Apotek INDICA
Home Katalog My account Keranjang Belanja

Jantung

JANTUNG

 

Jantung adalah salah satu organ vital tubuh yang berfungsi untuk memompa darah bersih ke seluruh tubuh dan darah kotor ke paru-paru.

Jika terjadi gangguan pada jantung maka fungsi pemompaan darah akan terganggu bahkan bisa berakibat pada kematian.

 

a. Aritmia

Aritmia didefinisikan sebagai kelainan elektrofisiologi jantung dan terutama kelainan system konduksi jantung. Aritmia adalah gangguan pembentukan dan/atau penghantaran impuls.

Gejala – gejala aritmia adalah :

  • Pusing
  • Sesak napas atau nyeri dada
  • Kelelahan
  • Pasien mengalami kebingungan

Apa yang menyebabkan aritmia?

·  Peradangan jantung, misalnya demam reumatik, peradangan miokard (miokarditis karena infeksi).

·  Gangguan sirkulasi koroner (aterosklerosis koroner atau spasme arteri koroner), misalnya iskemia miokard, infark miokard.

·  Karena obat (intoksikasi) antara lain oleh digitalis, quinidin, dan obat-obat anti aritmia lainnya.

·  Gangguan keseimbangan elektrolit (hiperkalemia, hipokalemia).

·  Gangguan pada pengaturan susunan saraf autonom yang mempengaruhi kerja dan irama jantung.

·  Gangguan psikoneurotik dan susunan saraf pusat.

·  Gangguan metabolic (asidosis, alkalosis).

·  Gangguan endokrin (hipertiroidisme, hipotiroidisme).

·  Gangguan irama jantung akibat gagal jantung.

·  Gangguan irama jantung karena karmiopati atau tumor jantung.

· Gangguan irama jantung karena penyakit degenerasi (fibrosis system konduksi jantung).

 

Penanganan aritmia :

Pada prinsipnya tujuan terapi aritmia adalah (1) mengembalikan irama jantung yang normal (rhythm control), (2) menurunkan frekuensi denyut jantung (rate control), dan (3) mencegah terbentuknya bekuan darah.

Obat yang dapat dipakai diklasifikasikan oleh Vaughan Williams adalah :

• Klas 1: Golongan Penyekat Na

        Ia : Quinidin, Procainamid,Disopyramid

        Ib : Lidocain, Mexiletin, Phenitoin

        Ic : Propafenon, Flecainamid.

• Klas II: Gol Penyekat Beta à Propanolol, Bisoprolol

• Klas III: Gol. Obat yang memperpanjang Pot. Aksi dan Repolarisasi ( Paling Aman) àAmiodaron, Sotalol, Bretilium

• Klas IV:Gol.Ca – Antagonis àVerapamil,Diltiazem

 

b. Gagal Jantung Kongestif

Merupakan gejala klinis yang disebabkan oleh pompa yang lemah" tidak dapat memenuhi keperluan terus-menerus dari tubuh akan oksigen dan zat nutrisi. ketidakmampuan jantung dalam memompa darah dalam jumlah yang cukup bagi kebutuhan metabolisme tubuh. Sebagai akibat dari :

·         dinding jantung merentang untuk menahan lebih banyak darah

·         dinding otot jantung menebal untuk memompa lebih kuat

·         ginjal menyebabkan tubuh menahan cairan dan sodium. Ini menambah jumlah darah yang beredar melalui jantung dan pembuluh darah.

·         Tubuh anda mencoba untuk berkompensasi dengan melepaskan hormon yang membuat jantung bekerja lebih keras. Dengan berlalunya waktu, mekanisme pengganti ini gagal dan gejala-gejala gagal jantung mulai timbul. Seperti gelang karet yang direntang berlebihan, maka kemampuan jantung untuk merentang dan mengerut kembali akan berkurang. Otot jantung menjadi terentang secara berlebihan dan tidak dapat memompa darah secara efisien.

 

Gejala :

Gejala utama yang timbul bervariasi antar beberapa orang. Gejala yang sering muncul adalah sesak napas (terutama ketika beraktivitas) dan kelelahan yang menyebabkan gangguan pada aktivitas fisik yang sedang dijalani.

 

Penanganan Gagal Jantung Kongestif :

  • Diuretic
  • Angiotensin Reseptor Blocker
  • Digoxin
  • Penyekat Beta à Propanolol, Bisoprolol

 

c. Angina

Angina adalah nyeri dada atau ketidaknyamanan yang terjadi ketika tidak cukup darah yang kaya oksigen mengalir ke otot jantung. Rasa sakit juga dapat terjadi di bahu, lengan, leher, rahang, atau punggung. Kondisi berawal dari kondisi di mana terdapat plak (plak) yang terbentuk di dalam pembuluh darah jantung. Sedangkan pembuluh darah jantung berfungsi menyuplai darah otot jantung dengan darah yang kaya mengandung oksigen. Dengan adanya plak, maka arteri koroner menyempit sehingga aliran darah ke otot jantung akan berkurang. Akibatnya suplai oksigen juga akan berkurang. Jika aliran darah ke jantung benar-benar diblokir. Keadaan ini yang disebut dengan angina atau serangan jantung. Tanpa perawatan cepat, serangan jantung dapat mengakibatkan masalah serius dan bahkan kematian.

Tiga tipe angina :

·    Angina stabil : Tipe angina yang ditimbulkan oleh ketidak-seimbangan antara keperluan jantung akan darah beroksigen dan jumlah yang tersedia. "Stabil", berarti aktivitas yang sama menimbulkannya; terasa sama setiap kali; dan reda dengan istirahat dan/atau obat minum. Angina stabil adalah tanda peringatan penyakit jantung, dan harus dievaluasi oleh dokter. Jika pola angina berubah, maka dapat meningkat menjadi angina tak-stabil.

