Apotek INDICA
Home Katalog My account Keranjang Belanja

Anti Virus

ANTI VIRUS

 

Virus


adalah parasit intrasel yang tidak bias bereplikasi sendiri, tetapi harus menggunakan sel inang. Karena ikatan yang begitu erat sntsrs replikasi virus dan metabolisme sel inang, sehingga sulit sekali ditemukan obat yang selektif hanya kepada virus. Hal ini membuat vaksin menjadi metode utama untuk mengontrol infeksi virus. Misalnya poliomyelitis, rabies, yellow fever, measles, rubella.

Definisi antivirus

Anti virus adalah :


Sebuah agen yang membunuh virus dengan menekan kemampuan untuk replikasi, menghambat kemampuan untuk menggandakan dan memperbanyak diri. Misalnya, Amantadine (Symmetrel) adalah sintesis antivirus dimana kerjanya menghambat multiplikasi virus influenza A, Diberikan dalam waktu 24-48 jam dari mulai dari gejala flu, dapat mengurangi kerasnya dari penyakit, terutama pada individu berisiko tinggi seperti orang-orang yang immunosuppressed atau di rumah sakit. Rimantadine (Flumadine) yang terkait dalam struktur dan anti-influenza J tindakan untuk amantadine tapi memiliki lebih sedikit efek samping.

 

BEBERAPA OBAT ANTI VIRUS



Nama obat

Jenis Virus

Tipe kimia

Target

Vidarabine

Herpesviruses

Analog nukleosida

 

Virus polymerase

Acyclovir

Herpes simplex (HSV)

Analog nukleosida

Virus polymerase

Gancyclovir and Valcyte ™ (valganciclovir)

Cytomegalovirus (CMV)

Analog nukleosida

 

Virus polymerase (needs virus UL98 kinase for activation)

Nucleoside-analog reverse transcriptase inhibitors (NRTI): AZT (Zidovudine), ddI (Didanosine), ddC (Zalcitabine), d4T (Stavudine), 3TC (Lamivudine)

Retroviruses (HIV)

Analog nukleosida

Reverse transcriptase

Non-nucleoside reverse transcriptase inhibitors (NNRTI): Nevirapine, Delavirdine

Retroviruses (HIV)

Analog nukleosida

 

Reverse transcriptase

Protease Inhibitors: Saquinavir, Ritonavir, Indinavir, Nelfinavir

HIV

Analog peptida

HIV protease

Ribavirin

Broad spectrum: HCV, HSV, measles, mumps, Lassa fever

Triazole carboxamide

RNA mutagen

Amantadine / Rimantadine

Influenza A strains

Tricyclic amine

Matrix protein / haemagglutinin

Relenza and Tamiflu

Influenza strains A and B

Neuraminic acid mimetic

Neuraminidase Inhibitor

Pleconaril

Picornaviruses

Small cyclic

Blocks attachment and uncoating

Interferons

Hepatitis B and C

Protein

Cell defense proteins activated

 

Antivirus yang telah dikembangkan pada umumnya kurang efektif karena adanya replikasi dari virus yang sangat cepat sehingga menimbulkan mutasi yang membuat mereka tahan terhadap obat. Obat anti retrovirus digunakan untuk menghambat HIV, dan walaupun resistensi terhadap obat tunggal berkembang dengan cepat, tetapi penggunaan inhibitor protease dikombinasi dengan 2 reserve transcriptase inhibitor menurunkan secara dramatis angka mortalitas dan morbiditas karena AIDS. Meskipun efek samping sering timbul, tetapi pengobatan anti HIV harus terus-menerus untuk mencegah timbulnya resistensi

 

 Pengobatan infeksi HIV :

Beberapa kelas obat-obatan yang digunakan untuk mengobati infeksi HIV:

1. Nucleoside-Analog Reverse Transcriptase Inhibitors (NRTI).

Obat-obatan ini menghalangi virus RNA bergantung-DNA polymerase (reverse transcriptase) dan dimasukkan ke dalam DNA virus. Misalnya zidovudin, didanosine, zalcitabine, stavudin dan lamivudin.


2. Non-Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitors (NNRTIs).

 Obat-obat ini menghalangi replikasi HIV secara langsung. Misalnya nevirapin, delavirdine.
 

3. Protease Inhibitors.

Ini adalah obat khusus untuk HIV-1 protease dan kompetitif yang menghalangi enzim, mencegah pematangan dari virions yang mampu menjangkiti sel lainnya. Misalnya saquinavir, ritonavir, indinavir dan nelfinavir.

