Apotek INDICA
Home Katalog My account Keranjang Belanja

Tetes Mata

Untitled Document

Anda membutuhkan obat tetes mata ? Segera hubungi apotik online INDICA.

 

Pages:   1 2 3 4    Range:
Sort by:    Product     Harga Per Satuan Terkecil     Default    

AITO

Harga Per Satuan Terkecil : Rp3,500.00

Untitled Document
AITO
TETES  MATA


KOMPOSISI :

Asam Borat 2,0% - Seng Sulfat 0,25% - Efedrin HCI 0,05% - Borneol 0,005%


Cara kerja obat

Tetes mata AITO mengandung bahan obat yang khSetegS antiseptik, adstringens dan menyejukkan mata.


Indikasi

Mata merah karena radang/infeksi seperti:conjunctivitis,cornitis;maupun karena iritasi oleh debu,asap,sehabis
berenang;juga untuk mata lelah,mata selalu berair,dan sebagai penyejuk mata.


KONTRA INDIKASI : 
                                                           
Jangan digunakan pada penderita glaucoma.


ATURAN PAKAI :

Sehari 3 atau 4 kali, setiap kali 2 - 3 tetes pada masing-masing mata
Setelah pemakaian botol harap ditutup rapat kembali.


PERHATIAN :


•  

Jagalah agar ujung botol tidak menyentuh permukaan mata atau benda-benda yang lain karena dapat menyebabkan kontaminasi cairan tetes mata yang ada didalamnya

•  

Setelah tutup dibuka, jangan digunakan lebih dari 1 (satu) bulan


                      
KEMASAN :

Botol plastik @ 12 ml.
Nomor Registrasi: D. 201876.4

Diproduksi oleh
P.T SANDAI FARMA
Surabaya Indonesia

SIMPAN Di TEMPAT SEJUK TERHINDAR
DARI CAHAYA MATAHARI




 
                          

 

ALBUCID EYE DROPS

Harga Per Satuan Terkecil : Rp15,150.00

ALBUCID EYE DROPS
 


GOLONGAN : -
 


KANDUNGAN :

Na Sulfasetamida.
 


INDIKASI :

Pengobatan & pencegahan infeksi pada konjungtiva (selaput ikat mata), kelopak mata & kerusakan mata akibat bahan-bahan industri, konjungtivitis (radang selaput ikat mata) akut, ulserasi kornea, ophtalmia neonatorum (radang mata atau selaput ikat mata yang berat pada bayi yang baru lahir).
 


EFEK SAMPING :

Reaksi alergi, super infeksi.
 


KEMASAN :

Tetes mata 10 % x 10 ml.
 


DOSIS :

1-2 tetes & diulangi paling sedikit 4 kali sehari selama beberapa hari.


HARGA : Rp. 15.813/kemasan

 

ALCON TEARS

CODE: NN1

Harga Per Satuan Terkecil : Rp37,550.00

Untitled Document
TEARS NATURALE® II, Artificial Tears
Tetes Mata




Air mata adalah cairan yang sangat penting.
Air mata dengan susunan komponen alamiah yang membentuk lapisan pelindung pada permukaan mata disebut lapisan air mata (tears film). Lapisan air mata melapisi dan membasahi mata dari hari ke hari agar mata tetap sehat dan nyaman. Tetapi beberapa orang punya air mata yang jumlahnya kurang dari normal atau kekurangan komponan-komponeo penting. Hal ini memudahkan rusaknya lapisan air mata sehingga terbentuk titik-titik kering (dryspots) di kornea, mata jadi sensitif, terasa panas, mengganjal, lelah atau rasa tidak nyaman lainnya. Kadang-kadang, mata kering dapat meningkatkan produksi air mata untuk mempertahankan agar permukaan mata tetap basah. Tetapi air mata yang diproduksi tidak lengkap komponennya sehingga tetap terjadi masalah.

TEARS NATURALE® II, Artificial Tears Untuk mata kering dan sensitif.
Mata kering dapat dikurangi dengan TEARS NATURALE® II yang menggantikan komponen-komponen air mata yang diperlukan untuk mengurangi iritasi mata.