·         Angina tak stabil : Tipe angina ini dianggap sindrom koroner akut. Mungkin merupakan gejala baru atau perubahan dari angina stabil. Angina mungkin muncul lebih sering, lebih mudah muncul saat istirahat, terasa lebih parah, atau berlangsung lebih lama.Meskipun angina ini sering dapat diredakan dengan obat minum, tetapi bersifat tak stabil dan mungkin meningkat menjadi seragan jantung. Biasanya dibutuhkan pengobatan medis yang lebih mendalam, atau suatu prosedur perlu dilakukan. Angina tak-stabil merupakan sindrom koroner akut, dan harus diobati sebagai gawat-darurat.

·       Angina varian (kejang koroner) : Arteri koroner bisa menjadi kejang, yang mengganggu aliran darah ke otot jantung (iskemia). Ini terjadi pada orang tanpa penyakit arteri koroner yang signifikan, Namun, dua per tiga dari orang dengan angina varian mempunyai penyakit parah dalam paling sedikit satu pembuluh, dan kekejangan terjadi pada tempat penyumbatan. Tipe angina ini tidak umum dan hampir selalu terjadi bila seorang beristirahat - sewaktu tidur. Anda mempunyai risiko meningkat untuk kejang koroner jika Anda mempunyai: penyakit arteri koroner yang mendasari, merokok, atau menggunakan obat perangsang atau obat terlarang (seperti kokain). Jika kejang arteri menjadi parah dan terjadi untuk jangka waktu panjang, serangan jantung bisa terjadi.

 

 

Gejala :

Nyeri dada

 

Penanganan angina :

  • Terapi non farmakologi

Mengatur pola hidup dengan cara mengurangi kebiasaan merokok,

  • Terapi farmakologi

1.      Penyekat Beta à Propanolol, Bisoprolol

2.      Nitrat à ISDN, Nitrogliserin (NTG),

3.      Calsium Chanel Antagonis à verapamil, diltiazem

4.      Antiplatelet à aspirin, tiklopidin, klopidogrel, warfarin

 

Pages:   1 2 3    Range:
Sort by:    Product     Harga Per Satuan Terkecil     Default    

BISOPROLOL

CODE: V1

Harga Per Satuan Terkecil : Rp3,050.00

Untitled Document
BISOPROLOL FUMARATE
Tablet salut selaput


Komposisi :

Tiap tablet salut selaput mengandung:
Bisoprolol fumarate 5 mg


Farmakologi :

Bisoprolol adalah zat penyekat (blocking) adrenoreseptor S, selektif (kardioselektif) sintetik tanpa aktivitas stabilisasi membran yang signifikan atau aktivitas simpatomimetik intrinsik pada dosis terapi. Namun demikian, sifat kardioselektivitasnya tidaklah mutlak, pada dosis tinggi ( >20 mg) bisoprolol fumarate juga menghambat adrenoreseptor p2 yang terutama terdapat pada otot-otot bronkus dan pembuluh darah; untuk mempertahankan selektivitasnya, penting untuk menggunakan dosis efektif terendah.


Farmakodinamik :

Mekanisme kerja antihipertensi dari bisoprolol belum seluruhnya diketahui. Faktor-faktor yang terlibat adalah :

1.
Penurunan curah jantung
2.
Penghambatan pelepasan renin oleh ginjal.
3.
Pengurangan aliran tonus simpatis dari pusat vasomotor pada otak.


Pada orang sehat, pengobatan dengan bisoprolol menurunkan kejadian takikardia yang diinduksi oleh aktivitas fisik dan isoproterenol. Efek maksimum terjadi dalam waktu 1-4 jam setelah pemakaian. Efek tersebut menetap selama 24 jam pada dosis >5 mg. Penelitian secara elektrofisiologi pada manusia menunjukkan bahwa bisoprolol secara signifikan mengurangi frekuensi denyut jantung, meningkatkan waktu pemulihan sinus node, memperpanjang periode refrakter AV node dan dengan stimulasi atrial yang cepat, memperpanjang konduksi/W node. Bisoprolol juga dapat diberikan bersamaan dengan diuretik tiazid. Hidroklorotiazid dosis rendah (6,25 mg) digunakan bersamaan dengan bisoprolol fumarate untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi ringan sampai sedang.


Farmakokinetik :

Bioavailabilitas dosis oral 10 mg adalah sekitar 80%. Absorpsi tidak dipengaruhi oleh adanya makanan. Metabolisme lintas pertama bisoprolol fumarate sekitar 20%. Ikatan dengan protein serum sekitar 30%. Konsentrasi puncak plasma pada dosis 5-20 mg terjadi dalam 2-4 jam, dan nilai puncak rata-rata berkisar dari 16 ng/ml pada 5 mg hingga 70 ng/ml pada 20 mg. Pemberian bisoprolol fumarate sekali sehari memperlihatkan adanya variasi kadar plasma puncak intersubyek kurang dari dua kali lipat. Waktu paruh eliminasi plasma adalah 9-12 jam dan sedikit lebih lama pada penderita usia lanjut, hal ini disebabkan menurunnya fungsi ginjal. Steady state dicapai dalam 5 hari, pada dosis sekali sehari. Akumulasi plasmanya rendah pada penderita usia muda dan tua; faktor akumulasi berkisar antara 1,1 sampai 1,3, sesuai dengan yang diharapkan dari kinetik urutan pertama dan pemberian sekali sehari. Konsentrasi plasma pada dosis 5-20 mg adalah proposional. Karakteristik farmakokinetik dari kedua enansiomer adalah serupa.Bisoprolol fumarate dieliminasi melalui ginjal dan bukan ginjal, sekitar 50% dari dosis, tetap dalam bentuk utuh di urin dan sisanya dalam bentuk metabolit tidak aktif. Kurang dari 2% diekskresikan melalui feses. Bisoprolol fumarate tidak dimetabolisme oleh sitokrom P450 II D6 {debrisokuin hidroksiiase). Pada subyek dengan bersihan kreatinin kurang dari 40 ml/menit, waktu paruh plasma meningkat kira-kira 3 kali lipat dari orang sehat. Pada penderita sirosis hati, eliminasi bisoprolol fumarate lebih bervariasi dalam hal kecepatan dan secara signifikan lebih lambat dari orang sehat, dengan waktu paruh plasma berkisar antara 8,3 hingga 21,7 jam.