 
Rekomendasi dosis obat-obat anti virus


Zanamivir

Zanamivir adalah untuk perawatan influensa di kalangan anak-anak usia 7 tahun atau lebih. Dosis 5 mg sehari 2 kali tiap 12 jam.



Oseltamivir

Dosis tergantung  berat badan. 30 mg dua kali sehari untuk anak dengan berat badan kurang dari atau sama dengan 15 kg. Dosis 45 mg dua kali sehari untuk berat badan 15 – 23 kg, dosis 60 mg dua kali sehari dengan berat badan 23 – 40 kg. Dan dosis 75 mg dua kali sehari untuk berat badan lebih dari 40 kg.

 

Amantadine

Dosis untuk anak-anak berusia 1 sampai 9 tahun untuk pengobatan dan pencegahan penyakit adalah 4,4 - 8,8 mg / kg berat badan / hari. Dosis maksimal 150 mg per hari.

 

Rimantadine

Rimantadine disetujui untuk pencegahan penyakit di kalangan anak-anak berusia 1 tahun atau lebih dan untuk pengobatan dan pencegahan penyakit di kalangan orang dewasa. Rimantadine diberikan dalam 1 atau 2 dosis terbagi pada dosis 5 mg / kg berat badan / hari, dosis tidak melebihi 150 mg / hari untuk anak-anak berusia 1 sampai 9 tahun.

 

Acyclovir

Pada herpes simplex, dosis 200 mg sehari 5 kali selama 5 hari. Untuk anak dibawah 2 tahun dosis setengah dari dosis dewasa. Efek samping dari acyclovir mual, muntah, nyeri perut, diare dan sakit kepala.

 

Gancyclovir

Harus diberikan secara intravena dan karena toksisitasnya, obat ini hanya digunakan untuk infeksi berat. Dosis 5 mg/kg berat badan setiap 12 jam selama 14 – 21 hari untuk pengobatan dan selama 7 – 14 hari untuk pencegahan.

Anda membutuhkan obat anti virus ? Segera hubungi apotik online INDICA.

 

 

Pages:   1 2    Range:
Sort by:    Product     Harga Per Satuan Terkecil     Default    

ACYCLOVIR 200 MG HEXPHARM

Harga Per Satuan Terkecil : Rp650.00

ACYCLOVIR 200 MG HEXPHARM




FARMAKOLOGI :

Acyclovir adalah zat antivirus yang sangat aktif secara in vitro melawan virus herpes simpleks (HSV) tipe I dan II, serta virus varisela zoster. Setelah masuk ke dalam sel terinfeksi, Acyclovir terfosforilasi membentuk senyawa aktif Acyclovir trifosfate. Tahap awal proses tergantung pada enzim viral-coded thymidine kinase. Acyclovir trifosfate berperan sebagai inhibitor dan sebagai substrat palsu untuk herpes-specified DNA polymerase yang mencegah sintesis DNA virus tanpa mempengaruhi proses sel normal.
 

INDIKASI :

Pengobatan infeksi yang disebabkan oleh herpes simpleks pada kulit dan membran mukosa, termasuk herpes genital awal dan kambuhan, pencegahan infeksi herpes simpleks pada pasien immuno-compromised. Pengobatan infeksi herpes zoster.
 

KONTRA INDIKASI :

Pasien yang hipersensitif terhadap Acyclovir.
 

DOSIS :


Dewasa
* Pengobatan infeksi herpes simpleks : 200 mg, 5 kali sehari dengan interval 4 jam, selama 5 hari, tetapi pada beberapa infeksi awal pengobatan dapat diperpanjang. Pada pasien immuno-compromised (misal : setelah transplantasi sumsum) atau pasien dengan gangguan absorpsi usus, dosis dapat ditingkatkan menjadi 400 mg. Pemberian obat harus diberikan sesegera mungkin setelah terjadinya infeksi.
* Pencegahan herpes simpleks : 200 mg, 4 kali sehari dengan interval 6 jam. Pada beberapa pasien immuno-compromised (misal : setelah transplantasi sumsum) atau pasien gangguan absorpsi usus, dosis dapat ditingkatkan menjadi 400 mg. (lama pemberian disesuaikan dengan periode resiko dihapus saja, gak jelas artinya)
* Pengobatan herpes zoster : 800 mg, 5 kali sehari dengan interval 4 jam, selama 7 hari.

