Apotek INDICA
Home Katalog My account Keranjang Belanja

Asam Urat

ASAM URAT

 

Gout atau asam urat


merupakan penyakit yang ditandai oleh kelebihan asam urat dalam darah. Kelebihan asam urat ini mengarah pada pembentukan kristal urat yang akan tertimbun dalam jaringan tubuh terutama sendi. Ketika kristal urat ini masuk ke dalam sendi akan mengakibatkan serangan berulang dalam bentuk peradangan sendi (arthritis). Gout kronik juga dapat mengakibatkan timbunan yang keras di dalam maupun diluar sendi dan dapat menyebabkan kerusakan sendi, menurunkan fungsi ginjal dan menyebabkan terjadinya batu ginjal. Penyakit gout memiliki perbedaan yang unik dari setiap orang. Hal ini berhubungan dengan keabnormalan tubuh dalam memetabolisme asam urat. Asam urat merupakan produk metabolisme purin dan pada manusia biasanya diekskresi bersama air seni. Secara normal setiap individu memproduksi 600 – 800 mg asam urat setiap hari dan diekskresi 600 mg dalam urin. Individu yang mengeluarkan kurang dari 600 mg pada diet purin diangggap overproduksi asam urat dimana kadar asam urat normal laki-laki < 7 mg/dl dan perempuan < 6 mg/dl.

Umumnya gout menyerang ibu jari kaki, tetapi juga mungkin terjadi di kaki, pergelangan kaki, pergelangan tangan, jemari, siku. Gejalanya meliputi rasa nyeri hebat yang terjadi tiba-tiba, sehingga menimbulkan kesulitan berjalan. Persendian yang terkena menjadi nyeri, kemerahan, bengkak dan terasa hangat. Serangan gout terjadi beberapa jam sehari. Ketika serangan itu terjadi, badan terasa menggigil, demam, sakit. Jika tidak segera diobati, gejala-gejala itu akan memburuk dan menyebabkan kecacatan.

 

Gejala Asam Urat

  • Kesemutan dan linu
  • Nyeri terutama malam hari atau pagi hari saat bangun tidur
  • Sendi yang terkena asam urat terlihat bengkak, kemerahan, panas dan nyeri luar biasa pada malam dan pagi.


PENGOBATAN GOUT / ASAM URAT


Terapi non obat

-      pasien disarankan mengurangi asupan makanan yang mengandung tinggi purin (misalnya organ, kacang-kacangan), alkohol dan menurunkan berat badan bila obesitas.

Terapi obat

Indometazin dan NSAID (Non-Steroid Anti Inflammatory Drugs) lainnya

Indometasin sama efektifnya dengan kolkisin pada terapi akut gout arthritis dan lebih banyak digunakan karena toksisitas akut pada saluran pencernaan terjadi lebih kecil dibandingkan kolkisin.

Regimen dosis NSAID untuk pengobatan gout akut :

Nama obat

Dosis dan frekuensi pemberian

Fenoprofen

800 mg tiap 6 jam

Flurbiprofen

100 mg 4 kali sehari selama 1 hari. Dilanjutkan 50 mg 4 kali sehari

Ibuprofen

600 – 800 mg  4 kali sehari

Ketoprofen

50 mg 4 kali sehari atau 75 mg 3 kali sehari

Meclofenamat

100 mg 3-4 kali sehari

Naproxen

Dosis awal 750. kemudian 250 tiap 8 jam

Piroxicam

40 mg dalam dosis terbagi

Sulindac

200 mg 2 kali sehari

tolmetin

400 mg 3-4 kali sehari

 

 

Beberapa NSAIDs (NonSteroid Antiinflamasi Drugs) yang lain efektif untuk mengatasi inflamasi gout akut. Penggunaan NSAIDs perlu diperhatikan pada individu dengan riwayat tukak peptik, gagal jantung, gagal ginjal dan penyakit jantung koroner.

 

Kolkisin

Kolkisin sering diberikan dalam dosis oral dengan dosis awal 1 mg, dilanjutkan 0,5 mg setiap 2 jam sampai gejala berkurang atau sampai pasien mengalami mual atau diare. Dimana total dosis pemberian 8 mg. Masalah utama pemberian kolkisin adalah gangguan pencernaan 50% – 80% pasien setelah pemberian kolkisin setelah serangan. Kolkisin sebaiknya diberikan kontinyu tiap 7 hari setelah pemberian terapi oral untuk mengurangi resiko toksisitas sumsum tulang. Dosis dikurangi 50% pada pasien dengan klirens kreatinin antara 10-50 ml/menit.

 

Glukokortikoid

Glukokortikoid seperti prednisone, metilprednisolon digunakan untuk serangan akut arthritis. Prednisone 30-60 mg peroral sehari sekali mungkin digunakan pada pasien dengan komplikasi sendi. Pemberian dosis harus bertahap.

