Apotek INDICA
Home Katalog My account Keranjang Belanja

Asma Dan Sesak

                                                                                                 ASMA

 
Asma



adalah suatu keadaan di mana saluran nafas mengalami penyempitan karena hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu, yang menyebabkan peradangan; penyempitan ini bersifat sementara. Banyak kasus-kasus penyakit asma di masyarakat yang tidak terdiagnosis, yang sudah terdiagnosis pun belum tentu mendapatkan pengobatan secara baik. Belum lagi masalah biaya pengobatan, absennya dari sekolah atau kerja, gangguan aktivitas sosial serta pengaruh sakitnya terhadap orang-orang yang berhubungan dengan penderita penyakit asma.


Penyakit asma paling banyak terjadi pada anak dan berpotensi mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak. Alergi dapat menyerang semua organ dan fungsi tubuh tanpa terkecuali. Disamping itu banyak permasalahan kesehatan lain yang menyertai berupa gangguan organ tubuh lain, gangguan perilaku dan permasalahan kesehatan lainnya. Asma juga bisa terjadi pada beberapa orang tanpa alergi tertentu. Reaksiolah raga atau berada dalam cuaca dingin. Stres dan kecemasan juga bisa memicu dilepaskannya histamin dan leukotrien.
yang sama terjadi jika orang tersebut melakukan



GEJALA


Beberapa penderita lebih sering terbebas dari gejala dan hanya mengalami serangan sesak nafas yang singkat dan ringan, yang terjadi sewaktu-waktu. Penderita lainnya hampir selalu mengalami batuk dan mengi serta mengalami serangan hebat setelah menderita suatu infeksivirus, olah raga atau setelah terpapar oleh alergen maupun iritan. Menangis atau tertawa keras juga bisa menyebabkan timbulnya gejala.



Suatu serangan asma dapat terjadi secara tiba-tiba ditandai dengan nafas yang berbunyi (wheezing, mengi, bengek), batuk dan sesak nafas. Bunyi mengi terutama terdengar ketika penderita menghembuskan nafasnya. Di lain waktu, serangan asma terjadi secara perlahan dengan gejala yang secara bertahap semakin memburuk. Pada kedua keadaan tersebut, yang pertama kali dirasakan oleh seorang penderita asma adalah sesak nafas, batuk atau rasa sesak di dada. Serangan bisa berlangsung dalam beberapa menit atau bisa berlangsung sampai beberapa jam, bahkan selama beberapa hari.


Gejala awal pada anak-anak bisa berupa rasa gatal di dada atau di leher. Batuk kering di malam hari atau ketika melakukan olah raga juga bisa merupakan satu-satunya gejala.


Selama serangan asma, sesak nafas bisa menjadi semakin berat, sehingga timbul rasa cemas. Sebagai reaksi terhadap kecemasan, penderita juga akan mengeluarkan banyak keringat.


Pada serangan yang sangat berat, penderita menjadi sulit untuk berbicara karena sesaknya sangat hebat. Kebingungan, letargi (keadaan kesadaran yang menurun, dimana penderita seperti tidur lelap, tetapi dapat dibangunkan sebentar kemudian segera tertidur kembali) dan sianosis (kulit tampak kebiruan) merupakan pertanda bahwa persediaan oksigen penderita sangat terbatas dan perlu segera dilakukan pengobatan. Meskipun telah mengalami serangan yang berat, biasanya penderita akan sembuh sempurna. Kadang beberapa alveoli (kantong udara di paru-paru) bisa pecah dan menyebabkan udara terkumpul di dalam rongga pleura atau menyebabkan udara terkumpul di sekitar organ(Apotik Online INDICA)
dada. Hal ini akan memperburuk sesak yang dirasakan oleh penderita.

