Mual,Muntah

Untitled Document

MUAL, MUNTAH

 

 

Mual dan muntah bisa jadi menunjukan beberapa kondisi, maka amat penting untuk menentukan penyebab sebelum memutuskan penggunaan obat yang tepat.

Mual dan muntah sering sekali dilontarkan pasien dengan latar belakang penyakit yang berbeda.

Penyebab mual dan muntah bisa jadi sangat sederhana, seperti berputar terlalu cepat saat naik mesin di taman hiburan. Tetapi, mual muntah bisa juga merupakan gejala suatu penyakit yang lebih serius, atau karena efek pemberian obat-obatan tertentu. Jadi mual muntah bisa berdiri sendiri sebagai hal yang independen, namun umumnya dibicarakan bersama-sama dengan kondisi lain.

Mual dan muntah banyak dikaitkan dengan ganguan organik dan fungsional. Kondisi darurat di rongga perut seperti apendikitis kut, kolesistitis, gangguan di saluran intestinal, atau peritonitis juga bisa menyebabkan mual dan muntah. Infeksi virus, bakteri, dan parasit lain di saluran pencernaan secara tipikal menyebabkan mual dan mmuntah dengan derajat berat. Satu dari begutu banyak penyebab muntah pada anak adalah gastroenteritis yang disebabkan rotavirus.

Tipe lain dari kondisi mual dan muntah adalah yang disebut mual dan muntah yang bisa diantisipasi atau anticipatory nausea and vomiting. Mual dan muntah jenis ini disebabkan karena pemberian obat-obat kemoterapi atau akibat kecemasan yang timbul karena tindakan tersebut. Kebanyakan pasien menunjukkan dua-duanya, baik karena obatnya dan juga kecemasan akibat efek kemoterapi. Data dari Support Care Cancer tahun 1998 me­nun­jukkan mual atau Anticipatory nausea (AN) dialami oleh sekitar 29% pasien yang menjalani kemoterapi atau 1:3. Sedangkan muntah (anticipatory vomitting/AV) terjadi pada 11% pasien atau 1:10.

Mual dan muntah juga bisa dikeluhkan pasien sesudah menjalani operasi. Data dari World Federation of Societies of Anaesthesiologists 2003 menyebutkan Postoperative nausea and vomiting (PONV) merupakan kejadian yang tidak diinginkan (adverse events0 yang paling sering terjadi setelah tindakan pembedahan. Kasusnya  mencapai 60-70% jika menggunakan agen anastesi lama, dibandingkan 30% dengan penggunaan obat anastesi yang relatif baru. 

Gejala yang sama juga banyak ditemukan pada ke­hamilan. Bahkan ka­susnya relatif tinggi. Rasa mual menimpa 75-85% perempuan hamil, dan 50% diikuti muntah.

Karena cukup menganggu dan men­u­run­kan aktivitas harian penderita, maka tu­juan terapi untuk mual dan muntah adalah mencegah atau menghilangkannya. Tetapi pendekatan terapi sangat tergantung pada kondisi medis masing-masing pasien. Untuk mual dan muntah ringan, bisa diatasi dengan obat-obat bebas atau bisa dilakukan pendekatan non farmakologi.

Tetapi karena gejala mual dan muntah bisa jadi merepresentasikan beberapa kondisi, maka amat penting untuk menentukan penyebab sebelum memutuskan penggunaan obat yang tepat.

Tujuan keseluruhan dari terapi antiemetik adalah untuk mencegah atau menghilangkan mual dan muntah, seharusnya tanpa menimbulkan efek samping. Terapi antiemetik diindikasikan untuk pasien dengan gangguan elektrolit akibat sekunder dari muntah, anoreksia berat, memburuknya status gizi atau kehilangan berat badan.

  Obat-obat yang tersedia bebas misalnya antasid, histamine 2 antagonis seperti simetidin, fa­motidin, dan ranitidine. Obat-obat kelompok antihistimine-antikolinergik seperti meclizine, cyclizine, dimenhidrinat, dan difenhidramin, serta cairan fosforilat karbohidrat. Sedangkan obat anti mual muntah yang bisa didapatkan dengan resep antara lain antihistamin-antikolinergik dan fenotiazine. Kedua jenis obat ini umumnya efektif, meskipun dalam dosis dan frekuensi pemberian yang kecil. Untuk kasus yang lebih rumit, disarankan mengkombinasikan obat.

Obat-obat anti muntah (antiemesis) untuk pasien kanker yang menerima obat kemoterapi harus diberikan sebelum, selama dan sesudah kemoterapi. Obat-obat yang digunakan untuk mengatasi efek samping kemoterapi, dalam hal ini mual dan muntah, adalah proklorperazine saja atau dikombinasikan dengan lorazepam; granisetron, ondansetron, atau dolasetron yang merupakan obat golongan 5-HT3 receptor antagonis. Obat ini bekerja de­ngan menghambat aksi serotonin, yang merupakan substansi alamiah penyebab mual dan muntah. Salah satu dari obat golongan antagonis reseptor 5-HT3 tersebut juga bisa dikombinasikan dengan deksametason atau metilprednisolon.

