Apotek INDICA
Home Katalog My account Keranjang Belanja

Maag

MAAG




Maag
atau radang lambung atau tukak lambung adalah gejala penyakit yang menyerang Lambung dikarenakan terjadi luka atau peradangan Lambung yang menyebabkan sakit dan perih pada Perut

 
Penyebab


Maag merupakan gejala penyakit akibat faktor yang merusak pertahanan mukosa lambung lebih besar daripada faktor yang melindungi pertahanan mukosa lambung. Penyebabnya Penyebabnya bisa karena penderita makannya tidak teratur sehingga terjadi produksi asam lambung yang berlebihan, terdapat mikroorganisme yang merugikan (Helycobacter pylori), mengkonsumsi obat-obatan tertentu, atau sebab-sebab lainnya misalnya beban pikiran yang berat, kebiasaan merokok, mengkonsumsi minuman yang mengandung kafein. Maag bisa disembuhkan tetapi tidak bisa sembuh total, maag adalah penyakit yang dapat kambuh apabila si penderita tidak makan teratur, terlalu banyak makan, atau sebab lain. Tetapi maag dapat di cegah, yaitu dengan cara makan teratur, makan secukupnya, cuci tangan sebelum makan, dan jangan jajan sembarangan .

 
Penanganan maag


Tujuan penanganan penyakit maag yaitu menghilangkan nyeri tukak, mengobati tukak, mencegah kambuh kembali dan mengurangi terjadinya komplikasi yang lebih serius. Jika melalui pemeriksaan dalam lambung pasien ditemukan adanya bakteri, maka perlu diberikan suatu antibiotik.

Obat – obat yang diberikan dikelompokkan berdasarkan mekanisme kerjanya :

  • Mengurangi produksi asam lambung à ranitidine, omeprazol,
  • Menetralkan asam lambung à antasida
  • Memberi perlindungan terhadap mukosa lambung à sukralfat
  • Membunuh mikroorganisme H. pylori à klaritromisin, amoksisilin, metronidazol
 

Pages:   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 ...    Range:
Sort by:    Product     Harga Per Satuan Terkecil     Default    

ACITRAL SYR

CODE: AA1

Harga Per Satuan Terkecil : Rp26,650.00

Out of stock

Untitled Document
ACITRAL SIRUP - TABLET® Interbat

 

KOMPOSISI:


ACITRAL8 Sirop
Tiapsendoktakar(5ml) mengandung:
Aluminum hydroxide colloidal....... 200 mg
Magnesium hydroxide..................... 200 mg
Simethicone..................................... 20 mg


ACITRAL*Tablet


Tiap tablet mengandung:
Aluminum hydroxide colloidal....... 200 mg
Magnesium hydroxide..................... 200 mg
Simethicone..................................... 20 mg


KHASIAT:


ACITRAL* mengandung Aluminum hydroxide colloidal dan Magnesium hydroxide yang merupakan antasida yang efektif, mempunyai daya mengikat dan menetralkan asam lambung yang tinggi. Dengan demikian menghilangkan rasa nyeri, rasa mual, sakit perut serta gangguan-gangguan lainnya pada saluran pencernaan.


ACITRAL*


mengandung Simethicone yang memecahkan gelembung-gelembung udara dalam perut sehingga mengurangi sakit perut dan dispepsia.


INDIKASI:


Sebagai antasida/antiflatulen pada tukak lambung dan usus dua belas jari, kelebihan asam lambung, hiatus hernia, meteorisme dan juga bermanfaat untuk mengurangi rasa kembung.


KONTRA INDIKASI:


Boleh dikatakan tidakada.


PERINGATAN / PERHATIAN:


- ACITRAL* harus diberikan dengan hati-hati pada penderita gangguan fungsi ginjal.
- Tidak dianjurkan untuk digunakan terus-menerus (lebih dari 2 minggu) kecuali atas petunjuk dokter, karena dapat menimbulkan ketergantungan fungsi lambung.
- Bila diperlukan penggunaan bersama-sama dengan Cimetidine atau Tetracycline, harap diberikan dengan jarakwaktu 1-2jam.


ATURAN PAKAI :


ACITRAL* Sirop

Sekali 1 -2 sendok takar.