 

Pengobatan

Pertama, non farmakologik (pengobatan tidak dengan obat-obatan)


1. Pendidikan pada penderita mengenai penyakitnya sehingga dia dapat menyikapi penyakitnya dengan baik

2. Menghindari penyebab/pencetus serangan (allergen), dan kontrol lingkungan hidupnya

3. Latihan relaksasi, kontrol terhadap emosi dan lakukan senam atau olah raga yang bermanfaat memperkuat otot pernapasan, misalnya berenang;

4. Fisioterapi, sehingga lendir mudah keluar.

Kedua, secara farmakologik (menggunakan obat-obatan)

Obat-obatan bisa membuat penderita asma menjalani kehidupan normal. Pengobatan segera untuk mengendalikan serangan asma berbeda dengan pengobatan rutin untuk mencegah serangan.

1.                  Agonis reseptor beta-adrenergik

merupakan obat terbaik untuk mengurangi serangan asma yang terjadi secara tiba-tiba dan untuk mencegah serangan yang mungkin dipicu oleh olahraga. Bronkodilator ini merangsang pelebaran saluran udara oleh reseptor beta-adrenergik. Bronkodilator yang bekerja pada semua reseptor beta-adrenergik (misalnya adrenalin), menyebabkan efek samping berupa denyut jantung yang cepat, gelisah, sakit kepala dan tremor (gemetar) otot. Bronkodilator yang hanya bekerja pada reseptor beta2-adrenergik (yang terutama ditemukan di dalam sel-sel di paru-paru), hanya memiliki sedikit efek samping terhadap organ lainnya. Bronkodilator ini (misalnya albuterol), menyebabkan lebih sedikit efek samping dibandingkan dengan bronkodilator yang bekerja pada semua reseptor beta-adrenergik.

Sebagian besar bronkodilator bekerja dalam beberapa menit, tetapi efeknya hanya berlangsung selama 4-6 jam. Bronkodilator yang lebih baru memiliki efek yang lebih panjang, tetapi karena mula kerjanya lebih lambat, maka obat ini lebih banyak digunakan untuk mencegah serangan.

Bronkodilator tersedia dalam bentuk tablet, suntikan, inhaler (obat yang dihirup) dan sangat efektif. Penghirupan bronkodilator akan mengendapkan obat langsung di dalam saluran udara, sehingga mula kerjanya cepat, tetapi tidak dapat menjangkau saluran udara yang mengalami penyumbatan berat. Bronkodilator per-oral (ditelan) dan suntikan dapat menjangkau daerah tersebut, tetapi memiliki efek samping dan mula kerjanya cenderung lebih lambat.

Jenis bronkodilator lainnya adalah theophylline (golongan metilxantin). Theophylline biasanya diberikan per-oral (ditelan); tersedia dalam berbagai bentuk, mulai dari tablet dan sirup short-acting sampai kapsul dan tablet long-acting. Pada serangan asma yang berat, bisa diberikan secara intravena (melalui pembuluh darah).

Jumlah theophylline di dalam darah bisa diukur di laboratorium dan harus dipantau secara ketat, karena jumlah yang terlalu sedikit tidak akan memberikan efek, sedangkan jumlah yang terlalu banyak bisa menyebabkan irama jantung abnormal atau kejang. Pada saat pertama kali mengkonsumsi theophylline, penderita bisa merasakan sedikit mual atau gelisah. Kedua efek samping tersebut, biasanya hilang saat tubuh dapat menyesuaikan diri dengan obat. Pada dosis yang lebih besar, penderita bisa merasakan denyut jantung yang cepat atau palpitasi (jantung berdebar). Juga bisa terjadi insomnia (sulit tidur), agitasi (kecemasan, ketakuatan), muntah, dan kejang.