TEARS NATURALE® II mengandung bahan pengawet POLYQUA-TERNIUM 0.001 % yang aman bagi mata. Penelitian di laboratorium menunjukan bahwa POLYQUATERNIUM tidak merusak sel epitel dan memungkinkan pertumbuhan sel epitel mata. POLYQUATERNIUM 99% tidak bereaksi pada subyek normal dan 97% tanpa reaksi pada subyek yang sensitif pada pengawet.

Dengan formulasi unik, pH netral, viskositas rendah dan isotonik, TEARS NATURALE® II memberikan rasa nyaman untuk penggu-naan pada gejala mata kering.
Sterile Hanya untuk pemakaian di mata.

TEARS NATURALE® II menggantikan lapisan air mata.


KOMPOSISI:


Setiap ml mengandung, Zat aktif: Dextran 0.1 % dan Hidroksipropilmetil selulosa 2910 0.3 % (Sistem
Polimeryang iarutdaiam air), Zat pengawet: Polyquaternium-1 0.001 %, Zat tambahan; Natrium Bofat,
Kalium Klorida, Natrium Klorida, Air purifikasi, Asam Hidroklorida dan/atau Natrium hidroksida sebagai pengatur pH.


INDIKASI:

- Untuk mengurangi rasa panas dan iritasi karena mata kering.
- Untuk melindungi mata terhadap iritasi lebih lanjut.
- Untuk mengurangi rasa tidak nyaman karena iritasi mata ringan, terkena angin atau sinar matahari.


PETUNJUK PEMAKAIAN:

Teteskan 1 atau 2 tetes pada mata sesuai kebutuhan.


PERHATIAN:

- Jangan dipakai jika larutan berubah warna atau keruh.
- Untuk mencegah kontaminasijangan memegang ujung botol.
- Botol ditutup rapat setalah dipakai.
Jauhkandarijangkauananak-anak.
- Jikaterasa sakit, gangguan pengiihatan, terjadi kemerahan     dan iritasi berlanjut atau keadaan makin parah lebih dari     72 jam, hentikan pemakaian dan konsultasi kedokter.
- Jika tertelan,segera hubungi dokter.


KEMASAN :

15 ml dalam botol DROTAINER


CARA PENYIMPANAN:

Simpan pada suhu 25° - 30° C di ruang yang bersih dan kering.


Tiga langkah untuk menggunakan TEARS NATURALE II :

1. Tengadahkan kepala ke atas.
2. Tempatkan telunjuk jari pada bagian bawah mata dan tarik dengan lembut sampai terbentuk kantung "V" antara mata dan kelopak mata bawah.
3. Teteskan 1 atau 2 tetes ke kantung V.Hindarkan sentuhan
antara mata dengan ujung botol.


TEARS NATURALE® II,

untuk penggunaan pada mata kering dan sensitif.


Diproduksi oleh: ALCON-COUVREUR
Reg. No.: DTI 9586001546 A1

Importir:
PT. Tempo Scan Pacific
Jl. HR, RasunaSaid Kav. 11
Jakarta 12950

 

ALLETROL

CODE: NN2

Harga Per Satuan Terkecil : Rp9,850.00

Untitled Document
ALLETROL compositum





KOMPOSISI :


Tiap ml Alletrol Compositum Tetes mata mengandung

- Dexamethasone Sodium Phosphate 1  mg
- Neomycin Sulphate setara dengan Neomycin base 3.5 mg
- Polymixin B Sulphate 6000 IU


CARA KERJA OBAT :

Alletrol Compositum Tetes Mata merupakan obat kombinasi steroid dan antiinfeksi.


Steroid :


Dexamethasone merupakan kortikosteroid sintetik yang berkhasiat sebagai anti inflamasi (anti radang) yang ditimbulkan oleh mikroorganisme, zat kimia, iritasi termis, trauma, maupun allergen. Peradangan dapat ditekan dengan cara menghambat kerja zat-zat seperti prostaglandin yang merupakan mediator inflamasi.