Indikasi :

Bisoprolol diindikasikan untuk hipertensi, bisa digunakan sebagai monoterapi atau dikombinasikan dengan antihipertensi lain.


Kontraindikasi :

- Hipersensitif terhadap bisoprolol fumarate.
- Bisoprolol dikontraindikasikan pada penderita cardiogenic shock, kelainan jantung, AV block tingkat II atau III, bradikardia sinus.


Dosis :


Dosis awal 5 mg sekali sehari atau dosis dapat ditingkatkan menjadi 10-20 mq sekali sehari pada penderita bronkospastik, gangguan hati (hepatitis atau sirosis) dan gangguan ginjal (bersihan kreatinin kurang dari 40 ml/menit), dengan dosis awal 2,5 mg sekali sehari.



Efek samping :

- Sistim saraf pusat: dizziness, vertigo, sakit kepala, parestesia, hipoaestesia, ansietas, konsentrasi berkurang.
- Sistem saraf otonom: mulut kering.
- Kardiovaskular : bradikardia, palpitasi dan gangguan irama lainnya, cold extremities, klaudikasi, hipotensi, hipotensi ortostatik, sakit dada, gagal jantung.
- Psikiatrik : insomnia, depresi. Kardiovaskular: bradikardia, palpitasi dan gangguan irama lainnya, cold extremities, klaudikasi, hipotensi, hipotensi ortostatik, sakit dada, gagal jantung.
- Psikiatrik: insomnia, depresi.
- Gastrointestinal: nyeri perut, gastritis, dispepsia, mual, muntah, diare, konstipasi.
- Muskuloskeletal: sakit otot, sakit leher, kram otot, tremor.
- Kulit: rash, jerawat, eksim, iritasi kulit, gatal-gatal, kulit kemerahan, berkeringat, alopesia, angioedema, dermatitis eksfoiiatif, vaskulitis kutaneus.
- Khusus: gangguan visual, sakit mata, lakrimasi abnormal, tinitus, sakit telinga.
- Metabolik: penyakit gout.
- Pernafasan: asma, bronkospasme, batuk, dispnea, faringitis, rinitis, sinusitis.
- Genitourinaria: menurunnya libido/impotensi, penyakit Peyronie, sistitis, kolik ginjal.
- Hematologi: purpura.
- Lain-lain: kelemahan, letih, nyeri dada, peningkatan berat badan.


Peringatan dan perhatian :

Hati-hati bila diberikan pada penderita kelainan ginjai dan hati.
Obat-obat golongan beta bloker sebaiknya tidak diberikan pada penderita kelainan jantung.
Pada penderita bronkospastik sebaiknya tidak diberikan obat-obatan golongan beta bloker karena sifat selektivitas beta-1 yang relatif, tetapi bisoprolol dapat digunakan secara hati-hati pada penderita bronkospastik yang tidak menunjukkan respon atau tidak toleran terhadap pengobatan antihipertensi lain.
Beta bloker dapat menutupi beberapa bentuk hipoglikemia khususnya takikardia. Oleh karena itu penderita hipoglikemia atau diabetes yang mendapat insulin atau obat-obatan hipoglikemik harus hati-hati, begitu juga dengan penggunaan bisoprolol fumarate.


Interaksi obat :

Bisoprolol sebaiknya tidak dikombinasikan bersama obat-obatan golongan beta bloker.
Bisoprolol sebaiknya digunakan secara hati-hati bila diberikan bersamaan dengan obat-obat penekan otot jantung atau penghambat konduksi AVseperti kalsium antagonis [khususnya fenilalkilamin (verapamil) dan golongan benzotiazepin (diltiazem)] atau obat-obatan antiaritmik seperti disopiramid.
Penggunaan bersama rifampisin dapat meningkatkan bersihan metabolit bisoprolol.


Kemasan dan nomor registrasi :


Kotak, 3 blister @ 10 tablet; GKL0305032417A1


HARUS DENGAN RESEP DOKTER.


SIMPAN PADA SUHU Dl BAWAH 30°C, TERLINDUNG DARI CAHAYA.



Dibuat oleh :

DEXA MEDICA
JL BAMBANG UTOYO 138 PALEMBANG- INDONESIA

 

Calcianta 10

Harga Per Satuan Terkecil : Rp950.00

CALCIANTA

 

 

Antagonis ion kalsium obat koroner kardioprotektif. CALCIANTA (Nifedipine) secara selektif menghambat pemasukan ion kalsium kedatarn sel otot jantung dan otot polos pembuluh darah Penghambatan ini sedikilnya terdiri dari 2 rnekanisme berikut : relaksasi dan pencegahan kejang arteri koronaria dan pengurangan tekanan arterial. Sehingga CALCIANTA (Nifedipine) melebarkan arteri koronaria utama dan arferial-arterialnya, dengan memperbaiki suplai oksigen yang nyata kepada otot jantung bersamaan dengan penurunan kebutuhan oksigen CALCIANTA juga memberi khasiat yang objektif setelah pemberian secara oral walaupun rialam dosis rendah, dan perbandingan yang memuaskan antara intensitas dan lamanya khasiat obat dengan toleransi yang sangat baik.

