Apotek INDICA
Home Katalog My account Keranjang Belanja

Hormon Kelamin, Fertilitas, Kontrasepsi

 

Pages:   1 2 3 4    Range:
Sort by:    Product     Harga Per Satuan Terkecil     Default    

Andalan suntikan KB

Harga Per Satuan Terkecil : Rp4,650.00

ANdalan
PIL KB



Bacalah leaflet ini dengan teliti walaupun mungkin selama ini Anda telah menggunakan Andalan keterangan yang terdapat di dalam leaflet ini secara terus menerus diperbaharui.


KOMPOSISI


Kemasan 28 hari (kemasan "Every-day" = "Tiap Hari") berisi 21 tablet salut gula yang mengandung hormon masing-masing 0,15mg LevonorgestreTdari 0,03 mg (30 nWo~gram)"Wnylestradi6l ditambah dengan 7 tablet salut gula yang tidak mengandung hormon.


KHASIAT DAN INDIKASI


Biasanya, bila jlndalan diminum sesuai petunjuk, sel-sel telur dicegah pematangannya sehingga tidak sampai pada keadaan di mana mereka dapat dibuahi. Tambahan lagi, lendir leher rahim tetap kental sehingga sperma pria sukar untuk naik. Lebih dari itu, lapisan endometrium tidak dipersiapkan untuk nidasi dari sel telur yang sudah dibuahi. Karena itu jfindalan memberikan perlindungan berganda terhadap kemungkinan terjadinya kehamilan.


PEMBUNGKUSAN


Kemasan 21 tablet salut gula berisi hormon dan 7 tablet salut gula yang tidak mengandung hormon di dalam kemasan 28 hari dirancang khusus sedemikian rupa sehingga memungkinkan Anda minum satu tablet salut gula tiap hari tanpa istirahat. Biasanya, perdarahan akan  terjadi kira kira setiap 4 minggu selagi Anda minum tablet salut gula - tablet salut gula dari bagian kemasan yang berwama biru. Kemasan menunjukkan hari-hari apa tablet seharusnya diminum.


DOSIS DAN CARA PEMAKAIAN


Sebelum Anda minum ^Indalan harus dilakukan pemeriksaan kesehatan dan ginekologi menyeluruh (termasuk pemeriksaan payudara) dan adanya riwayat kasus keluarga perlu dicatat dengan teliti. Tambahan lagi gangguan sistem pembekuan harus disingkirkan apabila ada salah satu keluarga dekat pernah menderita penyakit-penyakit tromboembolik (misalnya deep vein thrombosis, stroke, infark miokard) di kala usia muda.

Sebagai tindakan pencegahan, harus dilakukan pemeriksaan kontrol setiap 6 bulan bila tablet salut gula-tablet salut gula ini digunakan jangka panjang.
Hanya pada pemakaian awal, Anda harus memakai tambahan cara pencegahan kehamilan tanpa hormon (kecuali pantang berkala dan pengukuran suhu badan) selama 14 hari pertama untuk menjamin bahwa Anda benar-benar terlindung dari kehamilan sejak hari pertama tablet salut gula diminum.


PERMULAAN PEMAKAIAN


Tunggulah sampai Anda mendapat haid berikutnya. Mulailah minum Andalan pada hari pertama siklus haid tersebut (= hari pertama perdarahan) dari bagian kemasan yang berwama biru dan pilihlah tablet salut gula yang bertanda hari yang sesuai (misalnya "Sen" untuk hari Senin). Tekanlah tablet salut gula tersebut sampai keluar dari lapisan aluminium dan telanlah dengan sedikit air. Tidak menjadi soal kapan Anda minum tablet salut gula tersebut tetapi bila Anda telah memilih hari tertentu - sebaiknya setelah sarapan - makan malam - maka selanjutnya setiap hari harus tetap minum tablet salut gula pada waktu tersebut.

Mulai dari saat ini, Anda harus tetap minum tablet salut gula setiap hari mengikuti arah panah pada kemasan sampai kemasan kosong. Bila pada suatu waktu, Anda ragu-ragu apakah Anda sudah minum tablet salut gula untuk hari itu atau belum, maka hal ini dapat diketahui dengan melihat sekilas pada kemasan pengingat tersebut.