ACITRAL* Tablet

Sekali 1-2 tablet, dikunyah atau dibiarkan melarut perlahan-lahan di dalam mulut.
Dianjurkan untuk minum obat di antara waktu-waktu makan dan pada malam hari sebelum tidur.


KEMASAN:


ACITRAL* Sirop

Botol berisi 120 ml netto dilengkapi dengan sendok takar Reg. No.: DBL7817604533A1


KOCOK SETIAP KALI AKAN DIPAKAI
SIMPAN DI BAWAH 30°C
TERLINDUNG DARI CAHAYA
JANGAN DISIMPAN DALAM LEMARI PEMBEKU


ACITRAL* Tablet


Kotak berisi 25 strip @ 4 tablet Reg. No.: DBL8517603010A1
SIMPAN DI BAWAH 30°C TERLINDUNG DARI CAHAYA
Diproduksi oleh : PT. Interbat
Jl. H.R.M. Mangundiprojo no. 1
Buduran, Sidoarjo-61252
Jawa Timur, Indonesia

 

ACITRAL TAB

CODE: AA2

Harga Per Satuan Terkecil : Rp650.00

Untitled Document
ACITRAL SIRUP - TABLET®Interbat



KOMPOSISI:


ACITRAL8 Sirop

Tiapsendoktakar(5ml) mengandung:
Aluminum hydroxide colloidal........... 200 mg
Magnesium hydroxide..................... 200 mg
Simethicone..................................... 20 mg


ACITRAL*Tablet

Tiap tablet mengandung:
Aluminum hydroxide colloidal........... 200 mg
Magnesium hydroxide..................... 200 mg
Simethicone.................................... 20 mg


KHASIAT:

ACITRAL* mengandung Aluminum hydroxide colloidal dan Magnesium hydroxide yang merupakan antasida yang efektif, mempunyai daya mengikat dan menetralkan asam lambung yang tinggi. Dengan demikian menghilangkan rasa nyeri, rasa mual, sakit perut serta gangguan-gangguan lainnya pada saluran pencernaan.


ACITRAL*

mengandung Simethicone yang memecahkan gelembung-gelembung udara dalam perut sehingga mengurangi sakit perut dan dispepsia.


INDIKASI:

Sebagai antasida/antiflatulen pada tukak lambung dan usus dua belas jari, kelebihan asam lambung, hiatus hernia, meteorisme dan juga bermanfaat untuk mengurangi rasa kembung.


KONTRAINDIKASI:

Boleh dikatakan tidakada.


PERINGATAN / PERHATIAN:

- ACITRAL* harus diberikan dengan hati-hati pada penderita gangguan fungsi ginjal.
- Tidak dianjurkan untuk digunakan terus-menerus (lebih dari 2 minggu) kecuali atas petunjuk dokter, karena dapat menimbulkan ketergantungan fungsi lambung.
- Bila diperlukan penggunaan bersama-sama dengan Cimetidine atau Tetracycline, harap diberikan dengan jarakwaktu 1-2jam.


ATURANPAKAI :

ACITRAL* Sirop

Sekali 1 -2 sendok takar.


ACITRAL* Tablet

Sekali 1-2 tablet, dikunyah atau dibiarkan melarut perlahan-lahan di dalam mulut.
Dianjurkan untuk minum obat di antara waktu-waktu makan dan pada malam hari sebelum tidur.


KEMASAN:

ACITRAL* Sirop

Botol berisi 120 ml netto dilengkapi dengan sendok takar Reg. No.: DBL7817604533A1



KOCOK SETIAP KALI AKAN DIPAKAI
SIMPAN DI BAWAH 30°C
TERLINDUNG DARI CAHAYA
JANGAN DISIMPAN DALAM LEMARI PEMBEKU


ACITRAL* Tablet


Kotak berisi 25 strip @ 4 tablet Reg. No.: DBL8517603010A1
SIMPAN DI BAWAH 30°C TERLINDUNG DARI CAHAYA
Diproduksi oleh : PT. Interbat
Jl. H.R.M. Mangundiprojo no. 1
Buduran, Sidoarjo-61252
Jawa Timur, Indonesia

 

ACRAN 150

Harga Per Satuan Terkecil : Rp4,750.00

Untitled Document

ACRAN



KOMPOSISI


Tablet  : Tiap tablet mengandung Ranitidin HCI yang setara dengan 150 mg Ranitidin .
Kaplet  : Tiap kaplet mengandung Ranitidin HCI yang setara dengan 300 mg Ranitidin,
Injeksi : Tiap ml mengandung Ranitidin HCI yang setara dengan 25 mg Ranitidin.