 

Komposisi:
Tiap tablet   
CALCIANTA 5 mengandung             :  5 mg Nifedipine
Tiap tablet
CALCIANTA 10 mengandung           : 10 mg Nifedipine

 

Indikasi:
Pengobatan dan pencegahan insufisiensi koroner kronik (terutama angina pectoris, keadaan setelah infark jantung) dan sebagai obat tambahan untuk terapi hipertensi.

 

Dosis dan cara pemakaian :
Dapat diberikan dosis tunggal 5 -10 mg.
Dosis rata-rata sehari adalah 5 -10 mg 3 kali sehari.
Interval tiap 2 dosis paling sedikit 2 jam.
Tablet hendaknya ditelan sebelum   makan dengan sedikit cairan.
Bila diinginkan khasiat yang cepat, misalnya telah terasa akan   datangnya  serangan,   tablet  dapat  dikunyah  dan biarkan isinya menyebar dalam mulut. zat aktif akan diserap dengan cepat oleh selaput lendir mulut.

 

Kontra Indikasi:
Belum ada penelitian yang mamadai pada kehamilan dan me-nyusui. Pemberian CALCIANTA pada kehamilan dan menyu-sui harus dipertimbangkan besarnya resiko pada janin bayi.

 

Reaksi samping :
Efek yang kurang menyenangkan jarang terjadi.
Umumnya timbul pada awal pengobatan, bersifat sementara dan biasanya ringan. Gejala-gejalanya biasanya rasa tekan di  kepala,  tubuh/muka terasa panas,  mual dan  pusing, edema kaki, hipotensi dan palpitasi.

 

Perhatian :
CALCIANTA (Nifedipine) dapat meningkatkan daya kerja obat-obat yang menurunkan tekanan darah CALCIANTA dapat dikombinasi dengan beta-blocker atau saluretika, asal diperhatikan kontra-indikasinya dan kemungkinan pengaruh terhadap efek antihipertensi

 

Kemasan dan No.Reg.:
Dus isi 100 tablet® 10 blister X 10 tablet :
CALCIANTA 5                 : No.Reg DKL 8820603517 A1
CALCIANTA 10               : No.Reg DKL 8820603517 B1

Simpan ditempat sejuk dan terlindung dari cahaya.

 

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

PT. PONCO INDONESIA,
Cianjur - Indonesia

 

Cardial dipyridamole 100 tab

Harga Per Satuan Terkecil : Rp950.00

CARDIAL
Tablet Salut Selaput

 

 

KOMPOSISI:
Satiap tablet salut selaput CARDIAL - 25 mengandung.
Dipyridamole            25 mg


Setiap tablet salut selaput CARDIAL - 50 mengandung,
Dipyridamole            50 mg

 

INDIKASI:
Untuk pengobatan gangguan sirkulasi darah koroner, terutama yang disertai dengan gejala angina pektoris.

 

EFEK SAMPING :
gangguan lambung. rasa mual, muntah dan diare, kadang-kadang sakit kepala dan vertigo.

 

PERINGATAN DAN PERHATIAN :
Hati-hati pada penderita hipotensi dan alergi.

 

ATURAN PAKAI:
Dianjurkan 50-150 mg per hari diberikan kira-kira 1 jam sebelum makan atau menurut petunjuk dokter.

 

KEMASAN:
CARDIAL - 25 tablet salut selaput
Dusisi 10 strip @ 10 tablet        No. Reg. : DKL 8115600117 A1
Botol isi 100 tablet                   No. Reg. : DKL 8515600117 A1


CARDIAL - 50 tablet salut selaput
Dus isi 10 strip @ 10 tablet        No. Reg. : DKL 8515600117 B1
Botol isi 100 tablet                    No. Reg. : DKL 8515600117 B1

 

Simpan di tempat sejuk, kering dan terlindung dari cahaya

 

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

 

PT. Meprofarm
BANDUNG - INDONESIA

 

Cardiover verapamil 80mg

Harga Per Satuan Terkecil : Rp450.00

CARDIOVER VERAPAMIL

 

 

Komposisi:
Tiap tablet salut selaput mengandung :
VerapamilHCI                                          80mg

 

Farmakologi:

CARDIOVER merupakan obat antagonis kalsium dengan menghambat influks kalsium melalui calcium channel pada sel otot jantung dan otot polos. Efektif untuk angina pektoris dan gangguan aritmia terutama pada takiaritmia supraventrikular.Efek kalsium antagonis dapat ditimbulkan karena dihambatnya pemasukan kalsium melalui membran sel, akibatnya akan terjadi pengurangan aktivitas kalsium yang tergantung pada myosin ATP-ase. Hal Ini berpengaruh terhadap penurunan produksi energi yang tinggi yang didapat dari pembakaran phosphat. Proses ini memperkecll kebutuhan okslgen otot jantung, kenaikan laju pengaliran darah pada arterl koronersendiri.
Proses Ini dlsertal dengan penurunan reslstensi perlferyang disebabkan oleh efek antagonis kalsium pada otot-otot polos dart pembuluh darah, karena akan terjadi pengecilan tonus vascular.Penurunan resistensi perifer akan mengurangi beban jantung dan akan mengurangi kebutuhan jantung, akibat lanjutan terjadinya pengurangan konsumsl okslgen otot-otot jantung.Efek anti aritmia terutama disebabkan oleh efek langsungnya dalam memperlambat konduksi impuls melalui nodus AV. Dengan memperlambat waktu konduksi dan memperpanjang masa refrakter pada nodus AV, CARDIOVER" menghentikan takikardia di supraventrikular. serta memperlambat respon ventrikel terhadap kecepatan denyut atrium.

 

 

Indikasi:
Untuk mengobotl angina pektoris dan takiaritmia supraventrikular.

 

Dosis:
Dewasa: 240 - 480 mg dalam 3 - 4 dosis terbagi.
Penggunaan dan keamanan dosis dl atas 480 mg/hari belum dapat dipastikan.