Anti infeksi :


- Neomycin Sulphate merupakan garam sulfat dari Neomycin B dan C yang diproduksi oleh biakan Streptomyces fradiae Waksman (Fam. Streptomycetacae), mempunyai potensi setara dengan tidak kurang dari 600 ug Neomycin base dihitung dari basa anhidrat.
- Polymixin B Sulphate merupakan garam sulfat dari poiymixin B1 dan B2 (yang diproduksi oleh biakan Bacillus polymixa (Prazmewski) Miguia (Fam. Bacillaceae), mempunyai potensi setara dengan tidak kurang dari 6000 Potyrnixirr B unit per miligram, dihitung dari basa anhidrat. Neomycin Sulphate dan Polymixin B Sulphate secara bersama-sama aktif terhadap organisma patogen pada* mata antara lain : Staphilococcus aureus, Eschericia coli, Haemophylus influenzas, Klebsiella/Enterobacter sp, Neisseria sp,dan Pseudomonas aeruginosa. Kombinasi ini tidak poten melawan Pseudomonas aeruginosa, Serratia mercescens, Streptococci termasuk Streptococcus pneumoniae.


INDIKASI :

Alletrol Compositum Tetes Mata baik untuk :

- Peradangan pada mata yang disertai dengan infeksi bakteri.
- Chronic anterior uveitis dan luka pada kornea yang disebabkan oleh bahan kimia, radiasi, iritasi termis dan penetrasi benda-benda asing.
- Inflamasi okuler dari palpebral dan bulbar conjunctiva, cornea dan anterior segment.


DOSIS DAN CARA PEMAKAIAN :


Cara pemakaian topikal, diteteskan pada mata. Aturan pemakaian : Dosis awal 1 atau 2 tetes setiap _ ^ ii *am Dada siann hari dan tiap 2 jam pada malam hari. Jika telah memberikan respon yang baik, dosis dikurangi menjadi 1 tetes setiap 4 jam. Untuk mengontrol gejala, dosis dikurangi menjadi 1 tetes 3 atau 4 kali sehari.
Pada peresepan awal tidak boleh lebih dari 20 ml dan resep tidak boleh diulang tanpa evaiuasi lebih jauh.


PERINGATAN DAN PERHATIAN :


Penggunaan kortikosteroid daiam jangka panjang dapat menyebabkan glaukoma. kerusakan saraf
mata, mata kabur dan posterior sub capsular cataract, serta kemungkinan terjadi infeksi sekunder.
- Pemakaian jangka panjang dapat menyebabkan pertumbuhan yang berlebihan dari organisme yang tidak peka termasuk fungi, perforasi, penipisan pada cornea dan sclera, tertutupnya infeksi akut purulent mata.
- Penggunaan kombinasi steroid-antiinfeksi dapat menimbulkan masking effectyaitu keadaan dimana gejala kliniknya berkurang tetapi sebenamya infeksi bertambah berat.
- Bila obat digunakan selama 10 hari atau lebih, maka dianjurkan untuk memonitor tekanan intraokuler secara rutin.
- Neomycin menyebabkan sensitisasi pada kulit (terutama terjadi skin rash).
- Hati-hati pemakaian pada wanita hamil dan menyusui.
- Bila terjadi iritasi atau sensitisasi hentikan pengobatan dan segera konsuitasi ke dokter.


EFEK SAMPING :

Efek samping kombinasi steroid-antiinfeksi dapat disebabkan oleh komponen steroid (Dexamethasone), komponen antiinfeksi (Neomycin dan polymixin), maupun keduanya.

- Komponen steroid mempunyai efek menaikkan tekanan intraokuler sehingga mungkin dapat menyebabkan glaukomarkerasakan saraf mata, katarak dan menghambat penyembuhan luka.
- Komponen antiinfeksi menyebabkan hipersensitivitas lokal.
- Kombinasi steroid-antiinfeksi dapat menyebabkan infeksi sekunder oleh jamur maupun bakteri.


KONTRA INDIKASI :

- Epitheial herpes simplex keratitis (denditric keratitis), vaccina, varicella dan penyaklt viral yang lain pada kornea dan konjungtiva.
- Infeksi mycobacterial pada mata.
- Penyakit jamur pada mata.
- Penderita yang hypersensitif terhadap komponen dari ALLETROL COMPOSITUM Tetes Mata. (Hypersensitivitas terhadap komponen antibiotik lebih sering terjadi dibandingkan dengan komponen lain).