FARMAKOLOGI

ACRAN mengandung Ranitidin, suatu penghambat aktivitas histamin yang kompetitif dan reversibel pa -da reseptor- H2 histamin, termasuk reseptor pada sel-sel lambung dan bukan suatu zat antikolinergik, Ranitidin bekerja dengan cara menghambat sekresi asam lambung basal dan nokturnal melalui peng -hambatan kompetitif terhadap kerja histamin pada reseptor - H2 histamin di sel-se! parietal. Ranitidin juga menghambat sekresi asam lambung yang dirangsang oieh makanan, betazole, pentagas-trln, kofein, insulin dan refleks vagal fisiologis. Efek penghambatan terhadap histamin bersifat kompetitif,  sedangkan terhadap pentagastrin bersifat non-kompetitif.
Kadar puncak dalam darah setelah pemakaian oral, tercapal dalam 1 - 2 jam dan tidak dipengaruhi oleh adanya makanan.


INDIKASI


-

Pencegahan dan pengobatan tukak duodenum. Ditujukan untuk pengobatan jangka pendek tukak duodenum akut dan tukak lambung aktif yang ringan.

-

ACRAN®juga diindikasikan untuk mencegah kam-buhnya tukak duodenum.

-

Pengobatan keadaan hipersekresi lambung yang patologis, misalnya sindroma Zollinger-Ellison dan "systemic mastocytosis".

-

Pengobatan pendarahan pada saluran pencerna -an karena tukak lambung, tukak duodenum atau hemorrhagic gastritis.

-

Digunakan sebelum induksi anestesi sebagai pencegahan terhadap " acid aspiration pneumonltis".


KONTRA-INDIKASI

Hipersensitivitas terhadap Ranitidin.


EFEK SAMPING

-

saraf pusat : jarang terjadi malaise, sakit kepatarpustng, menganTukriaTT-vertigo. Kasus yang jarang, termasuk gangguan,mental reversibel, agitasi, depresi dan halusinasi diiaporkan jarang terjadi terutama pado pende-rita usia lanjut dan penderita yang sangat parah,

-

Kardiovaskular : bradikardia

-

Saluran pencernaan: konstipasi, diare, nausea / vomiting, nyeri perut.

-

Hati : kadang-kadang hepatitis reversibel (hepatocellular, hepa-tocanalicular atau keduanya) dengan atau tanpa jaundice.

-

Hematoiogi : dapat terjadi penurunan jumlah sel darah putth dan plate -let (pada beberapa penderita).

-

Reaksi hipersensitivitas : urtikaria," angioneuroticedema", bronkospasma hipo-tensi, eosinofilia, ruam, de-mam. anafilaktik.

-

Endokrin : pada dosis lazim kadang-kadang menimbulkan bingung, ginekomastia, hiperprolaktinemia, gangguan seksual (impotensi, kehilangan libido)

-

  Dapat terjadi peningkatan sementara kadar serum transaminase dan Gamma GT serta sedikit peningkatan kadar kreatinin serum   (pada beberapa penderita)



PERHATIAN


-

Hati-hati bila digunakan pada penderita dengan gangguan hepar dan atau ginjal.

-

Ranitidin hanya diberikan pada wanita hamil, usia subur dan menyusui bila benar-benar diperlukan.

-

Keamanan dan efektivitas pada anak-anak belum diketahui dengan pasti.

-

Pengobatan penunjang akan mencegah kambuh-nya uikus, tetapi tidak mengubah jaiannya penyakit sekalipun pengobatan dihentikan. Karena itu pengobatan penunjang terutama diberikan bila kambuhnya uikus berat


Khusus Injeksi :


-

Pemberian H2 - antagonis dengan dbsis lebih ddri yang dianjurkan dan lebih dari 5 hari, dan meningkatkan nilai SGPT orang normal. Pada penderita gangguan ginjal, hams dilakukan pengurangan dosis.