Bila Anda memulai minum tablet salut gula Jlndalan pada bagian akhir suatu minggu, siklus haid Anda yang pertama akan lebih pendek dari 4 minggu.



PEMAKAIAN SELANJUTNYA


Bila Anda telah menghabiskan kemasan jdndalan yang pertama, mulailah dengan kemasan yang baru dengan segera tanpa terhenti pada keesokan harinya,]iiga dimuTai^anTiagTan kemasan yang berwama biru dengan tanda hari yang sesuai.



HARAP DICATAT


Minum tablet salut gula tidak teratur, muntah atau gangguan pencemaan disertai diare, gangguan metabolisme individual yang sangat jarang, atau penggunaan obat-obat tertentu secara bersamaan untuk jangka waktu yang panjang (lihat "Beritahukanlah dokter Anda...."), dapat mempengaruhi efek kontrasepsinya (gejala haid pertama yang mungkin terjadi : perdarahan antar haid),

Bila Anda sedang menggunakan kontrasepsi hormonal lainnya atau bila Anda ingin minum jtfndalan segera setelah persalinan atau abortus, Anda terlebih dahulu harus menghubungi dokter Anda. Bila Anda sedang menyusui, maka dokter Andalah yang akan memutuskan apakah Anda boleh minum Andalan



BILA TERJADI PERDARAHAN ANTAR HAID


Bila terjadi perdarahan "di luar kebiasaan" dalam masa 3 minggu di mana Anda sedang minum tablet salut gula di luar bagian kemasan yang berwama biru, maka minum tablet salut gula tidak boleh dihentikan Perdarahan ringan biasanya "akan berhenti dengan sendirinya. Meskipun demikian, bila perdarahannya banyak, mirip perdarahan haid, maka Anda harus menghubungi dokter Anda.


BILA ANDA TIDAK MENDAPAT HAID


Bila Anda tidak mendapat haid selagi minum tablet salut gula dari bagian kemasan yang berwama biru, di mana kasus ini sangat jarang terjadi, Anda harus menghentikan minum tablet salut gula untuk sementara waktu dan menghubungi dokter Anda.


BILA ANDA LUPA MINUM TABLET SALUT GULA


Bila Anda lupa minum tablet salut gula pada waktu yang biasanya, Anda harus minum tablet salut gula yang terlupa itu paling lambat dalam waktu 12 jam. Bila lebih dari 12 jam dari waktu yang biasa Anda belum juga minum tablet salut gula, perlindungan terhadap kehamilan pada siklus itu mungkin berkurang. Dalam hal ini Anda harus melanjutkan minum tablet salut gula berikutnya pada waktu yang biasa dan rnembuang saja tablet salut gula yang terlupa tersebut.

Pada waktu yang bersamaan tambahan cara pencegahan kehamilan bukan hormon yang lain (kecuali pantang berkala dan pengukuran suhu badan) harus dilakukan sampai terjadi perdarahan. Tablet salut gula atau tablet salut gula-tablet salut gula yang terlupa sama sekali tidak boleh Anda minum. Biasanya, perdarahan akan terjadi sewaktu Anda minum tablet salut gula dari bagian kemasan yang berwama biru. Bila haid tidak kunjung datang, Anda harus menghubungi dokter Anda terlebih dahulu sebelum melanjutkan minum tablet salut gula ini.



BERHENTI MINUM TABLET SALUT GULA


Setelah Anda berhenti minum ^ndalan organ-organ reproduksi biasanya akan segera bekerja penuh kembali, sehingga kemampuan Anda untuk hamil pulih kembali. Satu-satunya hal yang mungkin Anda alami adalah bahwa siklus yang pertama mungkin satu minggu lebih panjang daripada biasanya. Bila, siklus normal tidak terjadi setelah 2 atau 3 bulan pertama, Anda harus menghubungi dokter Anda


EFEKSAMPING


Kadang-kadang terjadi sakit kepala, gangguan lambung, rasa mual, rasa kencang pada payudara, perubahan berat badan dan libido, atau adanya rasa tertekan.
Pada wanita-wanita tertentu, penggunaan jangka panjang tablet salut gula ini, kadang-kadang dapat menyebabkan terjadinya bercak^ bercak kecoklatan pada muka yang bertambah parah bila terkena sinar matahari yang terlalu lama. Wanita-wanita yang mempunyai kecenderungan ini sebaiknya menghindari terkena sinar matahari yang terlampau lama.

