang : edema.
 - Kasus khusus : palpitasi, nyeri dada, hipertensi.

 
OVER DOSIS :


Penanganan keracunan akut karena obat anti-inflamasi nonsteroid terdiri terutama dari tindakan suportif dan simptomatik. Tindakan yang harus diambil bila terjadi  overdosis adalah sebagai berikut : cegah penyerapan sesegera mungkin dengan bilas lambung dan pemberian zat arang aktif. Pengobatan supportif dan simptomatik harus dilakukan untuk komplikasi seperti hipotensi, gagal ginjal, konvulsi, iritasi saluran pencernaan dan depresi pernafasan.
Pengobatan spesifik seperti diuresis paksa, dialisis atau hemoperfusi kemungkinan dapat menolong dalam menghilangkan obat anti-inflamasi nonsteroid, karena tingkat pengikatannya dengan protein yang tinggi dan metabolismenya yang ekstensif.
 
PERINGATAN & PERHATIAN :
   

-  Diagnosa pasti dan pengawasan medis ketat merupakan suatu keharusan pada penderita dengan gejala yang menunjukan gangguan saluran cerna dengan riwayat ulserasi saluran cerna, kolitis ulseratif atau penyakit Crohn’s, juga pada penderita gangguan fungsi hati yang berat.
-    Penggunaan pada wanita hamil dan menyusui
-   Pada kehamilan, kalium diklofenak diberikan hanya dengan alasan yang jelas dan hanya dengan dosis efektif terendah, khususnya pada 3 bulan terakhir kehamilan, seperti halnya inhibitor sintetsis-prostaglandin lain (karena kemungkinan terjadi inersia uteri dan/atau penutupan premature duktus arteriosus).
-   Pada pemberian dosis oral 50 mg setiap 8 jam, bahan aktif diklofenak masuk  ke dalam air susu. Seperti halnya obat lain yang diekskresi melalui air susu, penggunaan kalium diklofenak tidak direkomendasikan pada wanita menyusui.
-   Efek terhadap kemampuan menjalankan atau menggunakan mesin.  
Penderita yang pusing atau mengalami gangguan saraf pusat lain tidak boleh menjalankan kendaraan atau mengoperasikan mesin. 
 


INTERAKSI OBAT :


Bila diberikan bersama dengan sediaan yang mengandung litium atau digoksin, diklofenak dapat meningkatkan konsentrasi obat-obat tersebut dalam plasma tetapi belum pernah dilaporkan terjadi tanda-tanda klinis overdosis. Berbagai obat anti-inflamasi nonsteroid dapat menghambat aktivitas diuretik. Pemberian bersama diuretik hemat kalium kemungkinan berhubungan dengan peningkatan kadar kalium serum, sehingga perlu dimonitor.
Pemberian bersama dengan senyawa anti-inflamasi nonsteroid sistemik dapat meningkatkan  terjadinya efek samping.
Walaupun penelitian klinis tidak menunjukkan diklofenak mempunyai pengaruh terhadap efek anti-koagulan, terdapat laporan khusus mengenai peningkatan resiko perdarahan dengan terapi kombinasi penggunaan diklofenak dan anti-koagulan. Karena itu pada penderita yang demikian, disarankan dilakukan monitoring ketat. Seperti anti-inflamasi nonsteroid lainnya, diklofenak dosis tinggi (200 mg) dapat menghambat agregasi trombosit untuk sementara. Penelitian klinis menunjukkan bahwa diklofenak dapat diberikan bersama dengan obat anti-diabetik oral tanpa mempengaruhi efek klinisnya. Namun terdapat laporan bahwa efek hipoglikemik dan hiperglikemik  diklofenak mengharuskan penyesuaian dosis obat-obat hipoglikemik.   
Perlu diperhatikan bila obat anti-inflamasi nonsteroid diberikan kurang dari 24 jam sebelum atau sesudah pengobatan dengan metotreksat, karena kadar dan toksisitas metotreksat dapat meningkat.  
Peningkatan nefrotoksisitas siklosporin terhadap prostaglandin ginjal mungkin terjadi melalui efek obat anti-inflamasi nonsteroid.
 


PENYIMPANAN :


Simpan pada suhu kamar (dibawah 30oC), terlindung dari cahaya.


