Apotek INDICA
Home Katalog My account Keranjang Belanja

Antibiotik

ANTIBIOTIKA



Antibiotika adalah segolongan senyawa, baik alami maupun sintetik, yang mempunyai efek menekan atau menghentikan suatu proses biokimia di dalam organisme, khususnya dalam proses infeksi oleh bakteri.

 

Berdasarkan mekanisme kerjanya antibiotik dapat digolongkan menjadi:

              I.      Antibakteri yang menghambat sintesis asam nukleat

§         Sulfonamid

§         Trimetoprim

§         Quinolon

§         Nitroimidazol

           II.      Antibakteri yang menghambat sintesis dinding sel

§         Penisillin

§         Cefalosporin

§         Vancomysin

         III.      Antibakteri yang menghambat sintesis protein

§         Aminoglikosida

§         Tetrasiklin

§         Makrolida

§         Kloramfenikol


SULFONAMIDA


Merupakan antibakteri yang efektif untuk infeksi sistemik yang pertama kali ditemukan. Namun, penggunaannya sekarang sudah jauh berkurang karena ditemukannya obat-obat baru yang lebih efektif dan kurang toksik. Sulfanolamida menghambat dihidropteroat sintetase secara kompetitif sehingga akan menghambat produksi folat yang dibutuhkan untuk sintesis DNA bakteri.

 

TRIMETOPRIM


Trimetoprim bekerja pada jalur metabolisme yang sama dengan sulfonamid, tetapi enzim yang dihambat adalah dihidrofolat reduktase. Kombinasi dengan sulfametoksasol bekerja sinergis terhadap bakteri tertentu terutama infeksi saluran nafas.

 

QUINOLON

Quinolon menghambat DNAgyrase, enzim yang memampatkan untaian panjang DNA bakteri menjadi bentuk supercoil yang hemat tempat. Quinolon penetrasinya ke sel dan jaringan bagus, bisa diberikan peroral dan toksisitasnya relatif rendah. Misalnya siprofloksasin merupakan salah satu anggota quinolon yang berspektrum luas.

 

NITROIMIDAZOL

Metronidazol bisa diberikan peroral dan intravena, aktif terhadap sebagian besar bakteri anaerob termasuk spesies Baacteroides. Metronidasol merupakan obat pilihan untuk beberapa infeksi protozoa seperti Entamoeba histolytica, Giardia lambia, Trichomonas vaginalis.

 

PENISILIN

Penisilin spektrum luas

Amoxicillin dan ampicillin efektif terhadap bakteri yang tidak menghasilkan β-laktamase dari gram +, dan karena lebih bisa menembus dinding bakteri gram- dibanding benzylpenisilin. Absorbsi oral amoxicillin lebih baik dibanding ampicillin. Meropenem merupakan senyawa carbapenem (struktur mirip penisilin) tetapi sangat tahan terhadap β-laktamase. Spektrum aktivitasnya luas tetapi tidak aktif terhadap beberapa strain Pseudomonas aeruginosa dan MRSA. Obat ini diberikan secara intravena.

 

CEFALOSPORIN


Golongan ini digunakan untuk terapi meningitis, septicaemia, dan pnemonia, farmakologi dan mekanismenya serupa dengan penisilin. Terkadang bisa menimbulkan reaksi alergi, dan sensitivitas silang dengan penisilin dapat terjadi. Contoh golongan cefalosporin adalah cefadroksil, ceftazidim, ceftriaxon, cefiksim. Ceftriaxon mempunyai waktu paruh lebih panjang diantara cefalosporin lainnya sehinggz cukup diberikan sekali sehari.

 

VANCOMYCIN

Merupakan antibiotik bakteridal yang tidak diabsorbsi peroral. Mekanisme kerjanya dengan menghambat pembentukan peptidoglikan dan aktif terhadap sebagian besar bakteri gram +. Vancomycin penting untuk pasien septicaemiaa dan endocarditis karena Methicillin Resisten Staphylococcus aureus (MRSA) dan merupakan antibiotik pilihan yang diberikan peroral untuk antibiotik associated pseudomembrannous collitis(komplikasi serius penggunaan antibiotik karena superinfeksi usus besar oleh Clostridium difficale yang menghasilkan toksin yang merusak mukosa kolon).