Triamsinolon hexacetinoid 20 – 40 mg diberikan intra-artikular berguna untuk serangan akut pada salah satu sendi.

 

Probenesid dan sulfinpyrazone

Probenesid dan sulfinpyrazone meningkatkan klirens ginjal untuk mengeluarkan asam urat dengan menghambat reabsorbsi asam urat di tubular ginjal. Probenesid diberikan dengan dosis awal 250 mg dua kali sehari selama 1-2 minggu, kemudian 500 mg dua kali sehari selama 2 minggu. Dosis awal sulfinpirazon 50 mg dua kali sehari selama 3-4 minggu, kemudian 100 mg dua kali sehari, ditingkatkan dosis sehari dengan peningkatan 100 mg tiap minggu sampai 800 mg per hari.

 

Allopurinol

Allopurinol merupakan inhibitor xantin oksidase dengan menghambat pembentukan hipoxantin menjadi xantin dan xantin menjadi asam urat. Karena waktu paruhnya yang panjang, allopurinol dapat diberikan sehari sekali. Allopurinol merupakan obat pilihan antihiperurisemia pada pasien dengan riwayat batu urat atau gangguan fungsi ginjal.

 

Makanan yang Dihindari (mengandung banyak purin)

  • Lauk pauk seperti jeroan, hati, ginjal, limpa, babat, usus, paru dan otak.
  • Makanan laut seperti udang, kerang, cumi, kepiting.
  • Makanan kaleng seperi kornet dan sarden.
  • Daging, telur, kaldu atau kuah daging yang kental.
  • Kacang-kacangan seperti kacang kedelai (termasuk hasil olahannya seperti tempe, tauco, oncom, susu kedelai), kacang tanah, kacang hijau, tauge, melinjo, emping.
  • Sayuran seperti daun bayam, kangkung, daun singkong, asparagus, kembang kol, buncis.
  • Buah-buahan seperti durian, alpukat, nanas, air kelapa.
  • Minuman dan makanan yang mengandung alkohol seperti bir, wiski, anggur, tape, tuak.

 

 

Pages:   1 2 3    Range:
Sort by:    Product     Harga Per Satuan Terkecil     Default    

ALGUT

CODE: I 1

Harga Per Satuan Terkecil : Rp3,350.00

ALGUT

 



KOMPOSISI :

Allopurinol 300 mg.


INDIKASI :

Artritis encok,tofi kulit dan atau perlibatan ginjal melalui penimbunan kristal atau pembentukan batu.


DOSIS :


Dewasa : 2- 10 mg/kg BB atau 100 – 200 mg sehari pada keadaan ringan ; 300 – 600 mg sehari pada keadaan cukup parah ; 700 – 900 mg setiap hari pada keadaan yang parah.Anak dibawah 15 tahun : 10 – 20 mg/kg BB,atau 100 – 400 mg sehari.Penggunaan pada anak jarang dilakukan, kecuali pada keadaan yang sangat gawat (terutama leukemia) dan kerusakan enzim tertentu seperti sindrom Leschnyhan.Kerusakan ginjal perlu dipertimbangkan secara khusus dengan dosis maksimum 100 mg sehari.Pada kerusakan ginjal yang parah, dosis yang dianjurkan kurang dari 100 mg sehari dengan interval lebih panjang dari 1 hari dialysis : 300 – 400 mg segera sesudah dialysis.


KEMASAN :

( HNA + ) Dos 30 tablet .

 

 

ALLOPURINOL

CODE: I 2

Harga Per Satuan Terkecil : Rp150.00

Allopurinol

 



Komposisi :


Tiap tablet mengandung Alopurino 100 mg.


Cara Kerja Obat :


Alopurinol adalah obat penyakit pirai (gout) yang dapat menurunkan kadar asam urat dalam darah. Alopurinol bekerja dengan menghambat xantin oksidase yaitu enzim yang dapat mengubah hipoxantin menjadi xantin, selanjutnya mengubah xantin menjadi asam urat. Dalam tubuh Alopurinol mengalami metabolisme menjadi oksipurinol (alozantin) yang juga bekerja sebagai penghambat enzim xantin oksidase. Mekanisme kerja senyawa ini berdasarkan katabolisme purin dan mengurangi produksi asam urat, tanpa mengganggu biosintesa purin.


Indikasi :

Gout dan hiperurisemia.


Posologi :

* Dewasa : Dosis awal 100 mg sehari dan ditingkatkan setiap minggu sebesar 100 mg sampai dicapai dosis optimal. Dosis maksimal yang dianjurkan 800 mg sehari.Pasien dengan gangguan ginjal 100 - 200 mg sehari.
*
Anak 6- 10 tahun : Bila disertai penyakit kanker, dosis maksimal 300 mg sehari.
* Anak dibawah 6 tahun :Dosis maksimal 150 mg sehari.