 

 

Pages:   1 2 3 4 5 6 7    Range:
Sort by:    Product     Harga Per Satuan Terkecil     Default    

ANTIMO

CODE: BB1

Harga Per Satuan Terkecil : Rp3,400.00

Untitled Document
ANTIMO


KOMPOSISI :

Dimenhidrinat  50 mg ; Dimenhidrinat 12,5 mg / sachet .


INDIKASI :


Mabuk perjalanan , penyakit iridasi, hiperemesis gravidarum.


DOSIS :

Dewasa : 1 tablet ; 8-12 tahun ½  tablet ; anak 2- 6 tahun : 1-2 sachet setiap 6 – 8 jam jika perlu,tidak lebih dari 150 mg/hari , diminum ½  jam sebelum bepergian dan lebih baik setelah makan.


KEMASAN :


Strip 10 tablet ; Dos 10 sachet @ 5 ml.

 

ANTIMO ANAK

CODE: BB2

Harga Per Satuan Terkecil : Rp1,000.00

Untitled Document
ANTIMO



KOMPOSISI :

Dimenhidrinat  50 mg ; Dimenhidrinat 12,5 mg / sachet .


INDIKASI :

Mabuk perjalanan , penyakit iridasi, hiperemesis gravidarum.


DOSIS :

Dewasa : 1 tablet ; 8-12 tahun ½  tablet ; anak 2- 6 tahun : 1-2 sachet setiap 6 – 8 jam jika perlu,tidak lebih dari 150 mg/hari , diminum ½  jam sebelum bepergian dan lebih baik setelah makan.


KEMASAN :

Strip 10 tablet ; Dos 10 sachet @ 5 ml.

 

ANVOMER B6

CODE: BB3

Harga Per Satuan Terkecil : Rp1,980.00

Untitled Document
ANVOMER B6    
Tablet salut gula



Komposisi :


Tiap tablet salut gula mengandung:

Pyrathiazine-8-chlorotheophyllinate 40 mg Pyridoxine HCi 30 mg


Farmakologi :

Bekerja secara sentral menghambat impuls refleks muntah di pusat muntah (emetic centre) dan di trigger zone (chemoreceptor trigger zone CTZ).


Indikasi :   
                                      
Untuk mencegah muntah-muntah seteiah operasi, muntah-muntah pada masa kehamilan dan muntah-muntah dalam perjalanan.


Kontra indikasi :

Terhadap penderita yang hipersensitif.


Dosis :

Dewasa : 1-2 tablet salut gula sehari. Untuk muntah-muntah dalam perjalanan dapat di be rikan Ya tablet saiutgula 1 jam sebelum bepergian dan diulang apabila diperlukan.
Anak-anak 6-12 tahun : separuh cara pemakaian untuk dewasa.


Efek samping :

Mengantuk.



Peringatan dan Perhatian :



Selama menggunakan obat ini jangan mengendarai kendaraan bermotor.


Kemasan dan nomor registrasi :

Kotak, 10 strip @ 6 tablet salut gula, DKL9905028916A1


HARUS DENGAN RESEP DOKTER.

SIMPAN PADA SUHU DI BAWAH 30°C, TERLINDUNG DARI CAHAYA.


Diproduksi Oleh :

PT Dexa Medica
Jl. Letjen. Bambang Utoyo 138 Palembang-lndonesia

 

Costil Domperidone Tab

[Hubungi Kami Untuk Harga di 03517813966 ]

Untitled Document
COSTIL


Tablet - Sirup DOMPERIDONE



KOMPOSISI

Tiap tablet mengandung domperidone 10 mg
Tiap 5 ml simp mengandung domperidone 5 mg


CARA KERJA            
                                                                                                              
Domperidone merapakan dopamin blocker di perifer yang kuat Oleh karena daya penetrasi ke otak lemah, maka COSTIL tidak menimbulkan efek samping psikotropik nuupun neurologik. Absorbsinyabaikdanrnetabolismenyacepat. Penelitian farmakologik in vitro / in vivo pada manusia maupun hewan menunjukkan bahwa:

- Domperidone tidak hanya melawan hambatan motilitas gaster oleh dopamimetik, misalnya: apomorfin, tempi jnga mempercepat pengoaongan lambung sesudah makan.
- Domperidone meningkatkan tonus senkterkardia dan memperbesar motilitaa maupun amphtudo oiiataai sftokterpilorus.
- Domperidone tidak mempengaruhi sekresi lambung.


INDIKASI    

Dispepsia yang disertai masa pengosongan lambung yang lambat, rofluks esofagus dan esotagms. Rasa penuh di epigastrik dan abdomen; mual dan muntah, rasa punas di epigastrik dan retrostemai.
Mual, muntah, sendawa karena berbagal sebab. Intoleransi saluran pencernaan karena kemoterapi ami kanker, digitalis, L-dopa dll. termasuk radioterapi; patologi organ-organ abdomen; gastrointestinal (gastroenteritis) hepatobiiier, peritoneal, renal; patologi pediatrik karena kelainan fungsional (misalnya pilorospasme dan muntah siklik) maupun orgamk, intoksikasi, karena infeksi, diet atau asetonemia.