CARA PENYIMPANAN :

Disimpan dalam wadah yang tertutup rapat, terfindung dari cahaya.


KEMASAN :

Botol @ 5 ml
No Reg.: DKL. 9606309746 A1

 

Alomide

Harga Per Satuan Terkecil : Rp51,450.00


DESCRIPTION:


(LodoxamideO.1 %) Sterile Ophthalmic Solution
ALOMIDE™ (Lodoxamide 0.1 %) Ophthalmic Solution is a sterile, isotonic, buffered and preserved solution
for multiple-dose topical ocular administration.
Each ml contains:
Active: Lodoxamide Tromethamine 1.78 mg (equivalent to 1 mg Lodoxamide).
Preservative: Benzalkonium Chloride 0.07 mg.
Inactives: Mannitol, Hydroxypropyl Methylcellulose, Sodium Citrate, Citric Acid, Disodium Edetate,
Tyloxapol, and Purified Water.



CLINICAL PHARMACOLOGY:


Lodoxamide is a mast cell stabilizer, inhibits the in wVotype I immediate hypersensitivity reaction in animals and man. A cutaneous vascular permeability increase associated with reagin or lgE1 - and antigen-mediated reactions in rats, monkeys and humans are inhibited with lodoxamide therapy. In vitro studies have demonstrated the ability of lodoxamide to stabilize mast cells and prevent the antigen-specific induced release of histamine. In addition, lodoxamide prevents the release of other mast cell inflammatory mediators (i.e. SRS-A, slow reacting substances of anaphylaxis, also known as the peptido-leukotrienes) and inhibits eosinophil chemotaxis.
Lodoxamide inhibits histamine release in vitro by preventing the movement of calcium into the mast cell after stimulation.
Lodoxamide has no intrinsic vasoconstrictor, antihistaminic, cyclooxygenase inhibition or other anti-inflammatory activity.



INDICATIONS AND USAGE:


ALOMIDE Ophthalmic Solution is indicated in the treatment of the ocular signs and symptoms associated with certain allergic ocular disorders referred to by the terms vernal keratoconjunctivitis, giant papillary conjunctivitis, vernal keratitis, and allergic or atopic keratoconjunctivitis. The etiologic factors are unknown, but common airborne allergens and contact lenses have been implicated. Lodoxamide may be effective against other ocular diseases where type I immediate hypersensitivity (or mast cells) play a major role in the inflammatory response.


CONTRAINDICATIONS:


ALOMIDE Ophthalmic Solution is contraindicated in those persons who have a known hypersensitivity to lodoxamide or any component of the preparation.



WARNINGS: FOR TOPICAL USE ONLY & NOT FOR INJECTION.


Do not touch dropper tip to any surface as this may contaminate the solution.
Pediatric use: safety and effectiveness in children younger than 2 years of age have not been etablished.



USAGE DURING PREGNANCY AND LACTATION:



Reproduction studies with lodoxamide tromethamine administered orally to rats and rabbits have not shown any effect of the product on fertility or reproductive performance or any evidence of embryotoxicity or pre-and postnatal toxicity. However, there are no adequate and well-controlled studies in pregnant women. Since animal reproduction studies are not always predictive of human response, ALOMIDE Ophthalmic Solution should be used during pregnancy only if clearly needed.
It is not known whether lodoxamide is excreted in human milk. Caution should be exercised when ALOMIDE Ophthalmic Solution is given to a nursing mother.
019635894-A



PRECAUTIONS:


As with all preparations containing benzalkonium chloride, users of soft (hydrophilic) contact lenses should refrain from wearing lenses while under treatment with ALOMIDE™ Ophthalmic Solution. Lenses may be worn within a few hours of discontinuation of treatment. The recommended frequency of administration should not be exceeded. ALOMIDE Opthalmic Solution is unlikely to affect a patient's ability to drive or to use machinery.