Anak-anak
* Anak-anak usia lebih dari 2 tahun : sama dengan dosis dewasa
* Anak-anak usia kurang dari 2 tahun : diberikan setengah dosis dewasa untuk pengobatan herpes simpleks dan profilaksis herpes simpleks.

 

EFEK SAMPING :

* Gatal-gatal / ruam kulit
* Gangguan gastrointestinal, termasuk : mual, muntah, diare, dan nyeri abdominal.
* Peningkatan sementara enzim-enzim yang berhubungan dengan bilirubin dan hati, sedikit peningkatan urea dan kreatinin darah; sakit kepala, reaksi neurologis dan fatigue.

 
PERINGATAN & PERHATIAN :

* Acyclovir pada wanita hamil hanya diberikan apabila pertimbangan manfaat lebih besar daripada risiko yang mungkin timbul.
* Hati-hati pemberian pada wanita yang sedang menyusui.
* Jangan diberikan melebihi dosis, frekuensi penggunaan, dan lamanya pengobatan yang dianjurkan.


INTERAKSI OBAT :

Probenecid meningkatkan t ½ obat dan AUC plasma.
 

PENYIMPANAN :

Simpan di tempat kering pada suhu 15o – 30o C, terlindung dari cahaya.


KEMASAN & NO REG. :

Acyclovir 200 mg tablet (1 box berisi 5 strip @ 10 tablet),
No. Reg. : GKL0108504810A1


PABRIK :

Hexpharm

 

ACYCLOVIR 400 MG HEXPHARM

Harga Per Satuan Terkecil : Rp750.00

ACYCLOVIR 400 MG HEXPHARM




FARMAKOLOGI :

Acyclovir adalah zat antivirus yang sangat aktif secara in vitro melawan virus herpes simpleks (HSV) tipe I dan II, serta virus varisela zoster. Setelah masuk ke dalam sel terinfeksi, Acyclovir terfosforilasi membentuk senyawa aktif Acyclovir trifosfate. Tahap awal proses tergantung pada enzim viral-coded thymidine kinase. Acyclovir trifosfate berperan sebagai inhibitor dan sebagai substrat palsu untuk herpes-specified DNA polymerase yang mencegah sintesis DNA virus tanpa mempengaruhi proses sel normal.
 

INDIKASI :

Pengobatan infeksi yang disebabkan oleh herpes simpleks pada kulit dan membran mukosa, termasuk herpes genital awal dan kambuhan, pencegahan infeksi herpes simpleks pada pasien immuno-compromised. Pengobatan infeksi herpes zoster.
 

KONTRA INDIKASI :

Pasien yang hipersensitif terhadap Acyclovir.
 

DOSIS :

Dewasa
* Pengobatan infeksi herpes simpleks : 200 mg, 5 kali sehari dengan interval 4 jam, selama 5 hari, tetapi pada beberapa infeksi awal pengobatan dapat diperpanjang. Pada pasien immuno-compromised (misal : setelah transplantasi sumsum) atau pasien dengan gangguan absorpsi usus, dosis dapat ditingkatkan menjadi 400 mg. Pemberian obat harus diberikan sesegera mungkin setelah terjadinya infeksi.
* Pencegahan herpes simpleks : 200 mg, 4 kali sehari dengan interval 6 jam. Pada beberapa pasien immuno-compromised (misal : setelah transplantasi sumsum) atau pasien gangguan absorpsi usus, dosis dapat ditingkatkan menjadi 400 mg. (lama pemberian disesuaikan dengan periode resiko dihapus saja, gak jelas artinya)
* Pengobatan herpes zoster : 800 mg, 5 kali sehari dengan interval 4 jam, selama 7 hari.

Anak-anak
* Anak-anak usia lebih dari 2 tahun : sama dengan dosis dewasa
* Anak-anak usia kurang dari 2 tahun : diberikan setengah dosis dewasa untuk pengobatan herpes simpleks dan profilaksis herpes simpleks.

 

EFEK SAMPING :

* Gatal-gatal / ruam kulit
* Gangguan gastrointestinal, termasuk : mual, muntah, diare, dan nyeri abdominal.
* Peningkatan sementara enzim-enzim yang berhubungan dengan bilirubin dan hati, sedikit peningkatan urea dan kreatinin darah; sakit kepala, reaksi neurologis dan fatigue.