Kasus-kasus individual mengenai toleransi yang buruk terhadap lensa kontak pernah dilaporkan.

Hubungilah dokter Anda sekiranya Anda sedang menderita suatu keluhan yang berkepanjangan.


KHASIAT DALAM KASUS MUNTAH-MUNTAH ATAU DIARE


Obat pencaharringan tidak mengurangi khasiat Jlndalan . Jika Anda menderita gangguan saluran pencernaan yang menyebabkan terjadinya muntah-muntah ,atau diare, tidak dapat dijamin bahwa tablet salut gula akan tinggal cukup lama dalam saiuran pencernaan sehingga tetap berkhasiat. Hal ini berarti bahwa tidak dapat dipastikan apakah pencegahan kehamilannya tetajrefektif. Dalarrrhal ini, Anda dianjurkan untuk menggunakan cara-cara pencegahan kehamilan tambahan yang bukan hormonal (kecuali pantang berkala dan pengukuran suhu badan) khusus untuk siklus tersebut, dengan tidak menghentikan pemakaian Andalan.


KONTRAINDIKASI


Kehamilan, gangguan fungsi hati yang hebat, penyakit ki-ning atau rasa gatal-gatal yang terus menerus selama kehamilan sebelumnya, sindroma Dubin-Johnson, sindroma Rotor, pernah atau sedang mengalami proses tromboembolik di arteri-arteri atau vena-vena dan keadaan di mana ada kecenderungan ke arah penyakit-penyakit tersebut (misalnya gangguan sistem pembekuan dengan kecenderungan menuju trombosis penyakit-penyakit jantung tertentu), anemia sickle cell, adanya kanker payudara atau endometrium yang masih diderita atau sedang diobati, diabetes berat disertai perubahan vaskular, gangguan metabolisme lemak, riwayat adanya herpes pada waktu hamil, otosklerosis yang memburuk selama kehamilan.


BERITAHUKANLAH DOKTER ANDA......


...bila Anda menderita salah satu kelainan berikut: diabetes, tekanan darah tinggi, vena varikosa, otosklerosis, multiple sklerosis, epilepsi, porifiria, tetani, chorea minor. Pada semua kasus tersebut di atas juga sekiranya ada riwayat flebitis atau kecenderungan diabetes, pemakaian Jlndalon harus di bawah pengawasan dokter secara ketat.

...bila Anda sedang atau pernah menderita salah satu kelainan-kelainan seperti yang disebutkan pada "Kontraindikasi", karena dalam keadaan ini Anda tidak diperbolehkan minum tablet salut gula kontrasepsi. Bila Anda tidak yakin bahwa Anda sedang atau pernah menderita kelainan-kelainan itu, mintalah pada dokter Anda untuk menjelaskannya.

...bila Anda sedang minum obat-obat lain secara teratur (misalnya Barbiturat, Fenilbutazon, Hidantoin, Rifampisin, Ampisilin), karena obat-obatan tersebut dapat mengganggu kerja jlndalan, Kebutuhan akan obat antidiabetik oral atau insulin dapat berubah.



ALASAN-ALASAN UNTUK SEGERA MENGHENTIKAN PEMAKAIAN


Terjadinya sakit kepala seperti migren untuk pertama kalinya atau bertambah, seringnya terjadi sakit kepala yang hebat dan tidak biasa, gangguan persepsi yang mendadak (misalnya gangguan penglihatan atau pendengaran), tanda-tanda awal troboflebitis atau gejala-gejala troboemboli (misalnya, rasa nyeri yang tidak biasa pada kaki atau kaki membengkak, rasa nyeri yang menusuk ketika bernapas atau batuk tanpa sebab yang jelas), rasa nyeri dan sesak di dada, menjelang operasi (6 minggu sebelum operasi), keadaan TiaalrbTsa Sergerak (misalnya karena kecelakaan). Pada semua kasus di atas, mungkin terjadi peningkatan resiko trombosis. Alasan lainnya untuk menghentikan pemakaian adalah: timbulnya sakit kuning, timbulnya hepatitis, gatal-gatal diseluruh tubuh, meningkatnya serangan epilepsi, peningkatan tekanan darah yang bermakna, kehamilan.