ADVERSE REACTIONS:


In controlled clinical studies, the most common side effect reported was mild and transient discomfort upon instillation expressed as burning, stinging, itching/pruritus, blurred vision, drye eye, tearing/discharge hy-peremia, crystalline deposits and foreign body sensation.



OVERDOSAGE:


In the event of a topical overdose, flush from the eye with running water. Symptomatology in the case of accidental ingestion is unknown. Consideration may be given by the physician to emesis.



DOSAGE AND ADMINISTRATION:


The dose for adults and children two years of age or older two drops in each eye four times a day at reqular intervals for up to 3 months.
Patients should be advised that the effect of therapy with ALOMIDE Ophthalmic Solution is dependent upon
its administration at regular intervals, as directed.
Improvements in signs and symptoms in response to ALOMIDE Ophthalmic Solution therapy (decreased
discomfort, itching, foreign body sensation, photophobia, acute ocular pain, tearing, discharge, erythema/
swelling, bulbar conjunctivae, limbus, epithelial disease, ptosis) are usually evident within a few days, but
longer treatment for up to four weeks is sometimes required. Once symptomatic improvement has been
established, therapy should be continued for as long as needed to sustain improvement
The safety and effectiveness of ALOMIDE Ophthalmic Solution in children below the aqe of two years have
not been established.
If required, corticosteroids may be used concomitantly with ALOMIDE Ophthalmic Solution.



HOW SUPPLIED:


ALOMIDE Ophthalmic Solution is supplied in natural, low density polyethylene bottles with 5 ml fill.



STORAGE:


Store upright at room temperature. Keep out of the reach of children.
Do not use after the expiration date.
The contents and bottle should be discarded one month after opening the container for the first time.



HARUS DENGAN RESEP DOKTER



Reg. No.: DKI 9586001446 A1
PT. Tempo Scan Pacific JI.HR. Ra
Jakarta 12 Indonesia
Jl. HR. Rasuna Said Kav. 11
Jakarta 12950
A Icon

0196
ALCON-COUVREUR
B-2870 Puurs (Belgium)

 


BAQUINOR 0,3% EYE DROP

Harga Per Satuan Terkecil : Rp32.60

BAQUINOR EYE DROPS

 

 

KOMPOSISI :

Ciprofloxacin 3 mg / ml


INDIKASI :

- Ulkus kornea yang disebabkan oleh Pseudomonas aeroginosa, Serratia marcescens, Staphyllococcus aureus, Streptococcus epidermidis, Streptococcus pneumoniae, Streptococcus viridans.
- Konjungtivitis (radang selaput ikat mata) yang disebabkan oleh Staphyllococcus aureus, Streptococcus epidermidis, Streptococcus pneumoniae.

KONTRA INDIKASI:

Hipersensitif terhadap Siprofloksasin atau quinolon lain.

PERHATIAN :

- Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan pertumbuhan organisme yang resisten terhadap Siprofloksasin secara berlebihan.
- Hentikan penggunaan saat pertama kali tampak ruam kulit atau tanda-tanda reaksi hipersensitifitas lainnya.

EFEK SAMPING

Rasa terbakar atau rasa tidak enak setempat, gatal-gatal, edema kelopak mata, mata berair.

INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL C:

Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin.

KEMASAN :

Tetes mata 3 mg/mL x 5 mL.

DOSIS :

-Ulkus kornea : 2 tetes tiap 15 menit selama 6 jam pertama, lalu 2 tetes tiap 30 menit selama sisa hari pertama. Hari kedua : 2 tetes tiap jam. Hari ke-3 sampai hari ke-14 : 2 tetes tiap 4 jam.  
-Konjungtivitis : 1-2 tetes tiap 2 jam selama 2 hari & 1-2 tetes tiap 4 jam selama 5 hari berikutnya.  

PABRIK

Sanbe

Sanbe

BAQUINOR EYE DROPS

 

 

KOMPOSISI :

Ciprofloxacin 3 mg / ml


INDIKASI :

- Ulkus kornea yang disebabkan oleh Pseudomonas aeroginosa, Serratia marcescens, Staphyllococcus aureus, Streptococcus epidermidis, Streptococcus pneumoniae, Streptococcus viridans.
- Konjungtivitis (radang selaput ikat mata) yang disebabkan oleh Staphyllococcus aureus, Streptococcus epidermidis, Streptococcus pneumoniae.