 

AMINOGLIKOSIDA


Pemberian harus injeksi karena sangat polar sehingga absorbsi peroralnya sangat jelek, bersifat bakterisidal dan efektif terhadap banyak bakteri gram – dan gram +. Aminoglikosida index terapinya sempit sehingga potensial toksik. Gentamisin merupakan aminoglikosida terpenting karena secara empiris bisa mengobati infeksi akut gram – yang mengancam nyawa. Misalnya infeksi Pseudoonas aeruginosa sebelum hasil kultur tes sensitivitas antibakteri keluar. Gentamisin diduga memiliki aksi sinergis dengan penisilin dan vancomycin sehingga kadang dikombinasi untuk streptococal endocarditis. Amikasin lebih tahan terhadap aminoglikosida-inactivating enzymes dan digunakan bila gentamisin telah resisten. Netilmicin diklaim kurang toksik dibanding gentamisin. Neomisin terlalu toksik unutk penggunaan parenteral sehingga hanya dipakai peroral untuk infeksi kulit dan secara oral atau lokal untuk sterilisasi saluran cerna sebelum operasi. Streptomysin efektif terhadap Mycobacterium tuberculosis, tetapi menyebabkan ototoksisitas, terutama pada terapi jangka panjang dan intensif, sehingga sekarang digantikan rifampicin.

 

TETRASIKLIN


Absorbsi tetrasiklin di saluran cerna menurun dengan pemberian calsium (susu), magnesium, besi dan makanan pada umumnya. Spektrumnya luas tetapi pada kebanyakan mikroorganisme tetrasiklin sudah digantikan obat lain.

 

KLORAMFENIKOL


Diberikan peroral atau injeksi intravena, berspektrum luas, tetapi sayangnya efek samping yang berat (aplasi sumsum tulang), hambatan produksi eritrosit dan leukosit yang reversibel (tergantung dosis), encefalopathy dan neuritis optik sehingga kloramfenikol jarang digunakan.

MAKROLIDA


Biasanya diberikan peroral tetapi eritromisin dan claritomisin bisa diberikan intravena bila perlu. Spektrum antimikrobanya serupa benzylpenicillin dan bisa digunakan sebagai obat alternatif pada pasien yang resisten penicillin.

Anda membutuhkan antibiotika ? Segera hubungi apotik online atau toko obat INDICA.

 

 

 

 

 

 

Pages:   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 ...    Range:
Sort by:    Product     Harga Per Satuan Terkecil     Default    

ABDIMOX

CODE: G57

Harga Per Satuan Terkecil : Rp2,500.00

Untitled Document
Abdimox



Amoksissilin trihidrat 500 mg/kaplet; Amoksisilin 1 g/vial injeksi.


Indikasi:

infeksi yang disebabkan bakteri gram positif dan negatif yang peka.


Kemasan:

Dos 10x10 kaplet; 10 vial injeksi.

 

ACLAM

CODE: G58

Harga Per Satuan Terkecil : Rp12,100.00

Untitled Document
ACLAM


GENERIK

Amoksisilin Trihidrat 500 mg, Kalium Klavulanat 125 mg.


INDIKASI

Infeksi saluran nafas atas & bawah, saluran kemih, gonore dimana penyebabnya adalah bakteri yang memproduksi penisilinase.


KONTRA INDIKASI


Hipersensitif terhadap Penisilin.


PERHATIAN

# Bayi yang lahir dari ibu sensitif terhadap Penisilin.
# Reaksi hipersensitif sebelumnya terhadap Sefalosporin atau alergen lainnya.
# Hamil, menyusui.
# Superinfeksi.


Interaksi obat :

Disulfiram.


EFEK SAMPING

Diare, mual, muntah, rasa tidak enak pada perut, sakit kepala, kemerahan kulit, urtikaria, vaginitis, kembung, kandidiasis, hepatitis sementara, kolestatik jaundice.


KEMASAN

Kaplet 15 biji


DOSIS

Dewasa & anak berusia > 12 tahun : 3 x sehari 250 mg.
Infeksi berat : 3 x sehari 500 mg.

 

AKILEN TABLET 400

CODE: G56

Harga Per Satuan Terkecil : Rp15,100.00

AKILEN TABLET 400
Film-coated tablet



KOMPOSISI :
Tiap tablet mengandung-Ofloksasin..................... 200mg/400mg


FARMAKOLOGI
:
AKILEN mengandung Ofloksasin, suatu fluorokinolon dengan spektrum anti bakteri yang luas terhadap bakteri Gram - Negatif, Gram Positif dan beberapa bakteri anaerob.


INDIKASI :
AKILEN diindikasikan untuk infeksi berat pada pada :
- Infeksi saluran Kemih.
- Uretritis dan servisitis gonokokal dan non gonokokal.
- Infeksi saluran pernafasan bagian bawah.
- Infeksi kuliat dan jaringan lunak.
- Infeksi kandungan, serta enteritis bakterial.