-

Kecepatan pemberian secara i;v. dapat beresiko induksi bradikardia pada pasien dengan'faktor pre-disposisi terjadinya aritmia jantung.


INTERAKSI OBAT

Dengan diazepam, metoprolol, lignokain, fenitoin, propanolol, teofilin, warfarin, midazolam, fentanyl, ni-fedipin.


DOSIS

ORAL:


- Pengobatan tukak lambung dan duodenum:
  150 mg, 2 kali sehari pada pagl dan malam hari atau 300 mg sebelum tidur.
  Pencegahan kambuhnya tukak duodenum: 150 mg sebelum tidur.
- Pengobatan keadaan hipersekresi lambung (misal-nya sindroma Zollinger - Ellison ddn "systemic masto-cytosis"): 150 mg, 2   kali sehari,
  Dosis dapat disesuaikan  dengan kebutuhan dan pengobatan dilanjutkan selama indikasi masih ada,
  Untuk kasus yang berat dosis dapat dlberikan sampai 6 gram per hari.
  Pada   penderita  dengan   gangguan fungsi ginjal (bersihan kreatinin < 50 ml/menit): 150mg setiap 24jam. Bila perlu frekuensi dapat ditingkatkan menjadi setiap 12jam atau lebih sering. Pada penderita dengan gangguan fungsi hati, dosis hams dikurangi.


INJEKSI:

Harus diberikan secara perlahan-lahan (-2'menit)
Dewasa: Intramuskular: 50mg/2ml, setiap 6-8 jam, tanpa pengenceran.


Intravena:

- Intermittent bolus: 50 mg (2 ml) setiap 6'- 8 jam. Larutkan ACRAN® injeksi dalam 0,9% larutan NaCI atau larutan i,v, yang   cocok lainnya hingga konsen-trasi tldak lebih besar dari 2,5 mg/ml (20 ml).            • Suntikkan dengan kecepatan tidak   lebih dari 4 ml/ menit(5menit),
- Intermittent infusion: 50 mg/2 ml setiap 6 - 8 Jam, Larutkan ACRAN® injeksi dalam dekstrosa 5% atau larutan i.v, yang cocok   lainnya hingga konsentrasi tidak lebih dari 0,5 mg/ml ( 100 ml).
  Diberikan dengan kecepatan tidak lebih dari 5 - 7 ml/menif(15-20menit),
- Injeksi i.v. kontinyu; tambahkan injeksi ke dalam larutan dekstrosa 5% ( atau larutan untuk injeksi i.v. lain yang cocok),   dengan kecepatan Infus 6,25 mg/jam,
- Pada penderita sindroma Zollinger - Ellison: encer-kan injeksi ke daldm larutan dekstrosa 5% (atau larutan untuk injeksi   i.v. lain yang cocok) sampai di -peroleh konsentrasi tidak lebih dari 2,5 mg/ml. Ke -cepatan infus pertama 1,0   mg/kg/jam,setelah 4 jam (bila pada pengukuran asam lambung diper -oleh> lOmEq/jam) dosis dapat ditingkatkan 0 5 mg/kg/jam.
  Dosis maksimal sampai 2,5 mg/kg/jam dengan kecepatan infus 220 mg/jam,
- Pada penderita gagal ginjal (bila bersihan kreatinin < 50 mg/menit): dosis yang dianjurkan i.m. atau i.v, adalah 50 mg trap   18-24 jam (bila perlu interval pemberian ditingkatkan menjaditiap 12 jam ). Karena Ranitidin turut terdialisa maka waktu   pemberian harus disesudikan, yaitu bertepatan dengan akhirhemodialisa.

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

 

Acran Ranitidine Inj 2ml

Harga Per Satuan Terkecil : Rp19,200.00

Untitled Document

ACRAN INJEKSI



Komposisi :


Ranitidina HCl 25 mg/ml


Indikasi

Lihat dosis.


Kontra Indikasi

Hipersensitivitas.