 
PERINGATAN & PERHATIAN :

* Acyclovir pada wanita hamil hanya diberikan apabila pertimbangan manfaat lebih besar daripada risiko yang mungkin timbul.
* Hati-hati pemberian pada wanita yang sedang menyusui.
* Jangan diberikan melebihi dosis, frekuensi penggunaan, dan lamanya pengobatan yang dianjurkan.


INTERAKSI OBAT :

Probenecid meningkatkan t ½ obat dan AUC plasma.
 

PENYIMPANAN :

Simpan di tempat kering pada suhu 15o – 30o C, terlindung dari cahaya.


KEMASAN & NO REG. :

Acyclovir 400 mg tablet (1 box berisi 5 strip @ 10 tablet),
No. Reg. : GKL0108504810B1


PABRIK :


Hexpharm

 

ACYCLOVIR CREAM

CODE: F3

Harga Per Satuan Terkecil : Rp4,000.00

Untitled Document

ACYCLOVIR CREAM


KOMPOSISI

Tiap gram krim mengandung acyclovir 50 mg.

CARA KERJA OBAT

Acyclovir adalah nukleosida purin asiklik yang secara in vitro mempunyai aktivitas menghambat virus herpes simplex (HSV) tipe I dan HSV tipe II, Varicella Zoster, Epstein-Barr, dan Cytomegalovirus. Acyclovir diaktivasi oleh thymidine kinase virus herpes sehingga mengalami fosforilasi membentuk acyclovir trifosfat yang merupakan acyclovir bentuk aktif. acyclovir trifosfat akan mengganggu virus herpes simplex DNA polymerase dan menghambat replikasi DNA virus dan menghambat DNA polymerase selular.

INDIKASI

Pengobatan infeksi virus herpes simplex pada kulit dan selaput lendir, ' termasuk herpes genitalis yang inisial dan rekuren.

CARA PENGGUNAAN
Topikal

DOSIS DAN CARA PEMBERIAN

- Oleskan tipis-tipis hingga menutupi seluruh bagian kulit yang mengalami Iesisetiap3jam 6 kali sehari selama 7 hari.
- Ukuran dosis setiap pemberian akan tergantung pada luasnya daerah lesi.
- Pengobatan  akan  tercapai  dengan  baik jika  dimulai  pada  awal terjadinya tanda-tanda atau gejala infeksi.
- Gunakan sarung tangan karet saat mengoleskan krim acyclovir untuk mencegah autoinokulasi pada bagian tubuh yang lain atau menulamya InfeksL pada orang lain.

EFEK SAMPING

Nyeri ringan termasuk rasa terbakar sementara dan rasa yang menyengat. Reaksi lokal termasuk pruritus, rash, vulvitis, dan edema.

KONTRAINDIKASI

Untuk penderita yang hipersensitif terhadap acyclovir.

CARA PENYIMPANAN

Simpan dalam wadah tertutup rapat, di tempat sejuk. 
Kemasan dan Nomor Registrasi
Acyclovir 5%, tube 5 g krim
No. Reg. GKL9620919229A1

HARUS DENGAN RESEP DOKTER


INDOFARMA     ■ BEKASI - INDONESIA

 

ACYCLOVIR TABLET 200 MG INF

CODE: F1

Harga Per Satuan Terkecil : Rp550.00

Untitled Document

ACYCLOVIR

KOMPOSISI:

Tiap tablet mengandung Acyclovir 200 mg.
Tiap tablet mengandung Acyclovir 400 mg.

CARA KERJA OBAT

Acyclovir adalah analog nukleosida purin asiklik yang aktif terhadap virus Herpes simplex, Varicella zoster, Epstein-Barr dan Cytomegalovirus. Di dalam sel, acyclovir mengalami fosforilasi menjadi bentuk aktif acyclovir trifosfat yang bekerja menghambat virus herpes simplex DNA polymerase dan replikasi DNA virus, sehingga mencegah sintesa DNA virus tanpa mempengaruhi proses sel yang normal.

PERINGATAN DAN PERHATIAN

Acyclovir tidak boleh digunakan selama masa kehamilan kecuali bila manfaat yang didapat jauh lebih besar daripada resikonya baik terhadap ibu maupun janin.

Hati-hati pemberian pada wanita yang sedang menyusui.

EFEK SAMPING

Ruam kulit dan gangguan pencernaan seperti mual, muntah, diare dan sakit perut.

KONTRAINDIKASI

Penderita yang hipersensitif terhadap acyclovir.

CARA PENYIMPANAN

Simpan di tempat sejuk dan kering, terlindung dari cahaya.