KONTRA - INDIKASI :
1. Hipersensitivitas terhadap Ofloksasin dan derifat kinolon
2. Wanita Hamil dan menyusui
3. Anak - anak sebelm masa pubertas


PERHATIAN :
1. Bila timbul reaksi hipersensitif dan gejala yang menyerupai syok pengobatan dihentikan.
2. Diberikan dengan hati - hati pada penderita dengan fungsi ginjal menurun, dan sesuaikan dosis terhadap beratnya disfungsi ginjal.penderita lanjut usia mungkin membutuhkan penurunan dosis karena biasanya bersihan kreatinin sudah menurun.
3. Hati - hati diberikan selama usia subur
4. Absorbsi di dalam usus akan berkurang bila diberikan bersama - sama dengan antasida yang mengandung aluminium atau magnesium hidroksida. karena itu diberikan 1-2jam sebelum atau sesudah ofloksasin.


DOSIS :
Dewasa
- Infeksi saluran kemih : 100-400mg, 2 kali sehari selama 1-10 hari. Untuk infeksi berat dan terkomplikasi : 600mg sehari diberikan selama 20 hari.
- Infeksi saluran pernafasan : 200-400mg, 2kali sehari
- Uretritis gonokokal dan servisitis yang tidak terkomplikasi (termasuk infeksi PPNG) : 200-600mg sebagai dosis tunggal
- Uretritis non gonokokal : 400mg sehari dosis tunggal atau dosis terbagi selama 9 hari
- Infeksi kulit dan jaringan lunak, infeksi kandungan, serta enteritis bakterial : 400mg sehari, selama 7 hari

Untuk penderita dengan penurunan fungsi ginjal, interval pemberian dosis diperpanjang menjadi 24jam bila bersihan kreatinin antara 20 - 80 ml/menit, dan diperpanjang menjadi 36 sampai 48 jam bila bersihan kretinin kurang dari 20 ml/menit


HARUS DENGAN RESEP DOKTER



KEMASAN :
AKILEN 200 : Dus isi 3strip @10 Tablet
AKILEN 400 : Dus isi 5strip @6 Tablet


PENYIMPANAN :
Simpan di tempat sejuk dan kering.


Dibuat oleh :
PT SANBE FARMA
Bandung - Indonesia

 

ALBIOTIN 150

CODE: G1

Harga Per Satuan Terkecil : Rp3,650.00

Untitled Document

A L B I O T I N

Klindamisina – HCl 300 mg, 150 mg.

INDIKASI :

Pengobatan infeksi serius yang disebabkan oleh bakteri anaerob,j mcga terhadap strain streptokokus, pneumo-kokus dan stafilokokus.

KONTRA INDIKASI :


Hipersensitivitas

DOSIS :


Dewasa : 150 – 300 mg tiap 6 jam
Anak : 8 – 16 mg /kgBB/hari,dibagi dalam 3- 4 dosis.
Untuk infeksi yang lebih serius : 16 – 20 mg/kgBB/hari,dibagi dalam 3 – 4 dosis

KEMASAN :


( HNA +) Dos 3 x 10 kapsul 150 mg, 3 x 10 kapsul 300 mg.

 

ALBIOTIN 300

CODE: G2

Harga Per Satuan Terkecil : Rp6,850.00

Untitled Document

A L B I O T I N


Klindamisina – HCl 300 mg, 150 mg.


INDIKASI :

Pengobatan infeksi serius yang disebabkan oleh bakteri anaerob,j mcga terhadap strain streptokokus, pneumo-kokus dan stafilokokus.

KONTRA INDIKASI :

Hipersensitivitas

DOSIS :

Dewasa : 150 – 300 mg tiap 6 jam
Anak : 8 – 16 mg /kgBB/hari,dibagi dalam 3- 4 dosis.
Untuk infeksi yang lebih serius : 16 – 20 mg/kgBB/hari,dibagi dalam 3 – 4 dosis

KEMASAN :

( HNA +) Dos 3 x 10 kapsul 150 mg, 3 x 10 kapsul 300 mg.

 

Amobiotic

CODE: G3

Harga Per Satuan Terkecil : Rp3,050.00

AMOBIOTIC


KOMPOSiSI:
Amobiotic® kapsul 250 mg. Tiap kapsul mengandung                   Amoksisilin trihidrat setara dengan 250 mg Amoksisilin
Amobiotic® kapsul 500 mg. Tiap kapsul mengandung                   Amoksisilin trihidrat setara dengan 500 mg Amoksisilin
Amobiotic® sirup kering. Tiap 5 ml sirup mengandung                 . Amoksisilin trihidrat setara dengan 125 mg Amoksisilin
Amobiotic® DS sirup kering. Tiap 5 ml sirup mengandung Amoksisilin trihidrat setara dengan 250 mg Amoksisilin

Amobiotic® drop. Tiap ml mengandung Amoksisilin trihidrat setara dengan 100 mg Amoksisilin