Dosis

Kasus parah dosis dapat diberikan sampai 6 gram/hari; gangguan fungsi ginjal bersihan
kreatinin <50 ml/menit: 150 mg setiap 24 jam, frekuensi dapat ditingkatkan menjadi
setiap 12 jam atau lebih sering. Injeksi: Intramuskular: 50 mg/2 ml, setiap 6-8 jam tanpa
pengenceran; Intravena: Intermitten bolus: 50 mg/2 ml setiap 6-8 jam,larutkan dalam
0,9% larutan NaCI atau larutan iv yang cocok hingga konsentrasi tidak lebih besar dari
2,5 mg/ml (20 ml); suntikkan dengan kecepatan tidak lebih dari 4 ml/menit (5 menit).
Intermitten infusion: 50 mg/2 ml setiap 6-8 jam, larutkan dalam dekstrosa 5% atau
larutan iv yang cocok hingga konsentrasi tidak lebih dari 0,5 mg/ml (100 ml); berikan
dengan kecepatan tidak lebih dari 5-7 ml/menit (15-20 menit). Injeksi iv kontinyu:
Tambahkan injeksi ke dalam larutan dekstrosa 5% atau larutan untuk injeksi iv yang
cocok, dengan kecepatan infus 6,25 mg/jam; sindroma Zollinger Ellison: Encerkan
injeksi ke dalam larutan dekstrosa 5% atau larutan untuk injeksi iv yang cocok,sampai
diperoleh konsentrasi tidak lebih dari 2,5 mg/ml; kecepatan infus pertama 1,0 mg/kg/ jam,
setelah 4 jam (bila pada pengukuran asam lambung diperoleh >10 mEq/jam) dosis
dapat ditingkatkan 0,5 mg/kg/jam; dosis maksimal sampai 2,5 mg/kg/jam dengan
kecepatan infus 220 mg/jam; penderita gagal ginjal, bila bersihan kreatinin <50 ml/menit,
dosis yang dianjurkan im atau iv adalah 50 mg tiap 18-24 jam, bila perlu interval
ditingkatkan menjadi tiap 12 jam.

 

ACTAL

CODE: AA3

Harga Per Satuan Terkecil : Rp500.00

Untitled Document

ACTAL



Obat sakit maag, meringankan gejala kelebihan asam lambung.

KOMPOSISI:

Setiap tablet kunyah mengandung Natrium polihidroksi alumunium monokarbonat heksitol kompleks 360 mg (setara dengan 216 mg alumunium hidroksida).

CARA KERJA:

Natrium polihidroksi alumunium monokarbonat heksitol kompleks merupakan antasida yang bekerja menetralkan asam lambung dan menginaktifkan pepsin, sehingga rasa nyeri ulu hati akibat iritasi oleh asam lambung dan pepsin berkurang.

INDIKASI:

Untuk mengurangi gejala-gejala yang berhubungan dengan kelebihan asam lambung, gastritis, tukak lambung, tukak usus dua belas jari, dengan gejala-gejala seperti mual, nyeri lambung dan nyeri ulu hati.

KONTRA INDIKASI:

Jangan diberikan pada penderita gangguan fungsi ginjal yang berat, karena dapat menimbulkan hipermagnesia (kadar magnesium dalam darah meningkat).

PERINGATAN/ PERHATIAN:

1. Tidak dianjurkan digunakan terus menerus lebih dari 2 minggu, kecuali atas petunjuk dokter.
2. Bila sedang menggunakan obat tukak lambung lain seperti simetidin atau antibiotika tetrasiklin, harap diberikan dengan selang waktu 1 – 2 jam.
3. Tidak dianjurkan pemberian pada anak-anak di bawah 6 tahun, kecuali atas petunjuk dokter, karena biasanya kurang jelas penyebab gangguan penyakitnya.
4. Hati-hati pemberian pada penderita diet fosfor rendah dan pemakaian lama, karena dapat mengurangi kadar fosfor dalam darah.


EFEK SAMPING:

Efek samping yang umum adalah sembelit, diare, mual, muntah, dan gejala-gejala tersebut akan hilang bila pemakaian obat dihentikan.