                                                                                             ,                            

KONTRA INDIKASI

- Pasien yang hipersensitifterhadap domperidone.
- Tidak boleh digunakan pada serangan motilitas lambung yang dapat membahayakan seperti adanya pendarahan, obstruksi mekanik atau perforasi gastrointestinal.
- Pasien dengan prolaetinoma tumor, hipofise yang mengeluarkan prolaktin.



PERINGATAN DAN PERHATIAN

- Tidak diargurkan pada keadaan mual dan muntah yang akut
- Domperidone tidak dianjurkan untuk pemakaian jangka panjang.
- Hati-hati bila digunakan pada pasien dengan gangguan fungsi hati.
- Hati-hati penggunaan pada wanita hamil trimester 1 dan wanita menyusui.
- Pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal pada pemberian berulang, rekuoiiai dan dosis mungkin perlu dikurangi.



EFEK SAMPING

- Pernah dilaporkan terjadinya kejang usus sementara.
- Domperidone merangasang kadar prolaktin plasma.
- Apabila sawar darah otak belum sempurna atau rusak,efek samping neurologik dapat terjadi.
- Reaksi alergi yang jarang terjadi seperti rash dan urticaria,juga pernah dilaporkan.



DOSIS

DEWASA : 10mg,3kali sehari,15-30 menit sebelum makan dan bila perlu sekali lagi sebelum tidur malam.
ANAK-ANAK: 0.25 mg/kg berat badan,3kali sehari sebelum makan,jika perlu sekali lagi sebelum tidur malam.



PENYIMPANAN


Ditempat yang sejuk (15-25 derajat celcius) dan kering.



KEMASAN

- COSTIL Tablet : Dus 5 strip @ 6 Tablet
- Costil Sirup : Botol @60ml



 

Costil Syrup 60ml

[Hubungi Kami Untuk Harga di 03517813966 ]

Untitled Document
COSTIL



Tablet - Sirup DOMPERIDONE



KOMPOSISI

Tiap tablet mengandung domperidone 10 mg
Tiap 5 ml simp mengandung domperidone 5 mg



CARAKERJA    
        
                                                                                                              
Domperidone merapakan dopamin blocker di perifer yang kuat Oleh karena daya penetrasi ke otak leman, maka COSTIL tidak menimbulkan efek samping psikotropik nuupun neurologik. Absorbsinyabaikdanrnetabolismenyacepat.


Penelitian farmakologik in vitro / in vivo pada manusia maupun hewan menunjukkan bahwa :

- Domperidone tidak hanya melawan hambatan motilitas gaster oleh dopamimetik, misalnya: apomorfin, tempi jnga mempercepat pengoaongan lambung sesudah makan.
- Domperidone memngkatkan tonus sDnkterkardia dan memperbeaar motilitaa maupun amphtudo oiiataai sftokterpilorus.
- Domperidone tidak mempengaruhi sekresi lambung.



INDIKASI            

- Dispepsiayang disertai masa pengosongan lambung yang lambat, rofluks esofagus dan esotagms. Rasa penuh di epigastrik dan abdomen; mual dan muntah, rasa punas di epigastrik dan retrostemai.
- Mual, muntah, sendawa karena berbagal sebab. Intoleransi saluran pencernaan karena kemoterapi ami kanker, digitalis, L-dopa dll. termasuk radioterapi; patologi organ-organ abdomen; gastrointestinal (gastroenteritis) hepatobiiier, peritoneal, renal; patologi pediatrik karena kelainan fungsional (misalnya pilorospasme dan muntah siklik) maupun orgamk, intoksikasi, karena infeksi, diet atau asetonemia.

                                                                                     ,                            

KONTRA INDIKASI

- Pasien yang hipersensitifterhadap domperidone.
- Tidak boleh digunakan pada serangan motilitas lambung yang dapat membahayakan seperti adanya pendarahan, obstruksi mekanik atau perforasi gastrointestinal.
Pasien dengan prolaetinoma tumor, hipofise yang mengeluarkan prolaktin.


  
PERINGATAN DAN PERHATIAN

- Tidak diargurkan pada keadaan mual dan muntah yang akut
- Domperidone tidak dianjurkan untuk pemakaian jangka panjang.
- Hati-hati bila digunakan pada pasien dengan gangguan fungsi hati.
- Hati-hati penggunaan pada wanitahamil trimester 1 dan wanita menyusui.
- Pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal pada pemberian berulang, rrekuoiiai dan dosis mimgkin perlu dikurangi.



EFEK SAMPING

- Pernah dilaporkan terjadinya kejang usus sementara.
- Domperidone merangasang kadar prolaktin plasma.
- Apabila sawar darah otak belum sempurna atau rusak,efek samping neurologik dapat terjadi.
- Reaksi alergi yang jarang terjadi seperti rash dan urticaria,juga pernah dilaporkan.