KEMASAN & NOMER REGISTRASI :


Kalium Diklofenak 50 mg tablet (1 box berisi 5 strip @ 10 tablet), No. Reg : GKL0408511015A1

 


ACETON GAJAH

Harga Per Satuan Terkecil : Rp4,000.00

ACETON GAJAH


KOMPOSISI :
Aceton 90%
Etanol 10%



KEGUNAAN :
Untuk merawat dan membersihkan kutikula kuku


CARA PEMAKAIAN :
Kapas dibasahi dengan aceton ini dan diusapkan pada kuku untuk membersihkan/menghapus cat kuku


PERINGATAN :
Jauhkan dari jangkauan anak-anak


KEMASAN & NO REG. :
Botol 50 ml,POM SD 1205700481L


PABRIK :
PT USFI

 

Acifar Kaplet

[Hubungi Kami Untuk Harga di 03517813966 ]

ACIFAR®Kaplet

KOMPOSISI:
Setiap kaplet mengandung Aciclovir.............. 400 mg

FARMAKOLOGI :
Aciclovir merupakan analog nukleosida purin sintetik dengan aktivitas inhibisi virus herpes human in vitro
dan in vivo, termasuk Herpes Simplex Virus (HSV) type 1 dan 2, Varicella Zoster Virus (VZV), Epstein-Barr
Virus (EBV) dan Cytomegalovirus (CMV).

Aktivitas inhibisi Aciclovir terhadap virus-virus tersebut di atas bersifat sangat selektif. Enzim Timidin
Kinase (TK) dari sel normal, tidak terinfeksi, tidak menggunakan Aciclovir secara efektif sebagai substrat,
oleh karena itu toksisitas terhadap sel hospes mamalia rendah; tetapi TK yang disandikan oleh HSV, VZV,
dan EBV mengubah Aciclovir menjadi Aciclovir monofosfat, suatu analog nekleosida, yang kemudian diubah oleh
enzim sel menjadi difosfat dan akhirnya menjadi trifosfat.

Aciclovir trifosfat mengganggu polimerase DNA virus dan menghambat replikasi DNA virus dengan akibat
berakhirnya rantai reaksi setelah masuknya Aciclovir trifosfat ke dalam DNA virus.

INDIKASI:
- Pengobatan infeksi virus Herpes simplex pada kulit dan membran mukosa, termasuk infeksi Herpes genitalis
  inisial dan rekurens
- Mencegah kambuhnya (supresi) infeksi herpes simplex rekurens pada penderita dengan immunocompetent.
- Mencegah infeksi herpes simplex pada penderita immunocompromised.
- Pengobatan infeksi herpes zoster (shingles).

DOSIS:
Dewasa :
- Untuk pengobatan infeksi herpes simplex, harus diberikan satu kaplet Aciclovir 200 mg 5 kali sehari selang
  waktu kira-kira 4 jam, tanpa pemberian dosis pada malam hari. Pengobatan harus terus menerus selama 5 hari,
  tetapi pada infeksi inisial yang berat mungkin perlu diperpanjang. Pemberian obat harus dimulai sedini
  mungkin setelah terjadi infeksi, untuk episode rekurens sebaiknya pada periode mulai terlihatnya gejala atau
  waktu timbulnya lesi pertama. Pada penderita dengan gangguan penyerapan pada saluran pencernaan dosis dapat
  ditingkatkan hingga 400 mg atau sebagai alternatif dapat dipertimbangkan pemberian dosis secara intravena.

- Dosis supresi herpes simplex :
Untuk supresi herpes simplex pada penderita immunocompetent 200 mg Aciclovir 4 kali sehari dengan selang
waktu 6 jam. Kebanyakan pasien diberikan dosis mencukupi dengan 400 mg Aciclovir diberikan 2 kali sehari
dengan selang waktu 12 jam. Titrasi dosis menjadi 200 mg Aciclovir diberikan 3 kali sehari dengan selang
waktu 12 jam terbukti efektif.
Beberapa penderita mengalami infeksi “break through” pada dosis total perhari 800 Aciclovir. Pengobatan
harap dihentikan secara periodik pada selang waktu 6 – 12 bulan dengan maksud untuk mengobservasi kemungkinan
perubahan-perubahan dalam riwayat penyakit.

- Dosis profilaksis herpes simplex :

Untuk profilaksis terhadap infeksi herpes simplex pada penderita immunocompromised harus diberikan Aciclovir
200 mg 4 kali sehari dengan selang waktu kira-kira 6 jam.