INTERAKSI OBAT:


Pemberian bersama-sama dengan simetidin atau tetrasiklin dapat mengurangi absorbsi obat tersebut.

DOSIS DAN ATURAN PAKAI

Dewasa: 1 -2 tablet, 3 -4 kali sehari
Anak-anak 6 – 12 tahun: ½ - 1 tablet 3 – 4 kali sehari
Dimuinum 1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan dan menjelang tidur, sebaiknya tablet dikunyah dahulu.



PENYIMPANAN:

Simpan pada suhu kamar dalam wadah tertutup rapat.
Jauhkan dari jangkauan anak-anak.

 

 

ACTAL PLUS

CODE: AA4

Harga Per Satuan Terkecil : Rp800.00

Untitled Document
ACTAL PLUS



Obat sakit maag



KOMPOSISI :

Setiap tablet kunyah mengandung Natrium Polihidroksi aluminium monokarbonat heksitol kompleks 330mg (setara dengan 200mg aluminium hidroksida).Magnesium hidroksida 150mg dan simetikon 250 mg.


CARA KERJA :

Kombinasi Aluminium hidroksida dan Magnesium hidroksida merupakan antasida yang bekerja menetralkan asam lambung dan menginaktifkan pepsin,sehingga rasa nyeri ulu hati akibat iritasi oleh asam lambung dan pepsin berkurang.

Disamping itu,efek laksatif dari magnesium hidroksida akan mengurangi efek konstipasi dari aluminium hidroksida.Dimetilpolisiloksan mengurangi gelembung-gelembung gas dan saluran cerna yang menyebabkan rasa kembung berkurang.

INDIKASI :

Untuk mengurangi gejala-gejala yang berhubungan dengan kelebihan asam lambung,gastritis,tukak lambung,tukak usus dua belas jari,dengan gejala-gejala seperti mual,nyeri lambung,nyeri ulu hati dan perasaan penuh pada lambung.


KONTRAINDIKASI :

Jangan diberikan pada penderita gangguan fungsi ginjal yang berat,karena dapat menimbulkan hipermagnesia (kadar magnesium dalam darah meningkat).


Peringatan / Perhatian :

1. Tidak dianjurkan digunakan terus menerus lebih dari 2 minggu, kecuali atas petunjuk dokter.
2. Bila sedang menggunakan obat tukak lambung lain seperti simetidin atau antibiotika tetrasiklin, harap diberikan selang waktu 1 – 2 jam.
3. Tidak dianjurkan pemberian pada anak-anak di bawah 6 tahun, kecuali atas petunjuk dokter, karena biasanya kurang jelas penyebab gangguan penyakitnya.
4. Hati-hati pemberian pada penderita diet fosfor rendah dan pemakaian lama, karena dapat mengurangi kadar fosfor dalam darah.


EFEK SAMPING:

Efek samping yang umum adalah sembelit, diare, mual, muntah, dan gejala-gejala tersebut akan hilang bila pemakaian obat dihentikan.



INTERAKSI OBAT:


Pemberian bersama-sama dengan simetidin atau tetrasiklin dapat mengurangi absorbsi obat tersebut.


DOSIS DAN ATURAN PAKAI

Dewasa: 1 -2 tablet, 3 -4 kali sehari
Anak-anak 6 – 12 tahun: ½ - 1 tablet 3 – 4 kali sehari
Dimuinum 1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan dan menjelang tidur, sebaiknya tablet dikunyah dahulu.


PENYIMPANAN:

Simpan pada suhu kamar dalam wadah tertutup rapat.
Jauhkan dari jangkauan anak-anak.

 

ALMACON

Harga Per Satuan Terkecil : Rp450.00

ALMACON




KOMPOSISI


Al(OH)3 gel......... 300 mg
Mg(OH)2 gel......... 300 mg
Dimetikon............ 40 mg


 
INDIKASI


Ulkus peptikum, hiperasiditas saluran pencernaan, gastritis, gangguan pencernaan, kembung.



PERHATIAN


Gangguan fungsi ginjal.
Interaksi obat : mempengaruhi penyerapan obat-obat lainnya terutama Tetrasiklin dan garam Fe.


 
EFEK SAMPING


Jarang : sembelit, diare.
Hipofosfatemia (pada pemakaian jangka panjang, dosis tinggi).