KONTRA INDIKASI:

Hipersensitif terhadap Siprofloksasin atau quinolon lain.


PERHATIAN :

- Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan pertumbuhan organisme yang resisten terhadap Siprofloksasin secara berlebihan.
- Hentikan penggunaan saat pertama kali tampak ruam kulit atau tanda-tanda reaksi hipersensitifitas lainnya.

EFEK SAMPING

Rasa terbakar atau rasa tidak enak setempat, gatal-gatal, edema kelopak mata, mata berair.


INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL C:

Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin.


KEMASAN :

Tetes mata 3 mg/mL x 5 mL.


DOSIS :

-Ulkus kornea : 2 tetes tiap 15 menit selama 6 jam pertama, lalu 2 tetes tiap 30 menit selama sisa hari pertama. Hari kedua : 2 tetes tiap jam. Hari ke-3 sampai hari ke-14 : 2 tetes tiap 4 jam.  
-Konjungtivitis : 1-2 tetes tiap 2 jam selama 2 hari & 1-2 tetes tiap 4 jam selama 5 hari berikutnya.  


PABRIK

Sanbe

 

Betagentem Eye Drop

Harga Per Satuan Terkecil : Rp51,850.00

BETAGENTAM EYE DROPS




KANDUNGAN :

Per ml mengandung
Betamethasone Dihydrogenphosphate Disodium 1 mg
Gentamici sulphate 5 mg


INDIKASI :

 -      Infeksi eksternal bola mata dan adneksanya akibat organisme yang sensitif.
- Peradangan mata yang responsif terhadap kortikosteroid, setelah eksklusi klinis dari infeksi bakteri, virus dan fungi.


KEMASAN :


Botol, larutan mata 5 ml


PABRIK :


SANBE

 

Braito 5ML

Harga Per Satuan Terkecil : Rp6,800.00

Untitled Document

Braito Tetes Mata



Indikasi :

Meredakan mata merah karena iritasi ringan.


Komposisi :


Tetrahydrozoline HCl 0.05%
Benzalkonium Chloride 0.01% (sebagai preservatif)


Aturan Pakai :

2-3 kali sehari, 1-2 tetes ke dalam mata yang sakit. Bila Anda memakai lensa kontak,
lepaskan lansa tersebut sebelum meneteskan Braito ini.


Efek Samping :

Pemakaian berlebihan dapat menyebabkan peningkatan kamerahan pada mata.


Peringatan dan Perhatian:


1.

Obat ini mengandung pengawet Benzalkonium Chloride, penggunaan jangka panjang dan berlebihan dapat menyebabkan kerusakan selaput mata.
2. Jangan menggunakan obat ini sscara rulin dan untuk jangka panjang. Jika gejala hilang, hentikan penggunaan obat.
3. Jangan menggunakan lensa kontak ketika menggunakan obat ini. Lensa kontak dapat digunakan minimal 10-15 menit setelah obat diteteskan.


Penyimpanan :

Simpan pada suhu kamar.

P No. 1
AWAS! OBAT KERAS
BACALAH ATURAN MEMAKAINYA

Produsen: PT Konimex

 

BRALIFEK PLUS

CODE: NN3

Harga Per Satuan Terkecil : Rp42,750.00

Untitled Document
BRALIFEX®PLUS
Suspensi Tetes Mata Steril



Tiap ml mengandung:
Tobramisi 3 mg
Deksametason 1 mg


FARMAKOLOGI :

BRALIFEX®PLUS suspensi tetes mata steril adalah kombinasi steroid Deksametason dan antibiotika Tobramisin untuk penggunaan topikal pada mata. Kortikoid menekan respon inflamasi yang diakibatkan oleh berbagai zat dan kortikoid kemungkinan memperlambat penyembuhan, Karena kortikoid dapat menghambat mekanisme kekebalan tubuh terhadap infeksi, maka penggunaan bersama-sama obat antimikroba dapat dilakukan jika penghambatan tersebut dianggap bermakna secara klinis.