Pada penderita immunocompromised yang berat (misalnya sesudah transplantasi sumsum) atau pada penderita dengan
gangguan penyerapan saluran pencernaan dosis dapat ditingkatkan hingga 400 mg atau sebagai alternatif lain
dapat dipertimbangkan pemberian dosis secara intravena. Lama pemberian obat untuk profilaksis tergantung pada
lamanya periode resiko tertularnya penyakit.

- Dosis untuk herpes zoster :
Diberikan 800 mg Aciclovir 5 kali sehari dengan selang waktu kira-kira 4 jam tanpa pemberian dosis malam hari.
Pengobatan terus-menerus selama 5 hari.

Pada penderita immunocompromised berat (misalnya sesudah transplantasi sumsum) atau pada penderita dengan
gangguan penyerapan saluran pencernaan pemberian dosis secara intravena dapat dipertimbangkan.

Pemberian obat harus dimulai sedini mungkin setelah adanya serangan rash.

Anak-anak :
Untuk pengobatan herpes simplex dan untuk profilaksis herpes simplex pada immunocompromised :
Anak-anak berumur 2 tahun atau lebih : harus diberikan sama dengan dosis orang dewasa dan
anak-anak dibawah 2 tahun            : diberikan ½ dosis orang dewasa.
Tidak tersedia data untuk supresi infeksi herpes simplex atau pengobatan infeksi herpes zoster
pada anak-anak immunocompetent.

Bila dibutuhkan pengobatan infeksi herpes zoster pada anak-anak immunocompetent dosis intravena perlu
dipertimbangkan.

Dosis pada usia lanjut :
Pada usia lanjut “body clearance” dari Aciclovir yang diberikan totalnya menurunkan bersama-sama
dengan “Creatinine Clearance”. Pada usia lanjut yang diberi Aciclovir dosis tinggi secara oral dianjurkan
hidrasi secukupnya. Perhatian khusus harap diberikan dengan mengurangi dosis pada usia lanjut yang mengalami
gangguan fungsi ginjal.

Dosis pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal :
Dalam pengobatan herpes simplex pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal, dosis oral yang dianjurkan
tidak akan menyebabkan akumulasi Aciclovir di atas level yang dinyatakan establish pada pemberian infus intravena.

Walaupun demikian penderita dengan kerusakan ginjal yang berat (creatinine clearance 10 ml/menit) dosis yang
dianjurkan adalah adalah 200 mg Aciclovir 2 kali sehari dengan selang waktu 12 jam.

Untuk pengobatan infeksi herpes zoster dosis yang dianjurkan 800 mg Aciclovir 2 kali sehari dengan selang
waktu 12 jam untuk penderita dengan kerusakan ginjal yang berat (creatinine clearance kurang dari 10 ml/menit)
dan 800 mg Aciclovir 3 kali sehari dengan selang waktu kira-kira 8 jam pada penderita dengan kerusakan ginjal
sedang (creatinine clearance antara 10-25 ml/menit).

PERINGATAN - PERHATIAN :
- Hati-hati bila diberikan pada penderita gangguan fungsi ginjal dan penderita lanjut usia dengan kelainan
  creatinin clearance.
- Pemberian pada wanita hamil dan menyusui harus dilakukan dengan hati-hati dengan pertimbangan manfaat
  potensialnya, dibandingkan dengan setiap resiko yang mungkin timbul.

EFEK SAMPING :
- Ruam kulit yang menghilang setelah pengobatan dihentikan.
- Kadang-kadang dijumpai reaksi neurologis yang reversibel, yang biasanya terjadi pada penderita dengan gangguan
  fungsi ginjal atau faktor predisposisi lainnya.
- Gangguan saluran pencernaan seperti mual, muntah, diare, sakit perut.
- Peningkatan bilirubin dan enzim-enzim yang berhubungan dengan hati, peningkatan kadar urea dan kreatinin
  dalam darah, penurunan pada indeks hematologik, sakit kepala, rasa lelah dan reaksi neurologis yang ringan dan
  reversibel.

KONTRA INDIKASI :
- Penderita yang hipersensitif terhadap Aciclovir.

INTERAKSI OBAT :
Probenesid meningkatkan waktu paruh rata-rata Aciclovir dan daerah di bawah kurva konsentrasi plasma.