KEMASAN


Tablet 100 biji.



DOSIS


1-2 tablet 1 jam setelah makan dan pada malam hari sebelum tidur.

 

ALUDONA SYR

CODE: AA5

Harga Per Satuan Terkecil : Rp41,150.00

A L U D O N N A



SUSPENSI:

Suspensi Aludonna adalah suatu pengikat asam lambung yang efektif, terutama untuk penderita yang memerlukan penyembuhan segera dari rasa nyeri (sakit) yang diakibatkan ©ten pengeluaran asam lambung yang berlebihan.
Suspensi Aludonna mengandung campuran Gel Aluminium hidroksida dan Magnesium oksida dalam perbandingan yang disusun secara cermat hingga dapat member! efek menetraikan yang baik terhadap ketebihan asam dalam lambung, Alkaloida Belladona, yang terdiri atas 3 macam, mencegah ketebihan asam lambung.
Suspensi Aludonna diberi rasa harum dan disukai pasien.


INDIKASI:


Penyembuhan terhadap gejala-gejala dari tukak lambung dan semua gangguan saluran pencernaan yang disebabkan oleh pengeluaran asam atau gerak yang berlebihan.


DOSIS:


1 - 2 sendok teh 30 menit sesudah makan dan sebelum tidur.


KONTRA INDIKASI:


Penderita glaucoma atau penyakit jantung yang parah.

Tiap sendok teh (5 ml) mengandung :

Aluminium oksida........................................ 218,85 mg (dari Gel Aluminium hidroksida)
Magnesium oksida......................................    54 mg
Hyoscyamin hidrobromida........................... 51,166 meg
Atropina sulfat............................................ 9,5 mcg
Hiosina hidrobromida.................................. 3,166 mcg



KEMASAN:

Botolisi 150 ml netto.


HARUS DENGAN RESEP DOKTER


Dibuat oleh:
P.T. ARMOXINDO FARMA
Cianjur - Indonesia
ConlTled
CONTROLLED MEDICATIONS LTD.

 

ALUDONA TAB

CODE: AA6

Harga Per Satuan Terkecil : Rp750.00

A L U D O N N A



ALUDONNA tablet diformulasikan untuk :

- Mengurangi gejala nyeri
- kelebihan asam lambung, misalnya penderita tukak lambung.
- ALUDONNA   tablet   berisi   campuran    magnesium   karbonat presipitat, aluminium hidroksida dan kalsium karbonat dengan perbandingan sedemikian hingga dengan cepat menghilangkan rasa nyeri arena daya menetralkah yang cepat terhadap kelebihan asam.
- Amilase (Diastase) meningkatkan pencernaan karbohidrat hingga meniadakan pembentukan gas yang berlebihan. Suatu antihistamin yang poten klorfeniramine bekerja terhadap kemungkinan kelebihan asam yang disebabkan histamin. Sedikit kolein ditambahkan untuk meniadakan sedikit depresi yang biasa disebabkan oleh antihistamin. Skopolamina hydrobromida menolong ketegangan mental yang biasa   menyertai    gejala   tukak    lambung   dan    mengurangi hipermotilitas yang disebabkan oleh ketegangan saraf.

ALUDONNA tablet diproses melalui teknik mikronisasi, hingga larut dalam mulut dengan atau tanpa dikunyah meninggalkan rasa manis dan sangat menyenangkan.


ISI :

Tiap Tablet Berisi :

Magnesium Karbonat ko-presipitat & Aluminium Hidroksida 250mg
Kalsium Karbonat presipitat 50 mg
Kofeina
7,5 mg
Diastase 7,5 mg
Klorfeniramina Maleat 50 mg
Skopolamina hydrobromida 0,05 mg

INDIKASI :

Pengobatan simptomatis dan penyembuhaii gastric dan duodenum ulcers, gastritis, heartburn, teriaiu banyak asam lambung dsb.


DOSIS :

1  - 2 tablet dikunyah atau ditelan  1 jam sesudah makan dan sebelum tidur atau menurut petunjuk dokler.