Dosis tergantung individu, sebaiknya diminum sesudah makan. Pemeriksaan kadar asam urat serum dan fungsi ginjal membantu penetapan dosis efektif minimum, untuk memelihara kadar asam urat serum < 7 mg/dl pada pria dan < 6 mg/dl pada wanita.


Peringatan dan Perhatian :


Hati-hati pemberian pada penderita yang hipersensitif dan wanita hamil.
Hindari penggunaan pada penderita dengan gagal ginjal atau penderita dengan hiperurisemia asimptomatik.
Hentikan pengobatan dengan Alopurinol bila timbul kemerahan kulit atau demam.
Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan katarak.
Selama pengobatan dianjurkan melakukan pemeriksaan mata secara   berkala, hentikan   penggunaan   bila  terjadi   gejala kerusakan lensa mata.
Penggunaan pada wanita hamil, hanya bila ada pertimbangan manfaat dibandingkan resikonya.
Alopurinol dapat meningkatkan frekuensi serangan artritis gout akut  sehingga  sebaiknya  obat  anti inflamasi  atau   kolkisin diberikan bersama pada awal terapi. Hati-hati bila diberikan bersama dengan vidarabin.


Efek Samping :

Reaksi hipersensitivitas :ruam makulopapular didahului pruritus, urtikaria, eksfoliatif dan lesi purpura, dermatitis, nefritis, faskulitis dan sindrome poliartritis. Demam, eosinofilia, kegagalan hati dan ginjal, mual, muntah, diare, rasa mengantuk, sakit kepala dan rasa logam.


Kontra indikasi :


Alergi terhadap Alopurinol
Penderita dengan penyakit hati dan "bone marrow suppression.


Interaksi Obat :

Pemberian Alopurinol bersama dengan azatioprin, merkaptopurin atau siklotosfamid, dapat meningkatkan efek toksik dari obat tersebut.
Jangan diberikan bersama-sama dengan garam besi dan obat diuretik golongan tiazida.
Dengan warfarin dapat menghambat metabolisme obat di hati.


Cara Penyimpanan :


Simpan di tempat sejuk dan kering.
Kemasan dan Nomor Registrasi
Kotak berisi 10 blister @ 10 tablet
No. Reg. GKL8920905510A1
HARUS DENGAN RESEP DOKTER
1NDOFARMA
BEKASI-INDONESIA

 

alluric 100 tab

Harga Per Satuan Terkecil : Rp1,250.00

Untitled Document
ALLURIC


Allopurinol
tablet


Komposisi
:

Tiap tablet mengandung :


Allopurinol 100mg
Allopurinol 300mg



Farmakologi


Allopurinol dan metabolitnya oxipurinol (altoxanthine) dapat menurunkan produksi asam urat dengan menghambat xanthin-oksidase yaifu enzim yang dapat mengubah hipoxanthin menjadi xanthin dan mengubah xanthin menjadi asam urat. Dengan menurunkan konsentrasi asam urat dalam darah dan urin, Allopurinol mencegah atau menurunkan endapan urat sehingga mencegah terjadinya gout arthritis dan urate nephropathy



Indikasi


•  Hiperurisemia primer: gout
•  Hiperurisemia sekunder : mencegah pengendapan asam urat dan kalsium oksalat Produksi berlebihan asam    urat antara lain pada keganasan, polisitemia vera, terapi sitostatik.



Kontraindikasi


Penderita yang hipersensitif terhadap Allopurinol
Keadaan serangan akut gout



Dosis dan administrasi



Dewasa :



- Dosis-awal-100— 300 mg-sehari.
  Dosis pemeliharaan : 200 - 600 mg sehari
  Dosis tunggal maksimum 300 mg Bila diperlukan dapat diberikan dosis yang lebih tinggi, maksimal 900 mg   sehari. Dosis harus disesuaikan dengan cara pemantauan kadar asam urat dalam serum/air seni dengan   jarak waktu yang tepat hingga efek yang dikehendaki tercapai yaitu selama ±1-3 minggu, atau :


•  Untuk kondisi ringan : 2 -10 mg/kg BB sehari atau 100 - 200 mg sehari.
•  Kondisi sedang : 300 - 600 mg sehari
•  Kondisi berat: 700 - 900 mg sehari.



Anak-anak :


10 - 20 mg/kg BB sehari atau 100 - 400 mg sehari. Penggunaan pada
anak- anak khususnya pada keadaan malignan terutama leukemia serta kelainan
enzim tertentu, misalnya sindroma Lesch-Nyhan.



Penderita gangguan fungsi ginjal :


Jumlah dan interval pemberiaan perlu dikurangi disesuaikan dengan hasil
pemantauan kadar asam urat dalam serum.
Untuk pasien dewasa berlaku dosis sebagai berikut :


Bersihan kreatinin : 2 -10 ml/menit
Dosis : 100 mg sehari atau dengan interval lebih panjang.
Bersihan kreatinin : 10 - 20 ml/menit Dosis : 100 - 200 mg sehari.
Bersihan kretainin :  > 20 ml/menit Dosis: Dosis normal.