DOSIS

DEWASA : 10mg, 3kali sehari, 15-30 menit sebelum makan dan bila perlu sekali lagi sebelum tidur malam.
ANAK-ANAK: 0.25 mg/kg berat badan,3kali sehari sebelum makan,jika perlu sekali lagi sebelum tidur malam.



PENYIMPANAN


Ditempat yang sejuk (15-25 derajat celcius) dan kering.



KEMASAN

- COSTIL Tablet : Dus 5 strip @ 6 Tablet
- Costil Sirup : Botol @60ml



 

Damaben 10mg

Harga Per Satuan Terkecil : Rp400.00

Untitled Document
DAMABEN




KOMPOSISI :

Tablet : Tiap tablet mengandung:
Metoklopramid HCl  10 mg
Oral Solution : Tiap 5 ml mengandung:
Metoklopramid HCl 5 mg
Tetes Pediatrik : Tiap ml mengandung:
Metoklopramid HCl 4 mg
Injeksi : Tiap ml mengandung:
Metoklopramid HCl 5 mg


FARMAKOLOGI :

DAMABEN mengandung Metoklopramid HCl digunakan pada gangguan fungsi alat-alat pencernaan.
Metoklopramid meningkatkan motilitas lambung, mefelaksasi sfingter pilorus dan bulbus duodenum serta meningkatkan peristaltik duddenum dan jejunum sehingga mempercepat pengosongan lambung, Metoklopramid juga memiliki daya antiemetik. Metoklopramid merangsang motilitas saluran pen-cernaan bagian atas tanpa merangsang sekresi lambung, empedu dan pankreas, Dengan demikian Metoklopramid HCl berguna untuk pemakaian pada beberapa manifestasi patologis dari alat-alat pencernaan baik fungsional maupun pada ulkus gastroduodenal, pembedahan, anestesia, intoksikasi eksogen maupun endogen.


INDIKASI :

DAMABEN diindikasikan untuk:

- Diabetik gastroparesis.
  Metoklopramid diindikasikan untuk meredakan gejala diabetik gastroparesis akut dan yang kam-buh kembali.
- Mualdanmuntah.
  Metoklopramid digunakan untuk menanggulangi mual dan muntah karena pengaruh obat-obatan sesudah operasi.
- Esofagitis refluks.
  Metoklopramid digunakan pada pengobatan jangka pendek gejala rasa terbakar yang berhubungan dengan esofagitis refluks.



KONTRA-INDIKASI :

-
Penderita yang hipersensitif atau tidaktahan terhadap Metoklopramid.
-
Metoklopfdmid tidak boleh digunakan pada penderita epilepsi atau penderita yang memakai obat lain yang serupa karena dapat menyebabkan gangguan ekstrapiramidal.
-
Adanya pendarahan obstruksi atau perforasi pada saluran cerna.
-
Penderita dengan "Pheochromocytoma".



EFEK SAMPING :

Mengantuk, lemah, lelah, gelisah, konstipasi, diare, urtikaria, muiutkering, glossal atau periorbital udem, methaemoglobinaemia, gejala ekstrapiramidal seperti gejala parkinson, diskinesia tardive, terutama pada usia lanjut dan anak-anak.


INTERAKSI OBAT :

- Bersifat antagonis terhadap kerja obat-obat golongan antikolinergik dan analgetik narkotik.
- Menambah efek sedasi bila diberikan bersama-sama dengan alkohol, sedatif, hipnotik, narkotik atau tranquilizers,
- Meningkatkan absorpsi dari parasetamol.tetrasiklin.levodopa, etanol, siklosporin dan dapat menurunkan absorpsi dari digoxin,
- Penderita yang mendapat pengobatan MAO inhibitor.


DOSIS :

Oral  
Dewasa : 1 tablet atau 10 ml sirop 3 kali sehan. Diberikan 30 menit sebelum makan atau sebelum tidur. Dosis diatas dapat ditingkatkan sesuai anjuran dokter.
Anak-anak : 1-6tahun : 0,1 mg/kg berat badan, 2 -3 kalisehari. Dibawah 1 tahun: 0,1 mg/kg berat badan, 2 kalisehari. Diberikan 30 menit sebelum  makan atau sebelum tidur.
Pada penderita gangguan fungsi ginjal, dosis dikurangi minimal 60% dari dosis normal,
Injeksi                                   .
- Pengobatan pengosongan lambung yang tertunda:
Dewasa : 10 mg, i.v.; waktu pemberian 1-2 menit.
Anak-anak : 6-14 tahun : 2,5-5 mg, i.v. dibawah 6 tahun: 0,1 mg/kg berat badan, i.v.
- Pencegahan mual dan muntah karena kemoterapi: 1-2 mg/kg berat badan (I.v.), disuntikkan selama >15 menit, diberikan 30 menit sebelum terapi, Pemberian diulang tiap 2 jam untuk 2 dosis, kemudian dilanjutkan tiap 3 jam untuk 3 dosis dan tidak boleh lebih dari 10 mg/kg berat badan tiap 24 jam,
- Pencegahan mual dan muntah pasca operasi 10 -20mg(i.m.) diberikan saat operasi hampir selesai dalam periode 1-2 menit.