Amobiotic® injeksi 250 mg. Tiap vial mengandung Amoksisilin sodium setara dengan 250 mg Amoksisilin

Amobiotic® injeksi 500 mg. Tiap vial mengandung Amoksisilin sodium setara dengan 500 mg Amoksisilin

Amobiotic® injeksi 1000 mg. Tiap vial mengandung Amoksisilin sodium setara dengan 1000 mg Amoksisilin

DESKRIPSI;
Amoksisilin trihidrat merupakan serbuk kristai berwarna putih atau hampir putih Sedikit arut dalam air, dalam metil alkohol. dan dalam alkohol praktis tidak larut dalam karbon tetrakloridada, kloroform, eter, dan fixed oil. Larut dalam cairan asam dan basa hidroksida encer. Larutan 0 2 %
dalam air mempunyai pH 3,5 - 6,0.                                                                          
                                                         
Sediaan Amobiotic® mengandung Amoksisilin trihidrat yang setara dengan Amoksisilin 250 mg untuk Amobiotic® Kapsul 250 mg dengan warna kapsul merah muda - hitam, mempunyai ukuran kapsul no. 2 dan logo BERNO-BERNO. Amoksisilin trihidrat yang setara dengan Amoksisilin 500 mg untuk Amobiotic® Kapsul 500 mg dengan warna kapsul buff-maroon / flesh op - choc coklat on mempunyai ukuran kapsul no. 0 dan logo BERNO-BERNO, Amoksisilin Irihidrat yang setara dengan Amoksisilin 125 mg / 5ml untuk Amobiotic® Syrup kering dengan warna sebuk putih, mempunyai rasa manis dan bau strawberry, Amoksisilin trihidrat yang setara dengan Amoksisilin 250 mg / 5ml untuk Amobiotic® DS Syrup kering dengan warna serbuk putih, mempunyai rasa manis dan bau strawberry Amoksisilin trihidrat yang setara dengan Amoksisilin 100 mg/ml untuk Amobiotic® Drop dengan warna serbuk putih mempunyai rasa manis dan bau strawberry dan Amoksisilin sodium yang setara dengan Amoksisilin 250 mg / vial, 500 mg / vial dan 1000 mq / vial untuk Amobiotic® Injeksi 250 mg, 500 mg dan 1000 mg dengan warna serbuk putih.

FARMAKOLOGI:
Farmakodinamik:
Amobiotic® merupakan antibiotik Penisiiin semisintetik spektrum luas dengan aktivitas antibakteri yang luas Secara klinik sangat efektif menghambat bakten baik bakteri Gram positif seperti Streptococcus pycgones, Streptococcus viridans. Streptococcus faecatis Streptococcuspneumoniae, Corynebacterium, Staphylococcus aureus, Ciosthdium sp.. Bacillus anihracis, dan bakteri Gram negatif seperti Netssena gonorrhoeae, Neisseria meningitidis, Haemophilus influenzae, Escherlchia coll, Salmonella sp Shlgelta sp Proteus mirabllis Brucella sp.. kecuali bakteri yang menghasilkan enzirn penisilinase. Farmakokinetik:
Amobiotic® diabsorpsi dengan sangat baik dan menghasilkan kadar serum yang tinggi walaupun terdapat makanan di dalam lambung Pada pemberian dosis tinggi menghasilkan pemngkatan kadar serum. Pasien dengan keadaan fungsi ginjal normal dapat mencapai kadar obat dalam darah yang lebih tinggi dan waklu obat dalam darah yang diperpanjang bila diberikan secara bersamaan dengan Probenesid. Amobiotic® diekskresi melalui urine dalam bentuk tidak diubah sebanyak > 60% dalam waktu 6 jam.

INDIKASI:
Amobiotic® diindikasikan untuk:
Infeksi saluran pemapasan bagian atas: tonsillitis, faringitis, laringitis, sinusitis, otitis media, dsb. infeksi saluran penapasan bagian bawah ; bronchitis akut. bronchitis kronik. bronkiektasis, pneumonia dsb infeksi saluran urine: sistitis. pielonefritis. gonorrhoeae, uretritis non-gonococcal, uretritis gonococcal, dsb. Infeksi kulii dan jaringan lunak: selulitis. luka - luka, karbunkei, furunkulosis, dsb,
Amobiotic® Injeksi diindikasikan jika Amobiotic® oral tidak dapat diberikan pada infeksi yang sensitif terhadap Amoksisilin termasuk demam Sifoid, paratifoid dan meningitis.