CARA PENYIMPANAN :
Simpan pada suhu kamar (25-30oC) dalam wadah terutup rapat dan hindarkan dari cahaya matahari.

KEMASAN :
Dus, 10 strip @ 10 kaplet ; No. Reg. DKL9709207204A1

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

 

ACYCLOVIR TABLET 200 MG

Harga Per Satuan Terkecil : Rp850.00

ACYCLOVIR TABLET 200 MG



KOMPOSISI :
Tiap tablet mengandung Acyclovir 400 mg


CARA KERJA OBAT :
Acyclovir merupakan antiviral agen yang menginhibisi pertumbuhan virus terutama herpes simplex dan varicella-zoster virus


INDIKASI :
- Infeksi yang disebabkan oleh virus herpes simplex pada kulit dan membran mukosa baik penyakit permulaan dan penyakit kambuhan dari herpes genital dan herpes zoster
- Perlindungan/mengatasi infeksi herpes simplex pada pasien imunocompromissed

KONTRA INDIKASI :
Hipersensitif terhadap Acyclovir


DOSIS :
* Dewasa :
  - Pengobatan Infeki Herpes Simplex : 5 kali sehari 200 mg (setiap 4 jam) selama 5 hari
  - Supresion Infeksi Herpes Simplex : 4 kali sehari 200 mg (setiap 6 jam) selama 5 hari
  - Pengobatan Infeksi Herpes Zoster : 5 kali sehari 800 mg (setiap 4 jam) selama 7 hari

* Anak-anak :
  Pengobatan infeksi virus herpes simplex dan propylaxis infeksi herpes simplex
  - Kurang dari 2 tahun : 1/2  dosis dewasa
  - Lebih dari 2 tahun  : sama dengan dosis dewasa


EFEK SAMPING :
Ruam merah pada kulit, efek neurogical, mual, muntah, diare, dan efek gastrointestinal lainnya


PERINGATAN & PERHATIAN :
Memperburuk fungsi ginjal, ketuaan dan sebaiknya tidak diberikan pada wanita hamil


KEMASAN & NO REG. :
Acyclovir 200 mg
Dus, 3 strip @ 10 tablet, GKL 9812415010A1
Dus, 5 strip @ 10 tablet, GKL 9812415010A1
Dus, 10 strip @ 10 tablet, GKL 9812415010A1

 

AFRIN PAEDIATRIC DROPS

Harga Per Satuan Terkecil : Rp63,250.00

AFRIN PAEDIATRIC DROPS

 
 


KANDUNGAN :

Oksimetazolin HCl

 
INDIKASI :

- Hidung tersumbat.
- Pengobatan dan pencegahan infeksi telinga tengah.
- Memudahkan pemeriksaan intranasal.
- Persiapan operasi.

 
KONTRA INDIKASI :

Idiosinkrasi terhadap simpatomimetik, hipertiroidisme, hipertensi, penyakit koroner.
 

PERHATIAN :

- Kongesti nasal kronis saat pengobatan dihentikan (pada penggunaan jangka panjang).
- Penggunaan bersama dengan MAOI (penghambat mono amin oksidase).
- Penyakit jantung.
- Diabetes melitus.


INTERAKSI OBAT :

- efek sebagai penekan dipertinggi oleh penghambat mono amin oksidase.
- membalik aksi antihipertensi.
 

EFEK SAMPING :

- Adakalanya timbul rasa panas di hidung atau tenggorokan, iritasi lokal, mual, sakit kepala, mukosa hidung kering.
- Hidung tersumbat kembali terjadi/kambuh (pada penggunaan jangka panjang).
- Kesulitan bernapas, kolaps pada bayi.
 
 
KEMASAN :

Drops 0,025 %x 10 mL
 

DOSIS :

2 kali sehari 2-3 tetes pada masing-masing lubang hidung.
 