 

Kontra indikasi:
•    Cardiovascular shock.
•    Komplikasi akut myocardial infark.
•    Blokade atrio ventricular derajat 2-3. . BlokSA.
•    Penyakitsindrom sinus.
•    Hipotensi atau kardlogenik syok.
•    Disfungsi ventrikular kiri yang parah.
•    Penderita dengan atrial flutter atau fibrilasi atrial dan accessory by pass tract (seperti wolf-parkinson-white, lown-ganong-Levine Syndromes).
•    Penderita yang hipersensitif terhadap CARDIOVER".

 

Efek Samping:
•    Yang sering terjadi: konstipasi dan pusing.
•    Jarang terjadi : mual, sakit kepala, hipotensi. udema pergelangan kakt kelelahan, bradikardi, aritmia.
•    Sangat jarang terjadi: nyeri otot, nyeri sendi, reaksi alergi kulit, Gynecomastla.

 

Peringatan dan Perhatian:
•    Tidak boleh diberikan pada penderita yang sudah ada blokade di nodus AV
•    Hati-hati pemberian pada penderita dengan disfungsi nodus SA, karena efeknya yang sangat kuat terhadap konduksi AV.
•    Tidak diberikan pada penderita disfungsi jantung klrl berat, kecuall blla keadaan Ini ditimbulkan oleh denyut jantung cepat.
•    Jika terjadi payah jantung, mutlak diperlukan pemberian "Cardiac glycosides" sebelum diobati dengan CARDIOVER.
•    Pada kondisi akut, seperti pada infark miokard dan stroke tingkat akut, kemungkinan dapat terjadi penurunan tekanan darah, terutama jika hipotensi mulaiada.
•    Hati-hati pemberian pada penderita dengan kegagalan fungsi hati dan ginjal.
•    Hati-hati pemakaian pada wanita hamil dan menyusui.
•    Keamanan dan efektivitas penggunaan pada anak-anak dibawah 18 tahun belum diketahui dengan pasti.

 

Interaksi Obat:
•      Pemakaian bersama S-Bloker atau Digitalis dapat menimbulkan bradikardia atau Blok AV karena adanya efek aditif dari kedua obat Ini pada nodus SA atau nodus AV.
•      Kombinasi dengan antihipertensi (Reserpin atau Metildopa) dapat menekan nodus SA sehingga memperberat bradicardisinus.
•      Dapat mengurangi efek obat dengan adanya : Lithium, Rifampisin, Fenobarbital.
•      Mempertinggi tingkat plasma obat dengan adanya : Siklosporin, Teofilin, Digoksin, Carbamazepin.

 

Cara Penyimpanan:
Simpan pada suhu 15 - 30°C, di tempat kering dan terlindung dari cahaya.

 

Kemasan:
Dus, 10 strip @ 10 tablet salut selaput,
No.Reg.DKL9819605817A1

 

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

 

Carvas 100 Tab

Harga Per Satuan Terkecil : Rp750.00

CARVAS TABLET SALUT FILM



KOMPOSISI :

Tiap tablet mengandung

Nifedipine                          10 mg

 

INDIKASI :

Untuk pengobatan dan pencegahan gangguan jantung koroner akut dan kromk, temtama angina pektons, keadaan setelali infarkjantung. Juga sebagai obat pelengkap untuk pengobatan hipertensi.

 

KONTRA INDIKASI :

-      Wanita hamil.

-      Pasien hipersensitif terhadap Nifedipine.

 

EFEKSAMPING :

Umumnya timbul pada awal pengobatan. bersifat sementara dan ringan. gejalanya yaitu rasa berat kepala, tubuh/muka terasa panas, mual, udem kaki, hipotensi dan palpitasi.

 

 

PERINGATAN DAN PERHATIAN :

Dapat menurunkan tekanan darah.

 

INTERAKSIOBAT :

-   Betablockers.

-   Cardiac giycosides.


ATURAN PAKAI :

Pada umumnya Pada kasus tertentu

 

KEMASAN :

Botolisi 100 tablet

sehari 3 x 1 tablet. sehari 3x2 tablet.


No. Reg.: DKL 9115607417 Al
Simpan di tempat sejuk, kering dan terlindung dari cahaya

 

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

PT. Meprofarm
BANDUNG - INDONESIA

 

CEDOCARD 10

CODE: V3

Harga Per Satuan Terkecil : Rp1,500.00

Untitled Document
CEDOCARD® 5


isosorbide dinitrate

VASODILATOR KORONER


KOMPOSISI :

Tiap tablet mengandung :
1,4 : 3,6-dianhydrosorbitol 2,5-dinitrate (isosorbide dinitrate) 5 mg


URAIAN :

CEDOCARD® 5, melebarkan pembuluh-pembuluh darah jantung dan bila diberikan secara sublingual, kemanjurannya sebanding dengan nitroglycerin, tetapi CEDOCARD* 5 memberikan efek yang lebih lama dengan mulainya daya kerja yang hampir sama. Pemberian nitroglycerin (0,1 - 0,6 mg) secara sublingual akan memberikan daya kerjanya setelah 1-3 menit, tetapi hanya berlangsung selama 20-30 menit. Sedangkan CEDOCARD9 5 yang diberikan secara sublingual, daya kerjanya akan terlihat dalam waktu kira-kira 2 menit dan berlangsung selama 2 sampai 3 jam. Pemberian CEDOCARD® 5 secara oral, daya kerja dimulai dalam waktu 20 sampai 30 menit kemudian dan akan dipertahankan untuk sekurang-kurangnya 4 jam. Cepatnya daya kerja CEDOCARD® 5 yang sebanding dengan nitroglycerin disebabkan oleh karena kelarutannya yang tinggi dalam air, dan daya kerja yang diperpanjang dari CEDOCARD® 5 disebabkan oleh lebih lambatnya proses peruraian oleh enzim-enzim dibandingkan dengan nitroglycerin.