Kontra indikasi :

ALUDONNA tidak bolch diberikan pada pasien penderita glaucoma atau diduga menderita glaucoma, pasien penderita kelemahan atau gangguan fungsi ginjal jangan diberikan pada penderita hipertensi.


Pemigatan dan perhatian :

Magnesium hydroksida dan garam magnesium lainnya pada penderita dengan kelainan ginjal dapat menyebabkan depresi susunan saraf pusat dan juga gejala-gejala lain oleh hypermagnesemia.
Tidak dianjurkan untuk digunakan terus menerus (lebih dari 2 minggu) kecuali atas petunjuk dokter. karena dapat menimbuikan ketergantungan fungsi lambung.Jangan digunakan Bersama dengan  cimetidine, karena  dapat mernpengaruhi absorpsi obat ini.


Kemasan/No. Registrasi :

Kotak berisi 160 tablet dalam 20 strip @ S's/D.7812130
Kotak berisi 100 tablet dalam 10 blister @ 10V
DKL 8520601S10A2
Pot berisi 1000 tablel/DKL 8320601810A1


HARUS DENGAN RESEP DOKTER


Dibuat oleh :

P.T, ARMOX1NDO FARMA
Cianjur - Indonesia
c©nmed
CONTROLLED MEDICATION LTD

 

ALUMY SYRUP

Harga Per Satuan Terkecil : Rp5,950.00

ALUMY SYRUP




KOMPOSISI :
Tiap 5 ml sendok takar suspensi mengandung
Aluminium hidroksida gel kering 200 mg
Magnesium trisilikat 5H2O     300 mg
Dimetikon / Dimetilpolisiloksan  20 mg


INDIKASI :
Untuk meringankan rasa panas di lambung, lambung yang asam dan acid indigestion karena keasaman lambung yang berlebihan atau keadaan tukak lambung,gastritis atau refluks oesopagitis yang berhubungan dengan kelebihan asam lambung


KONTRA INDIKASI :tak didapat
Penderita fungsi ginjal


INTERAKSI OBAT :
Efek obstipasi dari Aluminium hidroksida gel akan dinetralisir oleh efek laxative dari Magnesium trisilikat.
Aluminium hidroksida gel akan menyebabkan turunnya absoropsi obat obatan yang lain termasuk Tetrasiklin dan vitamin-vitamin serta memperlambat absorpsi Quinidin.
Sedangkan magnesium trisilikat tak didapatkan interaksi secara khsus dengan obat-obatan yang lainnya.


EFEK SAMPING :
- Konstipasi, diare, mual,muntah
- Hipophosphatenia dan osteomalacia (pada pemberian dosis besar untuk jangka lama dan bila kadar phosphat rendah)
- Dialisis denertia (pada pemberian jangka panjang pada pasien dialisis)


PERINGATAN & PERHATIAN :
- Tidak dianjurkan untuk digunakan terus menerus (lebih dari 2 minggu) kecuali atas petunjuk dokter karena dapat menimbulkan ketergantungan fungsi lambung.
- Bila diperlukan penggunaan bersama simetidin atau tetrasiklin harap diberikan dengan jarak waktu 1-2 jam.
- Aluminium hidroksida gel pada pemakaian jangka panjang dengan diet rendah fosfat dapat menyebabkan osteomalacia renal richer.
- Magnesim trisilikat di dalam usus berubah menjadi garam-garam magnesium yang mungkin dapat diabsorpsi dan diekskresi melalui ginjal sehingga bila terjadi gangguan fungsi ginjal dapat terjadi hypermagnesemia dengan gejala-gejala intoksikasi megnesium dan depresi susunan syaraf pusat.
- Tidak dianjurkan untuk anak-anak dibawah 6 tahun, kecuali atas petunjuk dokter, karena biasanya kurang jelas penyebabnya.


ATURAN PAKAI :
* Dewasa : 1-2 sendok takar suspensi 4xsehari
* Anak-anak : 1/2-1 sendok takar suspensi 4xsehari
Diminum 1-2 jam setelah makan dan pada saat akan tidur malam


KEMASAN & NO REG. :
Botol, isi 100 ml suspensi, DBL 7204204633A1


PABRIK :
Coronet




 

Pages:   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 ...    Range:

Loading...