Deksametason adalah kortikoid yang poten. Antibiotika dalam kombinasi BRALIFEX * PLUS di-maksudkan untuk mengeliminasi organisrne-organis -me yang peka.
Secara in vitro Tobramisin aktif terhadap strain-strain mikroorganisme sebagai berikut :

-
Staphylococci termasuk Staph. aureus dan Staph. epidermidis ( koagulase - positif dan koagulase - ne-gatif) termasuk strain yang resisten terhadap penisi-lin
-
Streptococci termasuk beberapa spesies beta - he-molltik grup A, beberapa spesies non - hemolitik dan beberapa Strep, pneumoniae.
-
Ps. aeruginosa, E. cali/Klebsiella pneumoniae, Ente -robacter aerogenes. Pr. mirabilis, Morganella morgana, beberapa strain Pr. vulgaris, H. influenzae dan H. aegyptius, Moraxella lacunata, Acinetobacter cal-coaceticus dan beberapa spesies Neisseria.


INDIKASI :

BRALIFBX®PLUS tetes mata diindikasikan untuk infeksi okular bakteria superfisial atau adanya resiko infeksi bakteri okular yang membutuhkan kortikosteroid, seperti :

- Inflamasi konjungtiva palpebral dan bulbar, kornea dan segmen anterior bola mata.
- Uveitis anterior kronik.
- Luka pada kornea karena zat-zat kimia, radiasi, ter-bakar karena panas atau karena penetrasi zat asing.


KONTRA-INDIKASI

- Epitel herpes simpleks keratitis (dendritis keratitis), vaccinia, varicella dan penyakit virus pada kornea dan konjungtiva lainnya.
- Infeksi mikrobakteri pada mata.
- Penyakit jamur pada struktur okular.
- Hipersensitivitas terhadap salah satu komponen di atas.


EFEK SAMPING :

- Hipersensitivitas dan toksisitas mata lokal, termasuk gatal-gatal pada kelopak mata, bengkak dan erite-ma konjungtiva,
- Timbuinya infeksi sekunder seteiah penggunaan kombinasi yang mengandung steroid dan antlmikroba.


PERHATIAN :

- Pemakaian steroid jangka panjang dapat menye-babkan glaukoma dengan kerusakan pada saraf mata, kerusakan pada ketajaman penglihatan dan lapang pandangan, pembentukan katarak subkap-sular posterior.
- Pemantauon tekanan intra okular secara rutin.
- Hati-hati bila diberikan pada wanita hamil dan menyusui.
- Keamanan dan efektivitas pada anak-anak belum diketahui dengan pasti.
- Pemakaian jangka panjang dapat mengakibatkan pertumbuhan yang berlebihan dari organisme yang tidak peka, termasuk fungi. Apabila terjadi superin-feksi, sebaiknya segera diidkukan pengobatan yang tepat.
- Jika terjadi reaksi sensitivitas, hentikan pengobatan.
- Tidak untuk diinjeksikan pada mata.
- Jangan menyentuh ujung dropper/penetes, karena dapat terjadi kontaminasi:


DOSIS :

1 - 2 tetes diteteskan pada kantung konjungtiva setiap 4-6 jam. Selama 24 - 48jam pertarha, dosis harus di-tingkatkan menjadi 1 -2 tetes setiap 2 jam. Frekuensi pemakaian dikurangi secara bertahapjika telah terjadi perbaikan secara klinis dan pengobatan jangan dihentikan dengan tiba-tiba.


GUNAKAN DALAM WAKTU 4 MINGGU, SETEIAH DIBUKA.
HARUS DENGAN RESEP DOKTER
KOCOK DAHULU SEBELUM DIPAKAI


KEMASAN :

Botol plastik tetes, isi bersih 5 ml.
No. Reg.: DKL9822225146A1


PENYIMPANAN :

Simpan di tempat sejuk,terlindung dari cahaya.


Dibuat oleh :

PT SANBE FAEMA
SANBE VISION
Divisi Obat Mata
Bandung - Indonesia                                     

 

Pages:   1 2 3 4    Range:

Loading...