INDIKASI :

Untuk pengobatan angina pektoris dan untuk pencegahan terjadinya serangan angina pada penderita penyakit jantung koroner menahun. Untuk pengobatan gangguan angina sesudah infark miokardial.


POSOLOGI :

Untuk serangan angina pektoris, 1 tablet dilarutkan perlahan-lahan dalam mulut dibawah lidah. Untuk pengobatan pencegahan, tergantung dari beratnya penyakit, 1 sampai 2 tablet 3 atau 4 kali sehari. Untuk mencegah serangan pada malam hari, 1 sampai 2 tablet sebelum tidur.


PERINGATAN DAN PERHATIAN :

Pada umumnya CEDOCARD® 5 tidak memberikan efek samping yang berarti, tetapi pada beberapa penderita mungkin akan menimbulkan sakit kepala yang biasanya terjadi apabila menerima dosis harian sampai 40 mg atau lebih. Tetapi sakit kepala akan berhenti, bila dosis dikurangi hingga 1/2 tablet 3 x sehari, dan tidak akan menimbulkan kembali gangguan sakit kepala, walaupun dosis dinaikkan lagi setelah beberapa hari. Pada pengobatan jangka panjang dengan CEDOCARD® 5 kepekaan terhadap sakit kepala akan hilang tanpa keharusan penyesuaian dosis dan kerja memperlebar pembuluh-pembuluh darah jantung tidak akan berkurang.


HARUS DENGAN RESEP DOKTER Simpan pada suhu 25° - 30° C.


KEMASAN :

Box berisi 60 tablet dalam 6 strip @ 10 tablet.
Reg. No. D.2015259-1

 

CEDOCARD 20

CODE: V4

Harga Per Satuan Terkecil : Rp2,250.00

Untitled Document
CEDOCARD® 5
isosorbide dinitrate


VASODILATOR KORONER


KOMPOSISI :

Tiap tablet mengandung :
1,4 : 3,6-dianhydrosorbitol 2,5-dinitrate (isosorbide dinitrate) 5 mg



URAIAN :


CEDOCARD® 5, melebarkan pembuluh-pembuluh darah jantung dan bila diberikan secara sublingual, kemanjurannya sebanding dengan nitroglycerin, tetapi CEDOCARD* 5 memberikan efek yang lebih lama dengan mulainya daya kerja yang hampir sama. Pemberian nitroglycerin (0,1 - 0,6 mg) secara sublingual akan memberikan daya kerjanya setelah 1-3 menit, tetapi hanya berlangsung selama 20-30 menit. Sedangkan CEDOCARD9 5 yang diberikan secara sublingual, daya kerjanya akan terlihat dalam waktu kira-kira 2 menit dan berlangsung selama 2 sampai 3 jam. Pemberian CEDOCARD® 5 secara oral, daya kerja dimulai dalam waktu 20 sampai 30 menit kemudian dan akan dipertahankan untuk sekurang-kurangnya 4 jam. Cepatnya daya kerja CEDOCARD® 5 yang sebanding dengan nitroglycerin disebabkan oleh karena kelarutannya yang tinggi dalam air, dan daya kerja yang diperpanjang dari CEDOCARD® 5 disebabkan oleh lebih lambatnya proses peruraian oleh enzim-enzim dibandingkan dengan nitroglycerin.


INDIKASI :

Untuk pengobatan angina pektoris dan untuk pencegahan terjadinya serangan angina pada penderita penyakit jantung koroner menahun. Untuk pengobatan gangguan angina sesudah infark miokardial.


POSOLOGI :

Untuk serangan angina pektoris, 1 tablet dilarutkan perlahan-lahan dalam mulut dibawah lidah.
Untuk pengobatan pencegahan, tergantung dari beratnya penyakit, 1 sampai 2 tablet 3 atau 4 kali sehari.
Untuk mencegah serangan pada malam hari, 1 sampai 2 tablet sebelum tidur.


PERINGATAN DAN PERHATIAN :

Pada umumnya CEDOCARD® 5 tidak memberikan efek samping yang berarti, tetapi pada beberapa penderita mungkin akan menimbulkan sakit kepala yang biasanya terjadi apabila menerima dosis harian sampai 40 mg atau lebih. Tetapi sakit kepala akan berhenti, bila dosis dikurangi hingga 1/2 tablet 3 x sehari, dan tidak akan menimbulkan kembali gangguan sakit kepala, walaupun dosis dinaikkan lagi setelah beberapa hari.
Pada pengobatan jangka panjang dengan CEDOCARD® 5 kepekaan terhadap sakit kepala akan hilang tanpa keharusan penyesuaian dosis dan kerja memperlebar pembuluh-pembuluh darah jantung tidak akan berkurang.
HARUS DENGAN RESEP DOKTER Simpan pada suhu 25° - 30° C.