DOSIS DAN CARA PEMBERIAN:
Amobiotic®-250kapsul             :

 Dewasa:
1 - 2 kapsul Amobiotic® 3 kali seharv Amobiotic® -500 kapsul  
           :
 Dewasa :
1 - 2 kapsul Amobiotic® 3 kali sehari
Gonorrhoeae : 3 gram Amobiotic® (6 kapsul) sebagai dosis tunggal atau terbagi dalam 2 kali
pemberian. Amobiotic® simp kering             :

Anak-anak:
125 mg Amobiotic® (1 sendok takar) 3 kali sehari, dosis dapat dinaikkan menjadi
250 mg Amobiotic® 3 kali sehan untuk infeksi yang lebih parah Amobiotic® DS sirup kering       :

 Anak - anak:
7 -13 th: 250 - 500 mg tiap 8 jam.

Amobiotic® Injeksi                     :
 Dewasa:
Injeksi IM        : 500 mg tiap 8 jam atau frekuensi dapat ditambah bila diperlukan pada infeksi parah
injeksi IV          :1 gram tiap 6jam,
Anak-anak:
Injeksi IV          : 50 -100 mg/kg BB/hari dalam dosis terbagi tiap 6 jam. Larutan harus diberikan segera
setelah direkonstitusi.
Dosis total Amobiotic® untuk dewasa dalam sehari tidak boleh melebihi 6 gram sehari atau 100
mg/kg/hari.

KONTRA INDIKASI:
-    Amobiotic® tidak boleh diberikan pada pasien yang hipersensitif terhadap Penisilin dan komponen lainnva yanq terdapat dalam Amobiotic8,
-    Selama periode neonatal Amobiotic® tidak boleh diberikan pada bayi yang ibunya hipersensitif terhadap Penisilin.

PERINGATAN DAN PERHATIAN :                                                                                      

 

-    Pasien yang hipersensitif terhadap Penisilin atau diketahui memiliki riwayat aiergi terhadap Penisilin
-    Keamanan penggunaan pada ibu hamil belum diketahui secara pasti.
-    Pada pemakaian dalam jangka waktu yang lama dan dengan dosis tinggi kemungkinan dapat menyebabkan terjadinya super infeksi yanq disebabkan oleh Candida enterobacter. Pseudomonas.
-    Pada pemakaian jangka panjang dengan menggunakan dosis tinggi harus dilakukan pemeriksaan ginjal dan hati.

 INTERAKSI OBAT:
-    Pembenan bersama dengan Kloramfenikoi, Erifromisin, Sulfonamid atau Tetrasikiin dapat menghambat efek bakterisid.
-    Pemberian bersama dengan Probenesid dapat menurunkan sekresi tubular ginjal dan menghasilkan Deningkaian tekanan darah atau keracunan Amoksisilin.

EFEKSAMPING:
-    Reaksi hipersensitifitas : urtikaria, eritema, dermatitis eksfoliatif. Reaksi yang sangat serius adalah reaksi anafilaksis (terutama pada pembenan injeksi) dapat |uga menyebabkan terjadinya serum sickness.
-    Reaksi aiergi pada penderita yang peka dapat menyebabkan terjadinya urtikaria, rash, gangguan saluran pemapasan
-    Sistem hsmaiopoietik dan limfotik: anemia, eosinofilia, trombositopenia purpura, leukopenia dan aqranulositosis.

CARA PENYIAPAN SIRUP KERiNG DAN INJEKSI:                                                                  
-    Untuk mambuat larutan Amobiotic® sirup kering dan Amobiotic® DS Sirup kering
Tambahkan 50 ml aquadest ke dalam botol. Kocok sampai rata hingga terbentuk suspensi, Bentuk suspensi ini tahan selama 7 had Kocok dahulu sebelum digunakan.
-    Untuk membuat larutan Amobiotic® drop
lambahkan 8 ml aquadest ke dalam botol. Kocok sampai rata dan terbentuk suspensi. Bentuk suspensi ini tahan sela,ma 7 hari Kocok dahulu sebelum digunakan.
-    Untuk membuat larutan Amobiotic® injeksi = Untuk pemberian secara IV:
Amobiotic®1000:
Tambahkan 40 ml aquadest pro injeksi ke dalam vial. Kocok sampai rata dan terbentuk larutan susDensi. Disuntikan secara perlahan
melalui pembuluh vena (.3 -4 menit). = Untuk secara infus:
Amobiotic® 1000
Tambahkan 100 ml cairan infus dan diberikan secara perlahan - lahan dalam waktu 20 - 30 menit = Untuk pemberian secara IM:
Amobiotic®1000
Tambahkan 5 ml aqua pro inieksi. Kocok sampai rata dan terbentuk larutan suspensi KEMASAN:
Amobiotic® kapsul 250 mg Amobiotic® kapsul 500 mg Amobiotic® sirup kering Amobiotic® DS sirup kering Amobiotic® drop Amobiotic® Injeksi 250 mg Amobiotic® Injeksi 500 mg Amobiotic® Injeksi 1000 mg
Dus, 10 strip @ 10 kapsul Dus, 10 strip® 10 kapsul Dus, botol k 60 mi Dus, botol®60ml Dus, botol @ 10 ml Dus, 10vial@250mg Dus,10vial@500mg Dus,10vial@1000mg
No. Reg.    DKL3302300401A1
No. Reg.    DKL8302300401B1
No. Reg.    DKL7802300438A1
No. Reg.    DKL9302300438B1
No. Reg.    D 7813001
No. Reg.    DKL9902328044A1
No. Reg.    DKL9902328044B1
No. Reg.    DKL9902328044C1
SIMPAN PADA SUHU KAMAR (25 - 30)*C DAN TEMPAT KERING, TERUNDUNG DARI CAHAYA
HARUS DENGAN RESEP DOKTER
Drproduksi oleh: PT BERNOFARM Sidoarjo - Indonesia
Tanggal Revisi: 12/03/03
Amobiotic® adalah merekdagang dan PT BERNOFARM
UNTUK KETERANGAN LEBIH LAN JUT:
e-mail: bernoeth(5}cbn.net.id PO. BOX. 4037 JKP10040