Dosis yang dianjurkan pada penderita dialisa : Allopurinol dan metabolitnya dikeluarkan dengan dialisis ginjal. Jika dialisis perlu dilakukan lebih sering, dapat dipertimbangkan pemberian Allopurinol dengan dosis alternatif 300 - 400 mg segera setelah dialisa tanpa pemberian lagi diantara interval waktu.



Overdosis


Pernah dilaporkan penggunaan sampai 5 g dan 20 g Allopurinol. Gejala dan tanda - tanda keracunan adalah pusing, mual dan muntah Dianjurkan minum yang banyak sehingga memudahkan diuresis Allopurinol dan metabolitnya. Jika dianggap perlu dapat dilakukan dialisa.



Peringatan dan perhatian


•  Efek Allopurinol dapat diturunkan oleh golongan Salisilat dan urikosurik, seperti Probenesid.
•  Hentikan penggunaan bila timbul gejala kemerahan pada kulit atau terjadi gejala alergi.
•  Hindari penggunaan pada penderita kelainan fungsi ginjal atau penderita hiperurisemia asimptomatik.
•  Pada penderita kerusakan fungsi hati, dianjurkan untuk melakukan tes fungsi hati berkala selama tahap    awal perawatan.
•  Keuntungan dan risiko penggunaan Allopurinol pada ibu hamil dan menyesui hams dipertimbangkan terhadap    janin, bayi atau ibunya.
•  Allopurinol dapat menyebabkan kantuk. Hati-hati penggunaan pada penderita yang hams bekerja dengan    konsentrasi penuh termasuk mengemudi dan menjalankan mesin.
•  Sebaiknya Allopurinol diminum setelah makan untuk mengurangi iritasi lambung.
•  Dianjurkan untuk meningkatkan pemberian cairan selama penggunaan Allopurinol untuk menghindari    terjadinya batu ginjal.
•  Bila terjadi gatal - gatal, anoreksia, serta berkurangnya berat badan, harus dilakukan pemeriksaan    fungsi hati.



Efek samping


Gejala hipersensitifitas seperti ekspoliatif, demam, limfodenopati, arthralgia, eosinofilia.
Reaksi kulit: pruritis, makulopapular.
Gangguan gastrointestinal, mual, diare.
Sakit kepala, vertigo, mengantuk, gangguan mata dan rasa.
Gangguan darah : leukopenia, trombositopenia, anemia hemolitik , anemia aplastik.



Interaksi obat


Allopurinol dapat meningkatkan toksisitas Siklofosfamid dan sitotoksik lain.
Allopurinol dapat menghambat metabolisme obat di hati, misalnya Warfarin.
Allopurinol dapat meningkatkan efek dari Azathioprin dan Merkaptopurin, sehingga dosis perhari dari    obat-obat tersebut harus dikurangi sebelum dilakukan pengobatan dengan Allopurinol.
Allopurinol dapat memperpanjang waktu paruh Klorpropamid dan meningkatkan risiko hipoglikemia,    terutama pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal.
Efek Allopurinol dapat diturunkan oleh golongan Salisilat dan urikosurik, seperti Probenesid



Kemasan


ALLURIC IOO mg : Dus isi   5 strip x 1o tablet Reg.No. DKUJ9085T5510A1
ALLURIC 300 mg : Dus isi   5 strip x 10 tablet Reg No. DKL0908515510B1

 

Simpan dalam wadah tertutup rapat, terlindung
pada suhu 15 - 30°C.


HARUS DENGAN RESEP DOKTER.



ON MEDICAL PRESCRIPTION ONLY.

Manufactured and registered by :
PT HEXPHARM JAYA, Cipanas - Indonesia

Marketed by:
PT KALBE FARMATbk., Bekasi - Indonesia

 

ALLURIC TABLET 300 MG

Harga Per Satuan Terkecil : Rp2,450.00

ALLURIC TABLET 300 MG



KOMPOSISI :
Tiap tablet mengandung Allupurinol 300 mg


INDIKASI :
- Hiperurisemia primer:gout
- Hiperurisemia skunder : mencegah pengendapan asam urat dan kalsium oksalat. Produksi berlebihan asam urat antara lain pada keganasan, polisitemia, vera, terapi sitostatik.