KEMASAN :


Box berisi 60 tablet dalam 6 strip @ 10 tablet.
Reg. No. D.2015259-1

 

CEDOCARD 5

CODE: V2

Harga Per Satuan Terkecil : Rp1,000.00

Untitled Document
CEDOCARD® 5
isosorbide dinitrate



VASODILATOR KORONER


KOMPOSISI :

Tiap tablet mengandung :

1,4 : 3,6-dianhydrosorbitol 2,5-dinitrate (isosorbide dinitrate) 5 mg


URAIAN :

CEDOCARD® 5, melebarkan pembuluh-pembuluh darah jantung dan bila diberikan secara sublingual, kemanjurannya sebanding dengan nitroglycerin, tetapi CEDOCARD* 5 memberikan efek yang lebih lama dengan mulainya daya kerja yang hampir sama. Pemberian nitroglycerin (0,1 - 0,6 mg) secara sublingual akan memberikan daya kerjanya setelah 1-3 menit, tetapi hanya berlangsung selama 20-30 menit. Sedangkan CEDOCARD9 5 yang diberikan secara sublingual, daya kerjanya akan terlihat dalam waktu kira-kira 2 menit dan berlangsung selama 2 sampai 3 jam. Pemberian CEDOCARD® 5 secara oral, daya kerja dimulai dalam waktu 20 sampai 30 menit kemudian dan akan dipertahankan untuk sekurang-kurangnya 4 jam. Cepatnya daya kerja CEDOCARD® 5 yang sebanding dengan nitroglycerin disebabkan oleh karena kelarutannya yang tinggi dalam air, dan daya kerja yang diperpanjang dari CEDOCARD® 5 disebabkan oleh lebih lambatnya proses peruraian oleh enzim-enzim dibandingkan dengan nitroglycerin.


INDIKASI :

Untuk pengobatan angina pektoris dan untuk pencegahan terjadinya serangan angina pada penderita penyakit jantung koroner menahun. Untuk pengobatan gangguan angina sesudah infark miokardial.


POSOLOGI :


Untuk serangan angina pektoris, 1 tablet dilarutkan perlahan-lahandalam mulut dibawah lidah.
Untuk pengobatan pencegahan, tergantung dari beratnya penyakit,1 sampai 2 tablet 3 atau 4 kali sehari.
Untuk mencegah serangan pada malam hari, 1 sampai 2 tablet sebelum tidur.


PERINGATAN DAN PERHATIAN :

Pada umumnya CEDOCARD® 5 tidak memberikan efek samping yang berarti, tetapi pada beberapa penderita mungkin akan menimbulkan sakit kepala yang biasanya terjadi apabila menerima dosis harian sampai 40 mg atau lebih. Tetapi sakit kepala akan berhenti, bila dosis dikurangi hingga 1/2 tablet 3 x sehari, dan tidak akan menimbulkan kembali gangguan sakit kepala, walaupun dosis dinaikkan lagi setelah beberapa hari.
Pada pengobatan jangka panjang dengan CEDOCARD® 5 kepekaan terhadap sakit kepala akan hilang tanpa keharusan penyesuaian dosis dan kerja memperlebar pembuluh-pembuluh darah jantung tidak akan berkurang.
HARUS DENGAN RESEP DOKTER Simpan pada suhu 25° - 30° C.


KEMASAN :

Box berisi 60 tablet dalam 6 strip @ 10 tablet.
Reg. No. D.2015259-1

 

Coronipin

Harga Per Satuan Terkecil : Rp850.00

Untitled Document
CORONIPIN



Tablet salut selaput


Komposisi :

Tiap tablet salut selaput mengandung :
Nifedipine 10 mg


Indikasi :


Pengobatan pada penyakit jantung koroner (terutama angina pektoris, serta pada keadaan setelah infark jantung) dan sebagai terapi tambahan hipertensi.



Kontra indikasi :

- Hipersensitif terhadap nifetidine.
- Karena pengalaman terbatas, pemberian nifetidine pada wanita hamil hanya dilakukan dengan pertimbangan yang hati-hati.


Efeksamping :

- Dose dependent disebabkan oleh dilatasi vaskular seperti: sakit kepala atau perasaan tertekan di kepala, flushing, pusing, gangguan lambung, mua!, lemas, paipitasi, hipotensi, hipotensi ortostatik, edema tungkai, tremor, kram pada tungkai, kongesti nasal, takikardia, tinitus, reaksi dermatologi.
- Sangat jarang terjadi, dilaporkan pada pemakaian nifedipine jangka panjang terjadi hiperplasia gusi dan segera kembali ketika pemakaian nifedipine dihentikan.
- Terjadi nocturia pada pasien yang menggunakan nifedipine, dan telah dilaporkan terjadi beberapa kasus retensi urin akut. Glomerulonefritis kompleks imun jarang terjadi. Terjadi menorrhagia, hiperplasia gusi, gynecomastia, reaksi-reaksi dermatologi (fotosensitif), rasa nyeri pada mata, neuropathies myoclonic dystonia, dan halusinasi.
- Efek samping berat yang memerlukan penghentian pengobatan relatif jarang terjadi.



Dosis :

- Dosis tunggal : 5-10 mg
- Dosis rata-rata : 5-10 mg, 3 kali sehari

Interval pemberian tidak boleh kurang dari 2 jam diantara 2 dosis.



Over dosis :

Intoksikasi nifedipine jarang dijumpai.
Dosis 210 rng menyebabkan hipotensi berat dan blok atrioventrikular total. Terapi hipotensi dan blok atrioventrikular dianjurkan dengan infus simpatomimetik (isoprenalin, dopamin) yang memberikan aksi yang berlawanan dengan nifedipine dengan meningkatkan perfusi kalsium ke dalam sel miokardium. Larutan kalsium glukonat 10% dapat diberikan dengan dosis inisial 10-20 ml ditingkatkan sesuai respon.



Perhatian :

- Pemberian nifedipine pada pasien dengan stenosis aorta atau pasien yang sedang diberikan p-bloker atau obat depresan miokardium lainnya dapat menyebabkan risiko kegagalan jantung.
- Nifedipine diekskresikan ke dalam ASI, hentikan menyusui selama minum obat ini.
- Selama minum obat ini, hams dilakukan pemeriksaan medik secara teratur.


Interaksi obat :

- Penggunaan nifedipine bersamaan dengan p-bloker mempotensiasi efek antihipertensi nifedipine,
- Penggunaan nifedipine bersamaan dengan p-bloker pada pasien dengan insufisiensi jantung, terapi harus dimulai dengan dosis kecil dan pasien harus dimonitor dengan sangat hati-hati.
- Penggunaan nifedipine bersamaan dengan simetidin (tidak pada ranitidin) meningkatkan konsentrasi plasma dan efek antihipertensi nifedipine.