 

Amoxicillin 250

CODE: G6

Harga Per Satuan Terkecil : Rp350.00

Untitled Document

AMOXICILLIN

 




KOMPOSISI :

Tiap kapsulmengandung Amoxicillin Anhidrat 250 mg
Tiap kaplet mengandung Amoxicillin Anhidrat 500 mg


CARA KERJA OBAT :


Amoxicillin adalah senyawa Penisilina semisintetik dengan aktivitas antibakteri spektrum luas yang bersifat bakterisid, efektif terhadap sebagian besar bakteri gram positip dan beberapa gram negatip yang patogen. Bakteri patogen yang sensitif terhadap Amoxicillin antara lain : Staphylococci, Streptococci, Enterococci, S. pneumoniae, N. gonorrhoeae, H influenzas, E. coli, dan P. mirabiiis. Amoxicillin kurang efefktif terhadap species Shigella dan bakteri penghasil beta laktamase.
 


INDIKASI :

Infeksi yang disebabkan oleh kuman-kuman gram positip dan gram negatip yang peka terhadap Amoxicillin, seperti infeksi pada saluran pernapasan bagian atas, otitis media, bronchitis akut dan kronik, pneumonia cystitis, urethris, pyelonephritis, gonorhea yang tidak terkomplikasi, infeksi kulit dan jaringan lunak.


DOSIS :

Disesuaikan dengan jenis dan beratnya infeksi


- Anak-anak dengan berat badan kurang dari 20 kg : 20-40 mg/kg berat badan per hari dibagi dalam 3 dosis.
- Dewasa dan anak dengan berat badan di atas 20 kg : sehari 750-1500 mg dalam dosis terbagi, diberikan tiap 8 jam sebelum makan.
- Pada infeksi yang lebih berat digunakan dosis yang lebih besar atau menurut petunjuk dokter.
- Untuk gangguan ginjal dengan kreatinin klirens 10 ml/menit, dosis tidak boleh lebih dari 500 mgtiap 12 jam.
- Untuk gonorhea yang tidak terkomplikasi: Dewasa : 3 gram Amoxicillin dosis tunggal.


Anak-anak pra pubertas : 50 mg/kg BB Amoxicillin + 25 mg /kg BB Probenecid diberikan bersama dalam dosis tunggal.
 


PERINGATAN DAN PERHATIAN :

- Penggunaan dosis tinggi dalam jangka lama dapat menimbulkan super infeksi (biasanya disebabkan Enterobacter, Pseudomonas, S. aureus, Candida) terutama pada saluran gastro intestinal.
- Pemakaian pada wanita hamil belum diketahui keamanannya dengan pasti.
- Hafi - hati pemberian pada wanita menyusui daparmenyebabkan sensitifitas pada bayi.
- Pada kasus gonorhea : hati-hati penggunaan pada anak-anak karena probenecid dikontra-indikasikan untuk anak-anak dibawah 2 tahun.
- Pengobatan dengan Amoxicillin dan jangka waktu yang lama harus disertai dengan pemeriksaan terhadap fungsi ginjal, hati dan darah.


EFEK SAMPING :

- Pada pasien yang hipersensitif dapat terjadi reaksi alergi seperti urticaria, ruam kulit, angioedema dan gangguan saluran cerna seperti diare, mual, muntah, glositis dan stomatitis.
- Kemungkinan reaksi anafilaksi.