KEMASAN

Acyclovir 200 mg, kotak 10 blister @ 10 tablet
Acyclovir 400 mg, kotak 10 blister @ 10 tablet

 

ACYCLOVIR TABLET 400 MG INF

CODE: F2

Harga Per Satuan Terkecil : Rp750.00

ACYCLOVIR 400 MG




KOMPOSISI:

Tiap tablet mengandung Acyclovir 400 mg


CARA KERJA :
Acyclovir adalah analog nukleosida purin asiklik yang aktif terhadap virus Herpes Simplex, Varicella zoster, Epstein-Barr dan Cytomegalovirus. Didalam sel Acclovir mengalami fosforilasi menjadi bentuk aktif Acyclovir tifosfat yang bekerja menghambat virus herpes simplex DNA polymerase dan replikasi DNA virus tanpa mempengaruhi proses sel yang niormal


PERINGATAN & PERHATIAN :
Acyclovir tidak buleh digunakan selama masa kehamilan kecuali bila manfaat yang didapat jauh lebih besar dari pada resikonya baik terhadap ibu maupun janin


EFEK SAMPING :
Ruam kulit dan gangguan pencernaan seperti mual, muntah, diare, dan sakit perut


KONTRA INDIKASI :
Penderita yang hipersensitif terhadap Acyclovir


INTERAKSI OBAT :
Probenecid meningkatkan T1/2 dan AUC Acyclovir


KEMASAN & NO REG. :
Kotak 10 blister @ 10 tablet, GKL 9520918210B1


PABRIK :
INDOFARMA

 

ACYCLOVIR TABLET 400 MG KF

Harga Per Satuan Terkecil : Rp850.00

ACYCLOVIR TABLET 400 MG




KOMPOSISI :
Acyclovir 400 mg


CARA KERJA OBAT :
Acyclovir merupakan antiviral agen dan menginhibisi pertumbuhan virus terutama herpes simplex dan varicella-zoster virus

INDIKASI :
- Infeksi yang disebabkan oleh virus herpes simplex pada kulit dan membran mukosa baik penyakit permulaan dan penyakit kambuhandari kerpes genital dan herpes zoster
- Perlindungan / mengatasi infeksi herpes simplex pada pasien imunocomprimissed


KONTRA INDIKASI :
Hipersensitif terhadap Acyclovir


DOSIS :
* Dewasa :
  - Pengobatan infeksi Herpes Simplex : 5xsehari 200 mg (setiap 4 jam) selama 5 hari
  - Supresion infeksi Herpes Simplex :4xsehari 200 mg (setiap 6 jam) selama5 hari
  - Pengobatan infeksi Herpes Zoster : 5xsehari 800 mg (setiap 4 jam) selama 7 hari


* Anak-anak :
Pengobatan infeksi virus herpes simplek dan propylaxis infeksi herpes simplex :
  - Kurang dari 2 tahun : 1/2 dari dosis dewasa
  - Lebih dari 2 tahun : sama dengan dosis dewasa


EFEK SAMPING :
Ruam merh pada kulit, efek neurogical, mual,muntah, diare dan efek gastrointensital lainnya


PERINGATAN & PERHATIAN :
Memperburuk fungsi ginjal, ketuaan. Sebaiknya tidak diberikan pada wanita hamil


INTERAKSI OBAT :
Probenecid : menaikkan waktu pwruh Acyclovir dan meningkatkan konsentrasi dalam plasma


KEMASAN & NO REG :
Dus 3 strip @ 10 tablet,  GKL 9812415010B1
Dus 5 strip @ 10 tablet,  GKL 9812415010B1
Dus 10 strip @ 10 tablet, GKL 9812415010B1


PABRIK :
KIMIA FARMA

 

Clinovir Cream

CODE: F4

Harga Per Satuan Terkecil : Rp26,150.00

Untitled Document
CLINOVIR KRIM®


KOMPOSISI :

Clinovir krim berwarna putih, mengandung 5% acyclovir


CARA KERJA OBAT :

Aktivitas inhibisi acyclovir tarhadap virus herpes human invitro dan in vivo, termasuk virus Herpes simplex (HSV) type 1 dan 2, virus Varicella zoster (VZV), virus Epstein-Barr (EBV) dan Cytomegalovirus (CMV) bersifat sangat selektit. Pada sel normal yang tidak terinteksi virus tersebut, enzim Timidin Kinasb (TK) tidak dapat menggunakan acyclovir sebagai substrat, sehingga acyclovir mempunyai toksisitas yang rendah terhadap sel hospes mamalia. Sedangkan TK yang disandikan oleh HSV, VZV dan EBV, secara berkesinambungan akan mengubah acyclovir difosfat dan akhirnya menjadi acyclovir trifosfat. Acyclovir  trifosfat yang  masuk  ke  dalam  DNA  virus  akan mengganggu polimerase DNA virus dan menghambat replikasi DNA virus.Sehingga rantai reaksi aKan beraKhir.