KONTRA INDIKASI :
- Penderita yang hipersensitif terhadap Allupurinol
- Keadaan serangan akut gout


DOSIS :
* Dewasa :
  - Dosis awal : 100-300 mg sehari
  - Dosis pemeliharaan : 200-600 mg sehari
  - Untuk kondisi ringan : 2-10 mg/kg BB sehari atau 100-200 mg sehari
  - Kondisi sedang : 300-600 mg sehari
  - Kondisi barat : 700-900 mg sehari
* Anak-anak :
10-20 mg/kg BB sehari atau 100-400 mg sehari. Pengunaan pada anak-anak khususnya pada keadaan malignan terutama laukimia serta kelainan enzim tertentu,misalnya sindroma Lesch-Nyhan.


EFEK SAMPING :
- Gejala hipersensitifitas seperti ekspoliatif, demam, limfodenopati, erthalgia, eosinofilia.
- Reaksi kulit : pruritis,makulopapular.
- Gangguan gastrointestinal, mual, diare.
- Sakit kepala : vertigo, mengantuk, gangguan mata dan rasa.
- Gangguan darah : leukopenia, trombositopenia, anemia hemolitik, anemia aplastik


KEMASAN & NO REG. :
Dus isi 5 strip @ 10 tablet, DKL 0908515510B1


PABRIK ;
KALBE

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

 

alofar tab

Harga Per Satuan Terkecil : Rp250.00

Untitled Document
ALOFAR® KapLet
Allopurinol



KOMPOSISI :

Setiap kaplet ALOFAR* mengandung Allopurinol 100 mg.
Setiap kaplet ALOFAR* 300 mengandung Altopurinol  300 mg.


FARMAKOLOGI :


Allopurinol dan melabolitnya Oxipurinol (AHoxanfhine) dapat menurunkan produksi asam urat dengan menghambat xantin-oksidase yaitu enzim yang dapat mengubah hipoxantin menjadi xantin dan mengubah xantin menjadi asam unit Dengan menurunkan konsentrasi asam urat dalam darah dan urin, Allopurinol mencegah atau menurunkan endapan asam ural sehingga mencegafi terjadinya gout artritis dan urate nephropathy.


INDIKASI :

- Hiperuriserriia primer : gout.
Hiperuriserriia sekunder : mencegah pengendapan asam urat dan kalsium oksalat. Produksi beriebihan asam urat anlara lain pada polisitemia vera dan terapi sitostatik.


DOSIS :

Dewasa : 

- Dosis awal: 100-300 mg sehari.
- Dosis pemeliharaan: 200-600 mg sehari.
- Dosis tunggal maksimum 300 mg. Bila diperlukan dapat diberikan dosis yang lebih tinggi, maksimum 900 mg sehari.
- Dosis hams disesuaikan dengan cara pemanlauan kadar asam urat dalam serum/air seni dengan jarak waktu yang tepat hingga efek yang dikehendaki tacapai yaitu selama 1 -3 minggu, atau : 
- Untuk kondisi ringan: 2-10 mg/kgBB sehari, atau 100-200 mg.
- Kondisi sedang: 300-400 mg sehari.
- Kondisi berat: 700-800 mg sehari.


Anak-anak :


- 10-20 mg/kg BB sehari atau 100-400 mg sehari. Penggunaan pada anak-anak khususnya pada keadaan malignan terutama leukemia serta kelainan enzim tertentu,misainya sindroma Leavh-Nytam.
- Penderita gangguan fungsi ginjal: jumlah dan interval pemberian perlu dikurangi disesuaikan dengan hasil pemantauan kadar asam urat dalam serum. Untuk pasien dewasa berlaku dosis sebagai berikut :
- DOSIS yang dianjurkan pada penderita dengan dialisa: Allopurinol dan metabolitnya dikeluarkan dengan dialisis ginjal. Jika dialisis perlu dilakukan lebih sering,dapat dipertimbangkan pemberian Allopurinol dengan dosis alternatif 300-400 mg segera setelah dialisa tanpa pemberian lagi diantara interval waktu.



PERINGATAN DAN PERHATIAN :


- Efek Allopurinol dapat diturunkan oleh golongan salisilat dan urikosurik, seperti Probenesid.
- Hentikan pemakaian bila timbul gejala kemerahan pada kulit atau gejala alergi.
- Hindari penggunaan pada penderita kelainan fungsi ginjal atau hiperurisemia asimptomatik.
- Pada penderita kerusakan funsi hati,dianjurkan untuk melakukan tes fungsi hati berkala selama tahap awal perawatan.
- Keuntungan dan resiko penggunaan Allupurinol pada ibu hamil dan menyusui harus dipertimbangkan    terhadap janin, bayi atau ibunya.
- Allupurinol dapat menyebabkan kantuk.Hati-hati penggunaan pada penderita yang harus bekerja dengan    konsentrasi penuh termasuk mengemudi dan menjalankan mesin.
- Sebaiknya Allopurinol diminum setelah makan untuk mengurangi iritasi lambung.
- Dianjurkan untuk meningkatkan pemberian cairan selama penggunaan Allopurinol untuk mengrtindari    terjadinya batu ginjal
- Bila lerjadi gatal-galal, anoreksia, serta berkurangnya berat badan, harus diiakukan pemeriksaan    fungsi hati.