2.                  Korticosteroid

Kortikosteroid (misalnya prednisone, metilprednisolon, dexametason) menghalangi respon peradangan dan sangat efektif dalam mengurangi gejala asma. Jika digunakan dalam jangka panjang, secara bertahap corticosteroid akan menyebabkan berkurangnya kecenderungan terjadinya serangan asma dengan mengurangi kepekaan saluran udara terhadap sejumlah rangsangan. Tablet atau suntikan corticosteroid bisa digunakan selama 1-2 minggu untuk mengurangi serangan asma yang berat. Untuk penggunaan jangka panjang biasanya diberikan inhaler corticosteroidinhaler, obat yang sampai di paru-paru 50 kali lebih banyak dibandingkan obat yang sampai ke bagian tubuh lainnya. Corticosteroidoral (ditelan) diberikan untuk jangka panjang hanya jika pengobatan lainnya tidak dapat mengendalikan gejala asma. karena dengan per-



3.                 
Cromolin dan Nedocromil

Cromolin dan nedocromil diduga menghalangi pelepasan bahan peradangan dari sel mast dan menyebabkan berkurangnya kemungkinan pengkerutan saluran udara. Obat ini digunakan untuk mencegah terjadinya serangan, bukan untuk mengobati serangan. Obat ini terutama efektif untuk anak-anak dan untuk asma karena olah raga. Obat ini sangat aman, tetapi relatif mahal dan harus diminum secara teratur meskipun penderita bebas gejala.

4.                  Antikolinergik

Obat antikolinergik (contohnya atropin dan ipratropium bromida) bekerja dengan menghalangi kontraksi otot polos dan pembentukan lendir yang berlebihan di dalam bronkus oleh asetilkolin. Lebih jauh lagi, obat ini akan menyebabkan pelebaran saluran udara pada penderita yang sebelumnya telah mengkonsumsi agonis reseptor beta2-adrenergik.



5.                 
pengubah leukotrien

Pengubah leukotrien (contohnya montelucas, zafirlucas dan zileuton) merupakan obat terbaru untuk membantu mengendalikan asma. Obat ini mencegah aksi atau pembentukan leukotrien (bahan kimia yang dibuat oleh tubuh yang menyebabkan terjadinya gejala-gejala asma).



Pencegahan

Serangan asma dapat dicegah jika faktor pemicunya diketahui dan bisa dihindari. Serangan yang dipicu oleh olah raga bisa dihindari dengan meminum obat sebelum melakukan olah raga.

 

 

Pages:   1 2 3 4 5 6    Range:
Sort by:    Product     Harga Per Satuan Terkecil     Default    

ACCOLATE

CODE: J11

Harga Per Satuan Terkecil : Rp8,950.00

Untitled Document
ACCOLATE



GENERIK


Zafirlukast.


INDIKASI


Pencegahan & pengobatan jangka panjang asma pada orang dewasa & anak-anak yang berusia 12 tahun ke atas.


KONTRA INDIKASI

# Riwayat gangguan ginjal dengan tingkat keparahan sedang atau berat, gangguan hati atau sirosis.
# Anak berusia kurang dari 12 tahun.
# Aspirin, Eritromisin.


PERHATIAN

Kehamilan, menyusui.
Pasien berusia diatas 65 tahun.


EFEK SAMPING

Sakit kepala, gangguan pencernaan, memar, kelainan perdarahan, reaksi hipersensitif.


KEMASAN


Tablet 20 mg x 2 x 14 biji.


DOSIS

2 kali sehari 20 mg.

 

ALUPENT SPRAY

CODE: J1

Harga Per Satuan Terkecil : Rp122,000.00

Untitled Document

A l u p e n t ®
Orciprenaline sulfate


Komposisi:
1 tablet mengandung Orciprenaline sulfate
20 mg.

Khasiat:
Orciprenaline sulfate adalah suatu perangsang reseptor beta adrenergik yang kuat. Tempat-tempat reseptor di dalam bronkus dan bronkiolus lebih sensitif terhadap obat ini daripada tempat reseptor di dalam jantung dan pembuluh darah sehingga rasio efek bronkodilatasi terhadap efek kardiovaskuler menguntungkan.