Kemasan dan nomor registrasi :

Kotak : 10 strip @ 6 tablet salut selaput
No. Reg. : DKL8805005217B1


HARUS DENGAN RESEP DOKTER.
SIMPAN PADA SUHU DI BAWAH 30°C, TERLINDUNG DARI CAHAYA.


Dibuat oleh :

DEXAMEDICA
JL BAMBANG UTOYO 138
PALEMBANG-INDONESIA

 

DIGOXIN 0.25mg GENERIK

CODE: V5

Harga Per Satuan Terkecil : Rp100.00

Untitled Document
D i g o x i n



Komposisi :


Tiap tablet mengandung digoksin 0,25 mg.


Cara Kerja Obat :



Digoksin merupakan prototipe glikosida jantung yang berasal dari Digitalis lanata. Mekanisme kerja digoksin melalui 2 cara, yaituefek langsung dan tidaklangsung. Efek langsung yaitu meningkatkan kekuatan kontraksi otot jantung (efek inotropik positif). Hal ini terjadi berdasarkan penghambatan enzim Na+, K+ -ATPasedan peningkatan arus masuk ionkalsium keintra sel. Efektidak langsung yaitu pengaruh digoksin terhadap aktivitas saraf otonom dan sensitivitas jantung terhadap neurotransmiter.

Indikasi :


Untuk payah jantung kongestif, fibrilasi atrium, takikardia atrium proksimal dan flutter atrium.


Posologi :



Dewasa:


Dosis digitalisasi rata-rata 3-6 tablet sehari dalam dosis terbagi.
Untuk digitalisasi cepat dimulai2 - 3 tablet, diikuti 1 -2 tablet tiap 6-8 jam sampai tercapai digitalisasi penuh. Untuk digitalisasi lambat dan dosis penunjang 1/2-2 tablet
sehari (1/2 -  1 tablet   pada usia   lanjut),  tergantung   pada berat   badan  dan kecepatan bersihan kreatinin.
Dosis harusdikurangi pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal.


Anak-anak dibawah 10 tahun :



0.025 mg/kg BB sehari dalam dosis tunggalatau terbagi.


Peringatan dan Perhatian :



Dosis lebih rendah pada pasien dengan berat badan rendah.usia lanjut, hipokalemia dan hipotiroid. Setelah  pemberian  selama   14 hari, dosis  hams diturunkan dan disesuaikan dengan respon pasien. Hati-hati pemberian pada ibu hamil dan menyusui.
Hati-hati pemberian pada penderita gagal jantung yang menyertai glomerulonefritis akut, karditis berat, gangguan fungsi ginjal sedang sampai berat, hipokalsemia, hipomagnesemia, aritmia atrium yang disebabkan keadaan hipermetabolik, penyakit nodus SA, Sindroma Wolff - Parkinson - White, perikarditis konstriktif kronik, bayi neonatus dan bayi prematur. Blok AV tidak lengkap pada pasien dengan serangan Stokes - Adams dapat berianjut menjadi Blok AV lengkap. Jangan digunakan untuk terapi obesitas atau takikardia sinus, kecuali jika disertai gagal   jantung.
Digoksin dapat menimbulkan perubahan ST-T yang pgsitjf semu pada EKG selama testlatihan. Anoreksia, mual, muntan dan aritmia dapat merupakan gejala penyerta gagal jantung atau gejala-gejala keracunan digitalis. Bila timbul keracunan digitalis maka pemberian obat digitalis dandiuretik dihentikan.


Efek Samping :


Dapatterjadi anoreksia, mual, muntah dan sakitkepala.
Gejala toksik pada jantung : kontraksi ventrikel  prematur multiform atau unifocal,takikardia ventrikular, desosiasi AV, aritmia sinus, takikardia atrium dengan berbagai derajat blokAV.
Gejala neurologik :   depresi, ngantuk, rasa lemah, letargi, gelisah, vertigo, bingung
dan halusinasi visual.                                                                                                   im
Gangguan pada mata: midriasis, fotofobia, dan berbagai gangguan visus.
Ginekomastia, ruam kulit makulopopularatau reaksikulit yang lain.


Kontra indikasi :



BlokAVtingkat 2danblok AVtotal.                               
Aritmia supra ventrikular yang disebabkan sindroma Wolff - Parkinson - White.
Fibrilasi ventrikel.
Hipersensitif terhadap digoksin dan penderita dengan riwayat intoleransi terhadap preparat digitalis.


Interaksi Obat :


Kuinidin, verapamil, amiodarondan propafenon dapat meningkatkan kadar digitalis. Diuretik, kortikosteroid, dapat menimbulkan hipokalemia, sehingga mudah terjadi intoksikasi digitalis. Antibiotik tertentu menginaktivasi digoksin melalui metabolisme bakterial di usus bagian bawah. Propantelin, difenoksilat, meningkatkan absorpsi digoksin. Antasida, kaolin-peptin, sulfasalazin, neomisina, kolestiramin, beberapa obat kanker, menghambat absorpsi digoksin. Simpatomimetik, meningkatkan resiko aritmia. Beta - bloker, kalsium antagonis, berefek aditif dalam penghambatan konduksiAV.


Cara Penyimpanan


Simpan di tempat sejuk dan kering, dalam wadah tertutup rapat.

Kemasan dan Nomor Registrasi :
Botol berisi 100 tablet, No. Reg.: GKL8920908210A1
Kotak berisi 10 strip @ 10 tablet, No.Reg.: GKL 8920908210A1

HARUS DENGAN RESEP DOKTER
INDOFARMA BEKASI - INDONESIA

 

Pages:   1 2 3    Range:

Loading...