EFEK SAMPING :


- Gejala hipersensitifitas seperti ekspotani,demam,imliodinopal,antralgis,acsinoldia.
- Reaksi kulit:pnumb makulopapuler.
- Gangguan gastroinst,mual,diare.
- Sakit kepala,vertigo,mengantuk,gangguan mata dan rasa.
- Gangguan darah,:leukopenia,trombositopenia,anemia hemolek,anemia aplastik.


KONTRA INDIKASI :


- Penderita yang hipersensitrf terhadap Allopurinol
- Keadaan serangan akut gout.


INTERAKSI OBAT :


- Allopurinol dapal meningkatkan toksisitas Siklofbsfamid dan silotoksik lain.
- Allopurinol dapat menghambat metabolisme obat di hati. misalnya Warfarin.
- Allopurinol dapat meningkatkan efek dari Azatioprin dan Merkaptopurin, sehingga dosis pertiari dari    obat-obat tersebut harus dikurangi sebelum dilakukan pengobatan dengan Allopurinol
- Allopurinol dapat memperpanjang waktu paruh Klorpropamid dan meningkatkan resiko hipoglikemia,    terutama pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal.
- Efek Allopurinol dapat diturunkan oleh golongan salisilat dan urikosurik, seperti Probenesid.


Over dosis :


Pemah dilaporkan penggunaan sampai 5 gram dan 20 gram Allopurinol. Gejala dan tanda-tanda keracunan adalah pusing, mual dan muntah. Dianjurkan rainum yang banyak sehingga memudahkan diuresis Allopurinol dan metaboliknya. Jika dianggap periu dapat dilakukan dialisa.


CARA PENYIMPANAN :


Simpan pada suhu kamar (25-30°C) dalam wadah tertutup rapat dan hindarkan dari cahaya matahari


KEMASAN      :  

Dus, 10 strip, 10 kaplet


No Reg. :  

ALOFAR® : DKL9709207004A1
ALOFAR® 300 : DKL0509207004B1


HARUS DENGAN RESEP DOKTER 
 

Pharmaceutical Laboratories         
Solo - Indonesia

 

isoric 100mg

Harga Per Satuan Terkecil : Rp1,800.00

Untitled Document



ISORIC
TABLET



100mg- 300mg



KOMPOSISI :



Isoric 100 Tiap tablet mengandung: Allopurinol..................................100 mg
Isoric'3oo Tiap tablet mengandung: Allopurinol..................................300 mg 



KHASIAT :



ISORIC mengandung allopurinol yang kerjanya mengurangi sintesis asam urat dengan cara menghambat enzim  xantin-oksidase yang bertanggung jawab untuk perubahan senyawa-senyawa purin(hipoxantin menjadi xantindan selanjutnya menjadi asam urat,berdasarkan persaingan substrat, dimana Allopurinol mempunyai struktur kimia mirip xantin).Akibatnya kadar asam urat dalam plasma dan air seni menurun dan eksresi (hipo) xantin oleh ginjal dipertinggi. Allopurinol mengalami biotransformasi oleh enzim xantin oksidase menjadi Alloxantin yang juga aklif dengan masa paruh yang lebih panjang dari Allopurinol,itulah sebabnya Allopurinol yang masa paruhnya pendek cukup diberikan satu kali sehari.  



INDIKASI :   


Penyakit pirai kronik. 
Produksi berlebihan asam urat.    



KONTRA INDIKASI :


Penderita yang hipersensitif terhadap Allopurinol. 
Penderita dengan penyakit hati dan bone marrow suppression.



EFEK SAMPING : 


Reaksi alergi (demam,menggigil,leukopenia,eosinofilia,artralgia dan pruritus) ruam makulopapular  didahului pruritus,urtikaria eksfoliatif dan lesi purpura,dermatitis,nefritis,vaskulitis,dan sindrompoliartritis yang dapat fatal. 
Kadang-kadang gangguan saluran pencernaan. 
Kegagalan hati dan ginjal,rasa ngantuk,sakit kepala,rasa logam.             



PERINGATAN/PERHATIAN : 


Pada penderita dengan gangguan hati dan ginjal sebaiknya dilakukan pemeiiksaan fungsi hati dan ginjal  secara periodik. 
Pada keadaan neoplastik pengobatan dengan Allropurinol harus dimulai,sebelum diberi obat sitotoksik. 
Hentikan pengobatan bila terjadi reaksi alergi(kemerahan pada kulit) atau demam. 
Hentikan pengobatan bila timbul kekeruhan pada mata,sebaiknya dilakukan pemeriksaan mata secara periodik. 
Penggunaan pada wanita hamil atau wanita subur hanya bila ada pertimbangan manfaat dibandingkan resikonya.
Penggunaan jangka lama dapat menyebabkan katarak. 
Allopurinol dapat meningkatkan frekuensi serangan artritis gout akut sehingga sebaiknya Colchicine  diberikan bersama pada awal terapi.
Hati-hati bila diberikan bersama Vidarabin. 
Hindari penggunaan pada penderita dengan insufisiensi ginjal atau penderita dengan hiper urisemia  asimptomatik.
-    Bila terjadi anoreksia,berkurangnya berat atau gatal-gatal harus dilakukan pemeriksaan fungsi hati. 