HARUS DENGAN RESEP DOKTER


KEMASAN :

DAMABEN Tablet : Dus isi 10 strip® 10 tablet
No.Reg.:DKL9322214910Al
DAMABEN Oral Solution : Botol dengan isi bersih 60 ml.
No.Reg.:DKL9322215037Al
DAMABEN Tetes Pediatrik : Botol dengan isi bersih 10 ml.
No.Reg.:DKL9622218836Al
DAMABEN Injeksi : Dus isi 5 ampul @ 2 ml.
No.Reg.:DKL0322237943A1


PENYIMPANAN :

Simpan di tempat sejuk (15°- 25°C) dan kering, terlindung dari cahaya.


A. MENARINI - ITALY
Dibuat dengan lisensi Oleh:
PT. SANBE FARMA
Bandung-Indonesia

 

Damaben syrup

Harga Per Satuan Terkecil : Rp9,150.00

Untitled Document
DAMABEN




KOMPOSISI :

Tablet : Tiap tablet mengandung:
Metoklopramid HCl  10 mg
Oral Solution : Tiap 5 ml mengandung:
Metoklopramid HCl 5 mg
Tetes Pediatrik : Tiap ml mengandung:
Metoklopramid HCl 4 mg
Injeksi : Tiap ml mengandung:
Metoklopramid HCl 5 mg


FARMAKOLOGI :

DAMABEN mengandung Metoklopramid HCl digunakan pada gangguan fungsi alat-alat pencernaan.
Metoklopramid meningkatkan motilitas lambung, mefelaksasi sfingter pilorus dan bulbus duodenum serta meningkatkan peristaltik duddenum dan jejunum sehingga mempercepat pengosongan lambung, Metoklopramid juga memiliki daya antiemetik. Metoklopramid merangsang motilitas saluran pen-cernaan bagian atas tanpa merangsang sekresi lambung, empedu dan pankreas, Dengan demikian Metoklopramid HCl berguna untuk pemakaian pada beberapa manifestasi patologis dari alat-alat pencernaan baik fungsional maupun pada ulkus gastroduodenal, pembedahan, anestesia, intoksikasi eksogen maupun endogen.


INDIKASI :

DAMABEN diindikasikan untuk:

- Diabetik gastroparesis.
  Metoklopramid diindikasikan untuk meredakan gejala diabetik gastroparesis akut dan yang kam-buh kembali.
- Mualdanmuntah.
  Metoklopramid digunakan untuk menanggulangi mual dan muntah karena pengaruh obat-obatan sesudah operasi.
- Esofagitis refluks.
  Metoklopramid digunakan pada pengobatan jangka pendek gejala rasa terbakar yang berhubungan dengan esofagitis refluks.



KONTRA-INDIKASI :

-
Penderita yang hipersensitif atau tidaktahan terhadap Metoklopramid.
-
Metoklopfdmid tidak boleh digunakan pada penderita epilepsi atau penderita yang memakai obat lain yang serupa karena dapat menyebabkan gangguan ekstrapiramidal.
-
Adanya pendarahan obstruksi atau perforasi pada saluran cerna.
-
Penderita dengan "Pheochromocytoma".



EFEK SAMPING :

Mengantuk, lemah, lelah, gelisah, konstipasi, diare, urtikaria, muiutkering, glossal atau periorbital udem, methaemoglobinaemia, gejala ekstrapiramidal seperti gejala parkinson, diskinesia tardive, terutama pada usia lanjut dan anak-anak.


INTERAKSI OBAT :

- Bersifat antagonis terhadap kerja obat-obat golongan antikolinergik dan analgetik narkotik.
- Menambah efek sedasi bila diberikan bersama-sama dengan alkohol, sedatif, hipnotik, narkotik atau tranquilizers,
- Meningkatkan absorpsi dari parasetamol.tetrasiklin.levodopa, etanol, siklosporin dan dapat menurunkan absorpsi dari digoxin,
- Penderita yang mendapat pengobatan MAO inhibitor.