ALUPENT mengurangi bronkospasme reversibel yang berhubungan dengan berbagai macam penyakit paru-paru bronkitis kronis, emfisema paru-paru, asma bronkial, silikosis, tuberkulosis, dan sarkoidosis; pengurangan obstruksi saluran pernapasan ini dapat menghilangkan sesak napas yang disebabkan oleh bronkospasme.
Efek bronkodilatasi ALUPENT pada pemberian secara oral dan inhalasi sudah dibuktikan dengan penelitian fungsi paru-paru (dengan spirometri dan pengukuran tahanan saluran pernapasan dengan "body plethysmography"). Pemberian ALUPENT secara inhalasi mempunyai mula kerja yang cepat, sedangkan pemberian per oral mempunyai mula kerja 30 menit. Efek bronkodilatasi maksimal biasanya terjadi dalam waktu 60-90 menit dan bertahan selama 3-6 jam.


Harus dengan resep dokter

 

 

ALUPENT TABLET 20 MG

Harga Per Satuan Terkecil : Rp3,100.00

ALUPENT TABLET 20 MG

 



GOLONGAN : K

 
KANDUNGAN :
Orciprenaline / Orsiprenalin sulfat 20 mg
 

INDIKASI :
Asma bronkhial & brokhospasme reversibel yang muncul berkaitan dengan bronkhitis kronis & emfisema paru (pelebaran dan pecahnya gelembung-gelembung paru secara abnormal), termasuk juga bronkhospasme akibat penggunaan ß-bloker.
Preparat untuk & penunjang terapi dengan antibiotik, sekremukolitik, kortikosteroid, garam fisiologis & disodium kromoglikat.
 

KONTRA INDIKASI :
Hipertiroidisme; stenosis aorta subvalvular, takhiaritmia.
 

PERHATIAN :
Infark miokardial yang baru terjadi dan atau kelainan jantung organik berat atau kelainan vaskular, hipertensi, penyakit arteri koroner, gagal jantung kongestif & diabetes yang tidak stabil.
Penggunaan bersama dengan MAO inhibitor (penghambat mono ammin oksidase).
Interaksi obat : ß-bloker meniadakan aksi Alupent.
 

EFEK SAMPING :
Berdebar, kelelahan, jari gemetar.
Jarang : kemerahan pada wajah dan leher, sakit kepala, dada terasa sesak, gangguan tidur, mual; gangguan ventrikular atau angina pektoris; reaksi alergi kulit.
Pada dosis tinggi : takhikardia, aritmia, menurunkan tekanan darah.
 

INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL :
C: Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin.
 

KEMASAN :
Tablet 20 mg x 100 biji.
 

DOSIS :
Untuk pengobatan jangka panjang asma bronkhial & penyakit bronkhopulmoner yang disertai dengan bronkhospasme :
- dewasa : 4 kali sehari &frac12-1 tablet.
- anak berusia 3-10 tahun : 4 kali sehari ½ tablet.
 

PENYAJIAN :
Dikonsumsi bersamaan dengan makanan atau tidak
 
   
PABRIK :
Boehringer Ingelheim

 

AMBROXOL 30 MG

Harga Per Satuan Terkecil : Rp150.00

AMBROXOL 30 MG


KOMPOSISI :
Tiap tablet mengandung Ambroxol 30 mg


INDIKASI :
Sebagai sekretolitik pada gangguan saluran napas akut dan kronis khususnya pada eksaserbasi bronkitis kronis, bronkitis asmatik, dan asma bronkial


KEMASAN & NO REG. :
10 strip @ 10 tablet, GKL 0407115510A1

PABRIK :
FIRST MEDIPHARMA

 

AMBROXOL SYRUP

Harga Per Satuan Terkecil : Rp4,000.00

AMBROXOL SYRUP

 
GOLONGAN : K
 


KANDUNGAN :
Tiap 5 ml mengandung Ambroxol HCl/Ambroksol HCl 15 mg
 

INDIKASI :
Kelainan saluran pernafasan akut & kronik yang berhubungan dengan sekresi bronkhial yang abnormal, terutama pada bronkhitis kronik yang memburuk, bronkhitis asmatik, asma bronkial.
 