              
INTERAKSI OBAT : 


Pemberian bersamaan dengan Mercaptopurine/Azathioprine (antagonis purin) akan  memperkuat efek sitostatika,jadi dosis untuk obat ini dikurangi25-35%. 
Pemberian bersamaan dengan Theophylline dan derivat xantin akan mengurangi klirens Theophylline dan dosis harus dikurangi untuk mencegah toksisitas. 
Allopurinol menghambat metabolisme obat di hati. 
Allopurinol juga meningkatkan toksisitas obat-obat sitotoksik seperti Cyclophosphamide.



ATURAN PAKAI : 



-  Dewasa      : - Dosis awal sehari 100 mg,setiap minggu ditambah dengan 100 mg/hari sampai dicapai dosis optimal. Maksimal sehari 800mg.                  
- Untuk penderita gangguan fungsi ginjal:       100-200 mg sehari. 
- Untuk hiperurisemia sekunder: 100-200 mg sehari.    
Anak-anak 6-10 tahun dengan kanker: maksimal 300 mg sehari.    


                           
              
Sebaiknya diminum sesudah makan untuk mengurangi asam lambung.    
Pemeriksaan kadar asam urat serum dan fungsi ginjal membantu dalam menetapkan dosis efektif minimum untuk memelihara kadarasam urat serum <7 mg/dl pada pria dan <6 mg/dl pada wanita.

 

Isoric 300mg

CODE: I22

Harga Per Satuan Terkecil : Rp3,200.00

Untitled Document
ISORIC
TABLET



100mg- 300mg



KOMPOSISI :



Isoric 100 Tiap tablet mengandung: Allopurinol..................................100 mg
Isoric'3oo Tiap tablet mengandung: Allopurinol..................................300 mg 




KHASIAT :



ISORIC mengandung allopurinol yang kerjanya mengurangi sintesis asam urat dengan cara menghambat enzim  xantin-oksidase yang bertanggung jawab untuk perubahan senyawa-senyawa purin(hipoxantin menjadi xantindan selanjutnya menjadi asam urat,berdasarkan persaingan substrat, dimana Allopurinol mempunyai struktur kimia mirip xantin).Akibatnya kadar asam urat dalam plasma dan air seni menurun dan eksresi (hipo) xantin oleh ginjal dipertinggi. Allopurinol mengalami biotransformasi oleh enzim xantin oksidase menjadi Alloxantin yang juga aklif dengan masa paruh yang lebih panjang dari Allopurinol,itulah sebabnya Allopurinol yang masa paruhnya pendek cukup diberikan satu kali sehari.  




INDIKASI :   


Penyakit pirai kronik. 
Produksi berlebihan asam urat.    



KONTRA INDIKASI :


Penderita yang hipersensitif terhadap Allopurinol. 
Penderita dengan penyakit hati dan bone marrow suppression.




EFEK SAMPING : 


Reaksi alergi (demam,menggigil,leukopenia,eosinofilia,artralgia dan pruritus) ruam makulopapular didahului pruritus,urtikaria eksfoliatif dan lesi purpura,dermatitis,nefritis,vaskulitis,dan sindrompoliartritis yang dapat fatal. 
Kadang-kadang gangguan saluran pencernaan. 
-     Kegagalan hati dan ginjal,rasa ngantuk,sakit kepala,rasa logam.    


   
PERINGATAN/PERHATIAN : 



Pada penderita dengan gangguan hati dan ginjal sebaiknya dilakukan pemeiiksaan fungsi hati dan ginjal secara periodik. 
Pada keadaan neoplastik pengobatan dengan Allropurinol harus dimulai,sebelum diberi obat sitotoksik. 
Hentikan pengobatan bila terjadi reaksi alergi(kemerahan pada kulit) atau demam. 
Hentikan pengobatan bila timbul kekeruhan pada mata,sebaiknya dilakukan pemeriksaan mata secara periodik. 
Penggunaan pada wanita hamil atau wanita subur hanya bila ada pertimbangan manfaat dibandingkan resikonya.
Penggunaan jangka lama dapat menyebabkan katarak. 
Allopurinol dapat meningkatkan frekuensi serangan artritis gout akut sehingga sebaiknya Colchicine diberikan bersama pada awal terapi.
-   Hati-hati bila diberikan bersama Vidarabin.
Hindari penggunaan pada penderita dengan insufisiensi ginjal atau penderita dengan hiper urisemia asimptomatik.
-     Bila terjadi anoreksia,berkurangnya berat atau gatal-gatal harus dilakukan pemeriksaan fungsi hati. 