DOSIS :

Oral  
Dewasa : 1 tablet atau 10 ml sirop 3 kali sehan. Diberikan 30 menit sebelum makan atau sebelum tidur. Dosis diatas dapat ditingkatkan sesuai anjuran dokter.
Anak-anak : 1-6tahun : 0,1 mg/kg berat badan, 2 -3 kalisehari. Dibawah 1 tahun: 0,1 mg/kg berat badan, 2 kalisehari. Diberikan 30 menit sebelum  makan atau sebelum tidur.
Pada penderita gangguan fungsi ginjal, dosis dikurangi minimal 60% dari dosis normal,
Injeksi                                   .
- Pengobatan pengosongan lambung yang tertunda:
Dewasa : 10 mg, i.v.; waktu pemberian 1-2 menit.
Anak-anak : 6-14 tahun : 2,5-5 mg, i.v. dibawah 6 tahun: 0,1 mg/kg berat badan, i.v.
- Pencegahan mual dan muntah karena kemoterapi: 1-2 mg/kg berat badan (I.v.), disuntikkan selama >15 menit, diberikan 30 menit sebelum terapi, Pemberian diulang tiap 2 jam untuk 2 dosis, kemudian dilanjutkan tiap 3 jam untuk 3 dosis dan tidak boleh lebih dari 10 mg/kg berat badan tiap 24 jam,
- Pencegahan mual dan muntah pasca operasi 10 -20mg(i.m.) diberikan saat operasi hampir selesai dalam periode 1-2 menit.



HARUS DENGAN RESEP DOKTER


KEMASAN :

DAMABEN Tablet : Dus isi 10 strip® 10 tablet
No.Reg.:DKL9322214910Al
DAMABEN Oral Solution : Botol dengan isi bersih 60 ml.
No.Reg.:DKL9322215037Al
DAMABEN Tetes Pediatrik : Botol dengan isi bersih 10 ml.
No.Reg.:DKL9622218836Al
DAMABEN Injeksi : Dus isi 5 ampul @ 2 ml.
No.Reg.:DKL0322237943A1


PENYIMPANAN :

Simpan di tempat sejuk (15°- 25°C) dan kering, terlindung dari cahaya.


A. MENARINI - ITALY
Dibuat dengan lisensi Oleh:
PT. SANBE FARMA
Bandung-Indonesia

 

DOM

CODE: BB4

Harga Per Satuan Terkecil : Rp2,100.00

Untitled Document
DOM®




KOMPOSISI :


DOM tablet : Tiap tablet salut selaput mengandung domperidon 10 mg.
DOM suspensi: Tiap sendok teh (5 ml) suspensi mengandung domperidon 5 mg.



CARA KERJA OBAT :


Domperidon adalah derivat dari benzimidazol dan merupakan antagonis dopamin dengan khasiat anti emetik. Efek anti emetik dapat disebabkan oleh kombinasi efek periferal (gastrokinetik) dengan antagonis terhadap reseptor dopamin di pusat muntah (chemoreceptor trigger zone), yang terletak diluar sawar darah otak yaitu area postrema.



INDIKASI :


- Sindroma dispepsia yang sering disertai dengan pengosongan lambung yang terlambat, reflux gastro esofagus dan esofagitis, seperti: kembung dan sendawa, rasa penuh pada epigastrium, rasa cepat kenyang, distensi abdomen.
- Mual dan muntah pada gastroenteritis.
- Mual dan muntah yang disertai dismenore, migren, sakit kepala, hemodialisis, termasuk karena kemoterapi obat-obat antikanker atau radioterapi.



KONTRA INDIKASI :



- Penderita yang hipersensitif terhadap domperidon.
- Penderita dengan prolaktinoma, suatu tumor hipofisis dengan hipersekresi prolaktin.
- Tidak boleh digunakan jika serangan motilitas lambung dapat membahayakan, seperti adanya pendarahan, obstruksi mekanik, atau perforasi gastrointestinal.



ATURAN PAKAI :

Pengobatan gejala dispepsia fungsional      
    - Dewasa    : 10 mg dengan interval waktu 4-8 jam, 15-30 menit sebelum makan dan jika perlu sebelum tidur. Tergantung pada respons klinik, lama pengobatan tidak boleh lebih dari 12 minggu
    - Anak-anak: 0,25 mg/kg BB dengan interval waktu 4-8 jam 15-30 menit sebelum makan dan jika perlu sebelum tidur.
* Pengobatan mual dan muntah : - Dewasa     : 10-20 mg dengan interval waktu 4-8 jam, 15-30 menit sebelum makan dan jika perlu sebelum tidur.
    - Anak-anak: 0,25-0,5 mg/kg BB dengan interval waktu 4-8 jam, 15-30 menit sebelum makan dan jika perlu sebelum tidur.




EFEK SAMPING :


- Efek ekstrapiramidal jarang terjadi, mungkin karena obat ini tidak melewati sawar darah otak.
- Domperidon dapat merangsang peningkatan kadar prolaktin plasma yang dalam jangka panjang dapat menyebabkan galaktore dan ginekomastia.
- Reaksi alergi kulit, seperti rash dan urtikaria.



PERINGATAN DAN PERHATIAN :


Tidak dianjurkan untuk pemberian jangka panjang.
Tidak dianjurkan untuk profilaksis rutin setelah operasi.
Hati-hati penggunaannya pada penderita dengan gangguan fungsi hati dan atau ginjal.
Hati-hati penggunaannya pada wanita hamil dan menyusui.
Hindarkan pemberian bersama antasida atau obat-obatan antisekresi asam lambung. Jika sangat diperlukan, obat tersebut sebaiknya diminum secara terpisah (sesudah makan).
Kemungkinan timbul efek samping neurologik dapat terjadi pada bayi berusia di bawah 1 tahun, karena fungsi metabolisme dan sawar darah otaknya masih belum sempurna.