 
PERHATIAN :
Kehamilan, menyusui.
 


EFEK SAMPING :
Gangguan pada saluran pencernaan yang bersifata ringan, reaksi alergi.
 
 
KEMASAN & NO REG. :
Botol 60 mL, GKL 9720921737A1
 
DOSIS :
- Dewasa & anak yang berusia di atas 12 tahun : 3 kali sehari 10 ml (pengobatan jangka panjang).
- Anak berusia 5-12 tahun : 2-3 kali sehari 5 ml.
- Anak berusia 2-5 tahun : 3 kali sehari 2,5 ml.
- Anak berusia kurang dari 2 tahun : 2 kali sehari 2,5 ml.
 

PENYAJIAN :
Dikonsumsi bersamaan dengan makanan


PABRIK :
INDOFARMA

 

AMINOPHYLLINE 200 MG

Harga Per Satuan Terkecil : Rp100.00

AMINOPHYLLINE 200 MG

 



KANDUNGAN :
Tiap tablet mengandung aminofilina 200 mg.


CARA KERJA :
Aminofilina merupakan turunan metilxantin yang mempunyai efek bronkodilator dengan jalan melemaskan otot polos bronkus


INDIKASI :
Untuk meringankan dan mengatasi serangan asma bronkial.


DOSIS :
Dewasa : 1 tablet 3 kali sehari.
Anak-anak 6 – 12 tahun : ½ tablet 3 kali sehari.
Atau menurut petunjuk dokter.


EFEK SAMPING :
- Gastrointestinal, misalnya : mual, muntah, diare.
- Susunan saraf pusat, misalnya : sakit kepala, insomnia.
- Kardiovaskuler, misalnya : palpitasi, takikardi, aritmia, ventrikuler.
- Pernafasan, misalnya : tachypnea.
- Rash, hiperglikemia.


KONTRA INDIKASI :
- Hipersensitif terhadap aminofilina atau komponen obat.
- Penderita tukak lambung, diabetes.


INTERAKSI OBAT :
- Hindari pemberian bersamaan dengan beta-blocker (seperti propranolol) karena dapat menyebabkan bronkospasma.
- Jangan diberikan bersamaan dengan preparat xantin yang lain.
- Simetidin, siprofloksasin, klaritromisin, norfloksasin, eritromisin, troleandomisin, dan kontrasepsi oral dapat meningkatkan konsentrasi plasma teofilin.
- Rifampisin, verapamil, diltiazem menurunkan konsentrasi plasma teofilin.


CARA PENYIMPANAN :
Simpan dalam wadah tertutup rapat, pada suhu kamar (25 - 30°C), terlindung dari cahaya.


PERHATIAN :
- Bila belum pernah menggunakan obat ini agar konsultasikan dahulu dengan dokter untuk memastikan bahwa penderita menderita asma.
- Hati-hati pada penderita hipoksemia (kekurangan oksigen dalam darah), hipertensi, atau penderita yang mempunyai riwayat tukak lambung.
- Dapat mengiritasi saluran pencernaan.
- Hati-hati pemberian pada wanita hamil, menyusui dan anak-anak.
- Jangan melampaui dosis yang dianjurkan dan bila dalam waktu 1 jam gejala-gejalanya masih tetap atau bertambah buruk, agar menghubungi Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat.
- Hati-hati pemberian pada penderita kerusakan fungsi hati, penderita di atas usia 55 tahun terutama pria dan pada penderita penyakit paru-paru kronik.
- Hentikan penggunaan obat ini jika terjadi jantung berdebar-debar.


KEMASAN & NO REG. :
Kemasan     :    Btl 1000
No. Registrasi     :    GKL8920905710A1

 


AMINOPHYLLINE TABLET

Harga Per Satuan Terkecil : Rp100.00

AMINOPHYLIN
 
KANDUNGAN
Aminophylline/Aminofilin.

INDIKASI
Menghilangkan & mencegah gejala-gejala asma & bronkhospasme yang bersifat
reversibel yang berhubungan dengan bronkhitis kronis & emfisema.