PENYAJIAN :

Dikonsumsi bersamaan dengan makanan
 
 
PABRIK :

Schering-Plough

 

AGREZOL TABLET 50 MG

Harga Per Satuan Terkecil : Rp5,700.00

AGREZOL TABLET 50 MG

 


KOMPOSISI :

Tiap tablet mengandung,
Cilostazol 50 mg
 

FARMAKOLOGI :

Cilostazol bekerja dengan cara menghambat aktivitas siklik AMP phosphodiesterase III (cAMP PDE III) dan menekan degradasi cAMP yang menyebabkan peningkatan cAMP di platelet dan pembuluh-pembuluh darah, sehingga akhirnya menimbulkan vasodilatasi dan penghambatan agregasi platelet. Cilostazol secara reversibel menghambat agregasi platelet yang dipengaruhi oleh beberapa rangsangan termasuk trombin, ADP, kolagen, asam arakidonat, epinefrin dan adanya ketegangan.


INDIKASI :

AGREZOL® diindikasikan untuk menghilangkan gejala iskemia seperti ulkus, rasa nyeri dan dingin pada ekstrimitas, karena oklusi arteri kronik.
Mengurangi gejala klaudikasio intermiten.


KONTRA INDIKASI :

Wanita hamil dan menyusui.
Penderita dengan pendarahan (hemofilia, fragilitas kapiler yang meningkat, pendarahan pada saluran pencernaan bagian atas, pendarahan pada saluran kemih dan hemoptisis).
Penderita payah jantung kongesti.


PERHATIAN :

Penderita dalam terapi dengan obat-obat antikoagulan (warfarin), antiplatelet, (aspirin, ticlopidin), selama diterapi dengan AGREZOL® perlu melakukan test koagulasi darah atau monitoring lainnya yang sesuai.
Penderita yang sedang menstruasi, penderita yang kecenderungan terjadi pendarahan, penderita yang mengalami diastesi hemoragik.
Penderita dengan disfungsi hati dan ginjal berat.
Belum ada data penggunaan dan keamanan pada anak-anak.

 
EFEK SAMPING :

Pada saluran pencernaan : diare, mual, muntah, kembung, rasa tidak enak pada lambung, anoreksia.
Pada sistim saraf pusat : sakit kepala, pusing, vertigo, mengantuk, insomnia.
Pada sistem kardiovaskular : hipertensi, palpitasi, takikardi, hipotensi.
Pada kulit : hipersensitivitas, gatal-gatal, urtikaria, kulit menjadi kering.
Pada hati : dapat terjadi peningkatan SGOT & SGPT.
Pada renal : dapat terjadi peningkatan Nitrogen Urea Darah
Pada saluran pernafasan : asma, epistaxis, hemoptysis, pneumonia, sinusitis
Spesial sense : amblyopia, kebutaan, konjungtivitis, diplopia, nyeri telinga, perdarahan mata, perdarahan retina, telinga berdenging
Urogenital : albuminuria, cistitis, sering kencing, perdarahan vagina, vaginitis.


INTERAKSI OBAT :

Pemberian bersama-sama dengan diltiazem, ketoconazole, itraconazole, antibiotika makrolida dan omeprazole dapat meningkatkan kadar cilostazol dalam plasma, karena obat-obat tersebut menghambat enzim hati yang menguraikan cilostazol. Dosis cilostazol harus dikurangi apabila harus diberikan bersama-sama dengan obat-obat tersebut di atas.

 
DOSIS :

Dosis lazim untuk dewasa : 100 mg (2 tablet) 2 kali sehari, diberikan paling sedikit 30 menit sebelum makan pagi atau .2 jam setelah makan malam.
Efek terapi akan terlihat pada minggu ke 2 sampai dengan minggu ke 4 sejak awal pengobatan, tetapi pengobatan sampai dengan 12 minggu diperlukan untuk efek yang optimal. Dosis harus disesuaikan dengan usia penderita dan beratnya gejala.
 

KEMASAN :

Dus, 5 strip @ 10 tablet
No. Reg. : DKL 0415617910 A1


HARUS DENGAN RESEP DOKTER

Simpan pada suhu (25 - 30)º C, terlindung dari cahaya

 

AKILEN TABLET 200 MG

Harga Per Satuan Terkecil : Rp7,750.00

AKILEN TABLET 200 MG


KANDUNGAN :
Ofloksasina 200 mg, 400 mg/filcotab.


INDIKASI :
Infeksi saluran kemih, uretritis, servisitis, saluran nafas bawah, kulit dan jaringan lunak, kandungan, enteritis bakterial.