INTERAKSI OBAT :



Pemberian obat opoid analgesik dan atau anti muskarinik secara bersamaan dapat menghambat efek anti dispepsia domperidon.      
- Pemberian bersama-sama dengan obat antasida dan obat   antisekresi asam   lambung dapat menurunkan bioavailabilitas domperidon.      
- Domperidon dapat diberikan bersama dengan :      
    * obat-obat neurologik, yang efeknya tidak mengakibatkan potensiasi.  
    * obat-obat agonis dopaminergik (bromokriptin atau L-dopa) yang dapat menekan efek perifer yang tidak diinginkan (gangguan pencernaan, mual dan muntah), tanpa menghalangi khasiat sentralnya.  



 



OVER DOSIS :



Kelebihan dosis menimbulkan gejala mengantuk, disorientasi, reaksi ekstrapiramidal terutama pada anak-anak. Obat-obat yang mempunyai khasiat antikolinergik antara lain antikolinergik, anrjparkinson atau antihistamin dapat membantu dalam mengontrol reaksi ekstrapiramidal. Tidak ada terapi yang spesifik sebagai antidot pada kejadian kelebihan dosis, namun kuras lambung dengan pemberian karbon aktif dapat membantu mengurangi resiko overdosis. Dianjurkan untuk melakukan observasi ketat dan terapi tambahan bila terjadi kondisi seperti tersebut di atas.




KEMASAN :



DOM" tablet : Kotak, 3 blister @ 10 tablet salut selaput
No.Reg. DKL 0213311717A2
® DOM   suspensi : Kotak, botol @ 60 ml                       
No. Reg. DKL0213311933A1




HARUS DENGAN RESEP DOKTER



Simpan di tempat sejuk dan kering, terlindung dari cahaya.


PT. LAPI LABORATORIES
CIKANDE-INDONESIA

 

DOMEDON

CODE: BB5

Harga Per Satuan Terkecil : Rp1,600.00

Untitled Document
DOMEDON®
domperidone


KOMPOSISI :

Tiap tablet salut selaput mengandung :
Domperidone Maleate ............................. 12,7 mg
(setara dengan Domperidone 10 mg)


CARA KERJA :


Domperidone merupakan antagonis dopamine perifer yang selektif di reseptor D2. Obat ini terutama bekerja di chemoreceptor trigger zone dan di lambung.
Domperidone meningkatkan aktivitas spontan lambung dan mengantagonis penghambatan pengosongan lambung oleh dopamine.
Obat ini meningkatkan dilatasi pylorus dan mempercepat pengosongan lambung.


INDIKASI :


Pengobatan mual dan muntah akut oleh berbagai sebab pada orang dewasa termasuk:

Mual dan muntah karena penggunaan L-dopa dan bromokriptin.
Pengobatan gejala dispepsia.
Mencegah mual dan muntah pada anak-anak setelah kemoterapi.
Tidak dianjurkan untuk pemakaian kronik.


DOSIS :


Dosis dan frekwensi pemberian disesuaikan dengan berat dan lamanya gangguan :

•  
Mual dan muntah :
 
Dewasa (termasuk usia lanjut): 10-20 mg setiap 4-8 jam.
 
Anak-anak : 0,2-0,4 mg/kg BB/hari setiap 4-8 jam.
 
•  
Untuk pengobatan gejala dispepsia fungsional:
 
10-20 mg 3 kali sehari 15-30 menit sebelum makan dan 10-20 mg pada malam hari tergantung respons klinik. Lama pengobatan tidak boleh lebih dari 2 minggu.
•  
Anak-anak tidak dianjurkan kecuali untuk mencegah mual dan muntah pada pengobatan kanker.


PERINGATAN DAN PERHATIAN :


•   Obat ini tidak dianjurkan digunakan pada wanita hamil dan menyusui karena keamanan belum dapat dipastikan.
•   Domperidone tidak dianjurkan sebagai profilaksis rutin setelah operasi.
•   Hati-hati pemakaian pada penderita dengan gangguan fungsi hati dan ginjai.


EFEK SAMPING :


•  
Efek samping sentral, misalnya sedasi, reaksi ekstrapiramidal, parkinsonisme dan diskinesia tardive sangat jarang terjadi karena obat ini sulit melalui sawar darah otak.
•  
Domperidone dapat meningkatkan kadar prolaktin plasma yang dapat menimbulkan galaktorea, ginekomastia, pembesaran payudara atau terasa sakit.
•  
Rash atau reaksi alergi lain.


KONTRA INDIKASI :


Alergi tertiadap Domperidone; pasien yang dapat mengalami bahaya bila motilitas lambungnya meningkat, misalnya: perdarahan, obstruksi mekanik dan perforasi gastrointestinal.


INTERAKSI OBAT :


Domperidone dapat meningkatkan absorpsi obat khususnya pada pasien yang mengalami penundaan pengosongan lambung. Aktivitas Domperidone di saluran cerna dapat dihambat oleh antimuskarinik dan analgesik opioid.