KONTRA INDIKASI
Tidak dianjurkan untuk anak berusia kurang dari 12 tahun.

PERHATIAN
Pasien dengan penyakit jantung berat, hipoksemia (keadaan kadar oksigen darah yang menurun) parah,
gagal jantung kongestif, penyakit hati, usia lanjut, hipertensi, atau hipertiroidisme.

Interaksi obat:
klirens Teofilin dikurangi oleh Eritromisin dan makrolida lainnya, dan Simetidin.

EFEK SAMPING
Gangguan saluran pencernaan, takhikardia, berdebar,& gemetar.

INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL
Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan
belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia.
Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin.  

KEMASAN
Tablet 200 mg x 1000 biji.

DOSIS
• Kondisi ringan sampai sedang : diawali dengan 1 tablet 2 kali sehari.
• Kondisi berat : 2 kali sehari 2 tablet.
Dosis dapat diubah jika diperlukan.

PENYAJIAN
Dikonsumsi pada perut kosong (1 atau 2 jam sebelum/sesudah makan) 

 

Asmasolon

Harga Per Satuan Terkecil : Rp1,600.00

ASMASOLON

komposisi:
Efedrin HCl..................... 12,5 mg
Teofilin anhidrat................ 130 mg

INDIKASI
Asma bronkhial, bronkhitis asmatik, bronkhitis kronis dengan emfisema, bronkhospasme emfisematosa, asma akibat rinitis alergi.

KONTRA INDIKASI
• Hipertiroidisme, hipertensi, dan penyakit kardiovaskular (jantung danpembuluh darah), glaukoma sudut tertutup, pembesaran prostat.
• Ulkus peptikum.
• Penggunaan bersama dengan MAOI (penghambat mono amin oksidase).

PERHATIAN
• Pasien dengan hipoksemia (keadaan kadar oksigen darah yang menurun), gangguan ginjal dan hati.
• Kehamilan, menyusui.
• Anak-anak & lansia.

Interaksi obat :
- efek Efedrin dihilangkan oleh Guanetidin, Metildopa, Reserpin.
- efek yang menekan efek Asmasolon dipertinggi oleh obat-obat penghambat mono amin oksidase.
- Xantin dapat meningkatkan rangsangan pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh simpatomimetik dan ekskresi Lithium dan Fenitoin.
- Xantin dan ß-bloker saling mengantagonis.

EFEK SAMPING
Mual, muntah, diare, sakit kepala, insomnia (sulit tidur), berdebar, takhikardia, aritmia ventrikular.

KEMASAN
Tablet 25 x 4 biji.

DOSIS
• Dewasa    : 3-4 kali sehari 1-2 tablet.
• Anak-anak : ½-1 tab sampai dengan 2 kali sehari.

pabrik:Probus

 

Asthama-Soho

Harga Per Satuan Terkecil : Rp300.00

ASTHMA SOHO

komposisi
Ephedrine HCl...................... 12,5 mg
theophylline........................ 125 mg

INDIKASI
Untuk meringankan dan mengatasi serangan asma bronkial.

KONTRA INDIKASI
Hipertiroid, hipertensi dan penyakit koroner.
Dalam terapi Monoamine Oxidase Inhibitor.
Ulkua peptik.

PERHATIAN
- Diabetes Mellitus.
- Pemakaian bersama dengan xantin.
- Penyakit jantung, ginjal dan paru.
- Hamil, anak dan usia lanjut.

Interaksi Obat :
Peningkatan efek simpatomimetik.

EFEK SAMPING
Nyeri epigastrium, palpitasi dan tremor.

KEMASAN
Tablet 100

DOSIS
Pada gejala dari serangan : 1 tablet.
Ulangi dosis bila diperlukan.

PENYAJIAN
Dikonsumsi bersamaan dengan makanan atau tidak

PABRIK
Soho

 

Pages:   1 2 3 4 5 6    Range:

Loading...