             
INTERAKSI OBAT :


 


Pemberian bersamaan dengan Mercaptopurine/Azathioprine (antagonis purin) akan  memperkuat efek sitostatika,jadi dosis untuk obat ini dikurangi25-35%. 
Pemberian bersamaan dengan Theophylline dan derivat xantin akan mengurangi klirens Theophylline dan dosis  harus dikurangi untuk mencegah toksisitas. 
Allopurinol menghambat metabolisme obat di hati. 
Allopurinol juga meningkatkan toksisitas obat-obat sitotoksik seperti Cyclophosphamide.




ATURAN PAKAI : 


-  Dewasa      : - Dosis awal sehari 100 mg,setiap minggu ditambah dengan 100 mg/hari sampai dicapai dosis optimal.  Maksimal sehari 800 mg.                  
- Untuk penderita gangguan fungsi ginjal:          100-200 mg sehari. 
- Untuk hiperurisemia sekunder: 100-200 mg sehari.    
Anak-anak 6-10 tahun dengan kanker: maksimal 300 mg sehari.    


                                   
Sebaiknya diminum sesudah makan untuk mengurangi asam lambung.    
Pemeriksaan kadar asam urat serum dan fungsi ginjal membantu dalam menetapkan dosis efektif minimum untuk memelihara kadarasam urat serum <7 mg/dl pada pria dan <6 mg/dl pada wanita.

 

Prouric

CODE: I 4

Harga Per Satuan Terkecil : Rp38,150.00

Untitled Document
PROURIC




Ekstrak Andrographis paniculata 600mg,ekstrak kurkuma xanthorrhiza 240 mg,ekstrak sanchus arvensis 475 mg,ekstrak piper nigrum
200mg,ekstrak cyperus rotindus 220mg.


INDIKASI :

Menghilangkan kelebihan asam urat.


DOSIS :

2xsehari 2kapsul sesudah makan.


KEMASAN :

Botol 60 kapsul.

 

PURICEMIA

CODE: I 3

Harga Per Satuan Terkecil : Rp3,150.00

Untitled Document
PURICEMIA




GOLONGAN GENERIK


Allopurinol.



INDIKASI


Gout, hiperurisemia.



KONTRA INDIKASI


Penyakit hati.
Penekanan sumsum tulang.



PERHATIAN



Insufisiensi ginjal, hiperurisemia tanpa gejala, gout akut.
Hamil dan menyusui.



Interaksi obat :



- Penurunan pada dosis 6-merkaptopurin yang dibutuhkan.
- Vidarabin.



EFEK SAMPING


Mual, muntah, sakit kepala, mengantuk, pengecapan terasa seperti logam, diare.
Reaksi kulit, disfungsi hati & ginjal.



KEMASAN


Tablet 300 mg x 10 x 10 biji.



DOSIS


# Dewasa : 100 mg sehari.
Ditingkatkan setiap minggu sebesar 100 mg sampai kadar asam urat yang normal dalam serum tercapai.

Maksimum : 800 mg/hari.
# Anak berusia 6-10 tahun dengan keganasan : maksimal 300 mg/hari.
# Anak berusia kurang dari 6 tahun : maksimal 150 mg/hari.

 

Recolfar

CODE: I 5

Harga Per Satuan Terkecil : Rp4,250.00

Untitled Document
RECOLFAR



GOLONGAN
GENERIK


Colchicine.


INDIKASI

Artritis gout akut, profilaksis jangka pendek selama awal terapi dengan alopurinol dan obat orikosurik.


KONTRA INDIKASI

Pasien dengan gangguan gastrointestinal serius, penyakit ginjal atau jantung, diskrasia darah, hamil.


PERHATIAN

Usia lanjut dan pasien debilitas, pasien dengan penyakit jantung, hepatik, ginjal atau gastrointestinal.


EFEK SAMPING

Neuritis perifer, kelelahan otot, mual, muntah, nyeri abdomen, diare, urtikaria, anemia aplastik, agranulositosis, dermatitis, purpura, alopesia.


KEMASAN

Tablet 0,5 mg x 3 x 10's.


DOSIS



# Artritis gout akut : Awal 0,5 - 1,2 mg diikuti dengan 0,5 mg tiap 2 jam sampai nyeri mereda atau timbul mual, muntah atau diare.Dosis rata-rata 4 - 8 mg.
# Profilaksis jangka pendek selama awal terapi dengan alopurinol dan obat orikusurik : satu kali seminggu atau satu kali sehari 0,5 mg.


 

Pages:   1 2 3    Range:

Loading...