KEMASAN :


Kotak berisi 3 blister @ 10 tablet salut selaput.
Reg. No. DKL9922717217A1


HARUS DENGAN RESEP DOKTER


SIMPAN PADA SUHU DI BAWAH 30°C
HINDARI DARI CAHAYA MATAHARI.



Diproduksi oleh :

PT. Tempo Scan Pacific Tbk.
Bekasi - Indonesia

 

Domesco Tablet

CODE: BB41

Harga Per Satuan Terkecil : Rp2,400.00

Untitled Document Untitled Document
Domesco Tablet
Domperidone 10 mg



KOMPOSISI :
Tiap tablet mengandung :
Domperidone maleat 12,73 mg yang setara dengan 10 mg Domperidone.

FARMAKOLOGI :

Domperidone merupakan antagonis dopamin yang mempunyai efek antiemetik. Efek antiemetik dapat disebabkan karena kombinasi efek perifer (gastrokinetik) dengan antagonis terhadap reseptor dopamin di kemoreseptor "trigger zone" yang terletak di area postrema. Pemberian domperidone per-oral menambah lamanya kontraksi antrum dan duodenum, meningkatkan pengosongan lambung untuk isi lambung dalam bentuk cairan dan setengah padat pada orang sehat, serta bentuk padat pada penderita yang pengosongannya terlambat dan menambah tekanan pada sfingter esofagus bagian bawah pada orang sehat.

INDIKASI :

Untuk mual - muntah akut. Tidak dianjurkan pencegahan rutin pada muntah setelah operasi.
Untuk mual dan muntah yang disebabkan oleh pemberian levodopa dan bromocriptine lebih dari 12 minggu.
Untuk pengobatan dispepsia fungsional. Tidak dianjurkan untuk pemberian jangka panjang.
Anak-anak tidak dianjurkan, kecuali untuk mual muntah pada kemoterapi Ranker dan radioterapi.

 

DOSIS DAN CARA PEMBERIAN :
Dispepsia Fungsional:

  Dewasa dan usia lanjut: 10 - 20 mg, 3 kali sehari dan 10 - 20 mg, sekali sebelum tidur malam tergantung respon klinik. Pengobatan jangan meiebihi 12 minggu.
Anak-anak tidak dianjurkan.


Mual dan muntah (termasuk yang disebabkan oleh levodopa dan bromocriptine):

Dewasa (termasuk lanjut usia) : 10-20 mg, dengan interval waktu 4 - 8 jam.
Anak-anak (sehubungan kemoterapi kanker dan radioterapi) : 0,2 - 0,4 mg/ kg BB sehari dengan interval waktu 4-8 jam.
Obat diminum 15-30 menit sebelum makan dan sebelum tidur malam.


EFEK SAMPING :


Jarang dilaporkan : sedasi, reaksi ekstrapiramidal distonik, seperti parkinson tardive dyskinesia (pada pasien dewasa dan usia lanjut). Gejala ekstrapiramidal ini dapat diatasi dengan obat anti parkinson.
Peningkatan prolaktin serum sehingga menyebabkan galaktore dan ginekomastia.
Mulut kering, sakit kepala, diare, ruam kulit, rasa haus, cemas, gatal.


PERINGATAN DAN PERHATIAN :

Hati - hati penggunaan pada wanita hamil dan menyusui.
Tidak dianjurkan penggunaan jangka panjang.
Hati - hati penggunaan pada penderita gangguan fungsi hati dan ginjal.

 
KONTRAINDIKASI :

Penderita hipersensitif terhadap domperidone.
Penderita dengan prolaktinoma tumor hipofise yang mengeluarkan prolaktin.
Anak - anak (kecuali untuk mencegah mual dan muntah sehubungan dengan kemoterapi kanker dan radioterapi).

 
INTERAKSI OBAT :

Domperidone mengurangi efek hipoprolaktinaemia dari bromocriptine.
Pemberian obat anti kolinergik muskarinik dan analgetik opioid secara bersamaan dapat mengantagonis efek domperidone.
Pemberian antasida secara bersamaan dapat menurunkan bioavailabilitas domperidone. Efek bioavailabilitas dapat bertambah dari 13% menjadi 23% bila diminum 1 1/2 jam setelah makan.

 
KELEBIHAN DOSIS :

Belum ada data mengenai over dosis pada penggunaan domperidone secara oral.
Belum ada antidot spesifik yang digunakan pada over dosis domperidone, mungkin dapat dilakukan dengan cara pengosongan lambung.


KEMASAN:

Dus, 10 strip® 10 tablet.
No. Reg. DKL0802501210A1

Simpan pada suhu kamar (25° - 30°C), terlindung dari cahaya.

HARUS DENGAN RESEP DOKTER



Diproduksi oleh :
PT. PHARMASI BINANGKIT
Majalengka - Indonesia

 

Pages:   1 2 3 4 5 6 7    Range:

Loading...