INDIKASI :

Clinovir® krim diindikasikan untuk pengobatan infeksi virus Herpes simplex pada kulit yang immuno compromised dan infeksi pada selaput lendir, termasuk Herpes genitalis dan Herpes labialis.


KONTRA INDIKASI :


Penderita yang hipersensitif terhadap acyclovir.


PERINGATAN DAN PERHATIAN :

Hanya digunakan untuk kulit, tidak boleh digunakan pada mulut, mata, atau vagina. Sebaiknya tidak digunakan untuk pencegahan infeksi virus Herpes simplex yang rekurens.


EFEK SAMPING :


Dapat timbul rasa panas yang bersifat sementara atau perih setelah penggunaan Clinovir®krim. Eritema atau pengenngan yang ringan dan pengelupasan kulit pada sebagian kecil penderita.


INTERAKSI OBAT :

Probenecid meningkatkan waktu paruh rata-rata acyclovir dan daerah di bawah kurva konsentrasi plasma waktu.


DOSIS DAN CARA PEMAKAIAN :


Gunakan Clinovir® krim 5 kali sehari dengan selang waktu 4 jam. Pengobatan harus dilakukan sedini mungkin, setelah timbulnya lesi yang merupakan gejala awal infeksi. Pengobatan diberikan selama 5 hari, tetapi bila penyembuhan belum tercapai pengobatan boleh dilanjutkan sampai 10 hari.


KEMASAN :

CLINOVIR8 Krim Tube berisi 5 gram No.
Reg. DKL 9321614529 A1


HARUS DENGAN RESEP DOKTER

Simpan pada suhu dibawah 25°C

 

Valtrex

CODE: F5

Harga Per Satuan Terkecil : Rp18,900.00

Untitled Document
VALTREX




GOLONGAN
GENERIK


Valaciclovir / Valasiklovir HCl.


INDIKASI

Herpes zoster, herpes simpleks.


KONTRA INDIKASI

Hipersensitivitas terhadap Asiklovir.


PERHATIAN

Kerusakan ginjal yang berarti.
Mempertahankan hidrasi yang mencukupi.


EFEK SAMPING


Sakit kepala ringan dan mual.
Insufisiensi ginjal, anemia hemolitikum mikroangiopati dan trombositopenia pada pasien dengan gangguan sistem imun berat pada pemakaian dosis tinggi & pemakaian jangka panjang tetapi juga terobservasi pada pasien yang tidak menggunakan Valasiklovir yang mempunyai kondisi pengobatan yang sama.


KEMASAN

Tablet salut selaput 500 mg x 6 x 7 biji.


DOSIS

# Herpes zoster : 3 kali sehari 1000 mg selama 7 hari.
# Herpes simpleks :
- pengobatan awal : 2 kali sehari 500 mg sampai selama 10 hari.
- pengobatan ulang : dosis sama tetapi hanya selama 5 hari.





 

Valvir

CODE: F6

Harga Per Satuan Terkecil : Rp13,950.00

Untitled Document
VALVIR



GOLONGAN
GENERIK


Valaciclovir / Valasiklovir HCl.


INDIKASI

Herpes zoster, herpes simplex tipe 1 & 2, varicella.


KONTRA INDIKASI

Hipersensitif.


EFEK SAMPING


Jarang: Sakit kepala, mual.


KEMASAN

Kaplet salut selaput 500 mg x 5 x 10's.


DOSIS

# Herpes zoster 3 x sehari 1000 mg selama 7 hari.
# Herpes simplex Episode pertama: 2 x sehari 1000 mg selama 7-10 hari. Episode kambuh: 2 x sehari 500 mg selama 5 hari. Penekanan pengobatan: sekali sehari 500 mg selama 6 bulan.
# Varicella Dewasa 3 x sehari 1000 mg selama 7 hari. Anak 20 mg/kg berat badan 3 x sehari selama 5 hari.




 

Pages:   1 2    Range:

Loading...