KONTRA INDIKASI :
Hipersensitif  terhadap ofloxacin & quinolone


EFEK SAMPING :
Efek GI & SSP, reaksi hipersensitif


PERHATIAN :
Penurunan fungsi ginjal


DOSIS :
Infeksi saluran kemih: 100-400 mg 2xsehari selama 1 -10 hari, infeksi berat terkomplikasi: 600 mg sehari selama 20 hari; infeksi saluran nafas: 200-400 mg 2xsehari; uretritis gonokokal dan servisitis tidak terkomplikasi: 200-600 mg sebagai dosis tunggal, uretritis non gonokokal: 400 mg sehari dosis tunggal atau dosis terbagi selama 9 hari; infeksi kulit & jaringan lunak, infeksi kandungan, serta enteritis bakterial: 400 mg sehari selama 7 hari.


KEMASAN:
Tab salut selaput 200 mg x 3 x 10. 400 mg x 5 x 6


PABRIK :
PT SANBE FARMA

 

ALADINA

Harga Per Satuan Terkecil : Rp700.00

ALADINA


Obat kuat aladina cocok untuk Pria dan Wanita, Tua dan Muda
Aladina mengobati dan menghilangkan :
- Badan lemas
- Capek-capek
- Pegal linu
- Nyeri sendi
- Letih
- Lesu
- Nyeri otot
- Kurang bertenaga

KANDUNGAN :
Gingseng, Royal jelly, Kuda laut


ATURAN PAKAI :
Sehari : 1 x 2 Kapsul
Kalau diperlukan : 2 x 2 Kapsul


PRODUSEN :
PT Sinar Effendi Murni

 

ALBENDAZOLE 400 MG

Harga Per Satuan Terkecil : Rp450.00

ALBENDAZOLE 400 MG



KANDUNGAN :
Tiap tablet kunyah mengandung albendazol 400 mg.

CARA KERJA :
Hasil percobaan preklinis dan klinis menunjukkan bahwa albendazol mempunyai khasiat membunuh cacing, menghancurkan telur dan larva cacing. Efek antelmintik albendazol dengan jalan menghambat pengambilan glukosa oleh cacing sehingga produksi ATP sebagai sumber energi untuk mempertahankan hidup cacing berkurang, hal ini mengakibatkan kematian cacing karena kurangnya energi untuk mempertahankan hidup.

INDIKASI :
Albendazol berkhasiat membasmi cacing di usus yang hidup sebagai parasit tunggal atau majemuk.
Albendazol efektif untuk pengobatan cacing gelang (Ascaris lumbricoides), cacing cambuk (Trichuris trichiura), cacing kremi (Enterobius vermicularis), cacing tambang (Ancylostoma duodenale dan Necator americanus), cacing pita (Taenia sp.) dan Strongyloides stercoralis.

DOSIS :
Dosis umum untuk dewasa dan anak di atas 2 tahun :
400 mg sehari, diberikan sekaligus sebagai dosis tunggal. Tablet dapat dikunyah, ditelan atau digerus lalu dicampur dengan makanan.

Pada kasus dimana diduga atau terbukti adanya penyakit cacing pita atau Strongyloides stercoralis, dosis 400 mg albendazol setiap hari diberikan selama tiga hari berturut-turut.


EFEK SAMPING :
Perasaan kurang nyaman pada saluran pencernaan dan sakit kepala pernah terjadi pada sejumlah kecil penderita, tetapi tidak dapat dibuktikan bahwa efek samping ini ada hubungannya dengan pengobatan.
Juga dapat terjadi gatal-gatal dan mulut kering.


KONTRA INDIKASI :
Albendazol menunjukkan sifat teratogenik embriotoksis pada percobaan dengan hewan. Karena itu obat ini tidak boleh diberikan pada wanita yang sedang mengandung. Pada wanita dengan usia kehamilan masih dapat terjadi (15 – 40 tahun), albendazol dapat diberikan hanya dalam waktu 7 hari dihitung mulai dari hari pertama haid.


CARA PENYIMPANAN :
Simpan di tempat sejuk dan kering.

PERHATIAN :
Hati-hati bila diberikan pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal dan hati.
Jangan diberikan pada ibu menyusui.
Sebaiknya tidak diberikan pada anak-anak di bawah umur 2 tahun.

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

KEMASAN & NO REG. :
Kemasan     :    Albendazole 400 mg, kotak 5 blister @ 6 tablet kunyah
No. Registrasi     :    GKL9520918817B1

 

Pages:   1 2 3 4 5 6 7    Range:

Loading...