KONTRA INDiKASI :

- Penderita yang hipersensitif terhadap Penicillin dan turunannya.
- Bayi baru lahir dimana ibunya hipersensitif terhadap Penicillin atau turunannya.
- Jangan digunakan untuk pengobatan meningitis atau infeksi pada tulang sendi karena Amoxicillin oral tidak menembus ke dalam cairan cerebrospinal atau sinovial.


INTERAKTIF OBAT :

- Probenecid memperiambat ekskresi Amoxicillin
- Penggunaan bersama-sama allopurinol dapat meningkatkan terjadinya reaksi kulit.


CARA PENYIMPANAN :

Simpan di tempat sejuk dan kering, terlindung dari cahaya.


KEMASAN :


Amoxicillin kapsul 250 mg dus 10 strip @ 10 kapsul No. Reg. GKL 0007113501 A1
Amoxicillin kapiet 500 mg dus 10 strip @ 10 kaplet No. Reg. GKL 0007113604 A1
 


Harus dengan resep dokter.

PRODUKSI P.T. FIRST MEDIPHARMA
Sidoarjo - Indonesia
 

Amoxicillin 500

CODE: G4

Harga Per Satuan Terkecil : Rp500.00

Out of stock

Untitled Document

AMOXICILLIN




KOMPOSISI :

Tiap kapsulmengandung Amoxicillin Anhidrat 250 mg
Tiap kaplet mengandung Amoxicillin Anhidrat 500 mg


CARA KERJA OBAT :


Amoxicillin adalah senyawa Penisilina semisintetik dengan aktivitas antibakteri spektrum luas yang bersifat bakterisid, efektif terhadap sebagian besar bakteri gram positip dan beberapa gram negatip yang patogen. Bakteri patogen yang sensitif terhadap Amoxicillin antara lain : Staphylococci, Streptococci, Enterococci, S. pneumoniae, N. gonorrhoeae, H influenzas, E. coli, dan P. mirabiiis. Amoxicillin kurang efefktif terhadap species Shigella dan bakteri penghasil beta laktamase.
 


INDIKASI :


Infeksi yang disebabkan oleh kuman-kuman gram positip dan gram negatip yang peka terhadap Amoxicillin, seperti infeksi pada saluran pernapasan bagian atas, otitis media, bronchitis akut dan kronik, pneumonia cystitis, urethris, pyelonephritis, gonorhea yang tidak terkomplikasi, infeksi kulit dan jaringan lunak.


DOSIS :



Disesuaikan dengan jenis dan beratnya infeksi


-
Anak-anak dengan berat badan kurang dari 20 kg : 20-40 mg/kg berat badan per hari dibagi dalam 3 dosis.
-
Dewasa dan anak dengan berat badan di atas 20 kg : sehari 750-1500 mg dalam dosis terbagi, diberikan tiap 8 jam sebelum makan.
-
Pada infeksi yang lebih berat digunakan dosis yang lebih besar atau menurut petunjuk dokter.
-
Untuk gangguan ginjal dengan kreatinin klirens 10 ml/menit, dosis tidak boleh lebih dari 500 mgtiap 12 jam.
-
Untuk gonorhea yang tidak terkomplikasi: Dewasa : 3 gram Amoxicillin dosis tunggal.

Anak-anak pra pubertas : 50 mg/kg BB Amoxicillin + 25 mg /kg BB Probenecid diberikan bersama dalam dosis tunggal.
 


PERINGATAN DAN PERHATIAN :

- Penggunaan dosis tinggi dalam jangka lama dapat menimbulkan super infeksi (biasanya disebabkan Enterobacter, Pseudomonas, S. aureus, Candida) terutama pada saluran gastro intestinal.
- Pemakaian pada wanita hamil belum diketahui keamanannya dengan pasti.
- Hati - hati pemberian pada wanita menyusui daparmenyebabkan sensitifitas pada bayi.
- Pada kasus gonorhea : hati-hati penggunaan pada anak-anak karena probenecid dikontra-indikasikan untuk anak-anak dibawah 2 tahun.
- Pengobatan dengan Amoxicillin dan jangka waktu yang lama harus disertai dengan pemeriksaan terhadap fungsi ginjal, hati dan darah.



EFEK SAMPING :


- Pada pasien yang hipersensitif dapat terjadi reaksi alergi seperti urticaria, ruam kulit, angioedema dan gangguan saluran cerna seperti diare, mual, muntah, glositis dan stomatitis.
- Kemungkinan reaksi anafilaksi.



KONTRA INDiKASI :


- Penderita yang hipersensitif terhadap Penicillin dan turunannya.
- Bayi baru lahir dimana ibunya hipersensitif terhadap Penicillin atau turunannya.
- Jangan digunakan untuk pengobatan meningitis atau infeksi pada tulang sendi karena Amoxicillin oral tidak menembus ke dalam cairan cerebrospinal atau sinovial.


INTERAKTIF OBAT :

- Probenecid memperiambat ekskresi Amoxicillin
- Penggunaan bersama-sama allopurinol dapat meningkatkan terjadinya reaksi kulit.


CARA PENYIMPANAN :

Simpan di tempat sejuk dan kering, terlindung dari cahaya.


KEMASAN :

Amoxicillin kapsul 250 mg dus 10 strip @ 10 kapsul No. Reg. GKL 0007113501 A1
Amoxicillin kapiet 500 mg dus 10 strip @ 10 kaplet No. Reg. GKL 0007113604 A1
 


Harus dengan resep dokter.

PRODUKSI P.T. FIRST MEDIPHARMA
Sidoarjo - Indonesia
 

Amoxicillin Syrup

CODE: G5

Harga Per Satuan Terkecil : Rp4,000.00

AMOXICILLIN





KOMPOSISI :

Tiap ml syrup mengandung :

Amoxicillin (sebagai Trihidrat) 125 mg


CARA KERJA OBAT :


Amoxicillin adalah senyawa Penisilina semisintetik dengan aktivitas antibakteri spektrum luas yang bersifat bakterisid, efektif terhadap sebagian besar bakteri gram positip dan beberapa gram negatip yang patogen. Bakteri patogen yang sensitif terhadap Amoxicillin antara lain : Staphylococci, Streptococci, Enterococci, S. pneumoniae, N. gonorrhoeae, H influenzas, E. coli, dan P. mirabiiis. Amoxicillin kurang efefktif terhadap species Shigella dan bakteri penghasil beta laktamase.


CARA MEMBUAT LARUTAN :
Tambahkan 50 ml larutan Aquadest kemudian dikocok sampai rata.
Bentuk larutan ini tahan 1 minggu.

 

INDIKASI :

Infeksi yang disebabkan oleh kuman-kuman gram positip dan gram negatip yang peka terhadap Amoxicillin, seperti infeksi pada saluran pernapasan bagian atas, otitis media, bronchitis akut dan kronik, pneumonia cystitis, urethris, pyelonephritis, gonorhea yang tidak terkomplikasi, infeksi kulit dan jaringan lunak.


DOSIS :

Disesuaikan dengan jenis dan beratnya infeksi - Anak-anak dibawah 7 tahun : 20-40 mg/kg berat badan sehari dibagi dalam 8 jam interval.
- Anal-anak 7-13 tahun : 250-500 mg tiap 8 jam

PERINGATAN DAN PERHATIAN :

- Penggunaan dosis tinggi dalam jangka lama dapat menimbulkan super infeksi (biasanya disebabkan Enterobacter, Pseudomonas, S. aureus, Candida) terutama pada saluran gastro intestinal.
- Pemakaian pada wanita hamil belum diketahui keamanannya dengan pasti.
- Hati - hati pemberian pada wanita menyusui daparmenyebabkan sensitifitas pada bayi.
- Pada kasus gonorhea : hati-hati penggunaan pada anak-anak karena probenecid dikontra-indikasikan untuk anak-anak dibawah 2 tahun.
- Pengobatan dengan Amoxicillin dan jangka waktu yang lama harus disertai dengan pemeriksaan terhadap fungsi ginjal, hati dan darah.


EFEKSAMPING :


- Pada pasien yang hipersensitif dapat terjadi reaksi alergi seperti urticaria, ruam kulit, angioedema dan gangguan saluran cerna seperti diare, mual, muntah, glositis dan stomatitis.
- Kemungkinan reaksi anafilaksi.


KONTRA INDIKASI :


- Penderita yang hipersensitif terhadap Penicillin dan turunannya.
- Bayi baru lahir dimana ibunya hipersensitif terhadap Penicillin atau turunannya.
- Jangan digunakan untuk pengobatan meningitis atau infeksi pada tulang sendi karena Amoxicillin oral tidak menembus ke dalam cairan cerebrospinal atau sinovial.


INTERAKTIF OBAT :


- Probenecid memperiambat ekskresi Amoxicillin
- Penggunaan bersama-sama allopurinol dapat meningkatkan terjadinya reaksi kulit.


CARA PENYIMPANAN :


Simpan di tempat sejuk dan kering, terlindung dari cahaya.


KEMASAN :AMOXICILLIN SYRUP KERING

PERHATIAN :
HARUS DENGAN RESEP DOKTER
Simpan pada suhu kamar (25-30) derajat celcius dan tempat kering


KEMASAN & NO REG. :

kemasan : Botol syrup kering 60 ml
no reg. : GKL 9202316238 A1


PABRIK :

BERNOFARM

 

Pages:   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 ...    Range:

Loading...