CATATAN KHUSUS


Menurut yang diketahui sampai saat ini, hubungan antara penggunaan kontrasepsi hormonal dan peningkatan resiko terjadinya tromboemboli vena maupun arteri tidak dapat disingkirkan.

Resiko relatif trombosis arteri (misalnya stroke, infark miokard) kelihatannya cenderung meningkat bila kebiasaan merokok berat,umuryang meningkat dan penggunaan kontrasepsi oral kombinasi  terjadi secara bersamaan.

Walaupun jarang, tumor hati yang jinak dan walaupun jarang sekali tumor hati yang ganas yang dalam kasus-kasus tertentu dapat menimbulkan terjadinya perdarahan intraabdominal yang membahayakan jiwa telah dijumpai setelah pemakaian bahan hormon seperti yang terdapat dalam ^Indalan Dokter harus diberitahu bila terjadi keluhan yang tidak biasa pada perut bagian atas yang tidak menghilang sendiri dalam waktu yang singkat, apabila perlu pengobatan dihentikan.

Keterangan lebih lanjut terdapat dalam brosur ilmiah untuk dokter.


KEMASAN


Tiap dus berisi 2 blister @ 28 tablet salut gula

No. Reg.:DKL0707917716A1

Simpanlah semua obat dengan baik dan jauhkan dari jangkauan anak-anak.


HARUS DENGAN RESEP DOKTER


Kontrasepsi Oral jtfndalan terdaftar dengan merek dagang Pilkab*


Diproduksi oleh

PT HARSEN
Jakarta, Indonesia

Bekerjasama dengan:
DKT Indonesia %4f%5i
Jakarta - Indonesia
www.dktindonesia.org

* Merek dagang terdaftar

 

ANDRIOL

Harga Per Satuan Terkecil : Rp11,700.00

ANDRIOL

GOLONGAN : K
 


KANDUNGAN :
Testosteron undekanoat.
 


INDIKASI :
- Terapi untuk menggantikan testosteron pada pria dengan gangguan hipogonodal primer atau sekunder seperti setelah kastrasi/pengebirian, eunokhoidisme, hipopituitarisme, impotensi endokrin, gejala-gejala klimakterium (masa menjelang keaktifan seksual) pada pria seperti penurunan libido & penurunan aktivitas mental & fisik, infertilitas tipe tertentu akibat gangguan spermatogenesis.
- Osteoporosis akibat defisiensi androgen.
 


KONTRA INDIKASI :
Karsinoma prostat atau payudara.
 


PERHATIAN :
Gagal jantung, gangguan fungsi ginjal, hipertensi, epilepsi, migren, prepubertas (belum puber).
 


EFEK SAMPING :
- Retensi cairan & elektrolit, priapisme, tanda-tanda perangsangan seksual yang berlebihan, oligospermia (jumlah sel mani yang kurang dalam air mani), penurunan volume ejakulasi.
- Pada anak laki-laki yang belum puber : pertumbuhan seksual sebelum waktunya (menjadi cepat dewasa), penutupan epifiseal dini, peningkatan frekuensi ereksi, pembesaran zakar.
 


INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL :
X: Penelitian pada manusia dan hewan telah menunjukkan janin yang abnormal atau ada kejadian berbahaya pada janin berdasarkan pengalaman manusia atau keduanya, dan risiko penggunaan obat pada wanita hamil jelas melampaui keuntungannya. Obat dikontraindikasikan pada wanita yang sedang atau akan hamil.
 


KEMASAN :
Kapsul 40 mg x 10 x 6
 


DOSIS :
Dosis awal : 120-160 mg selama 2-3 minggu.
Dosis rumat : 40-120 mg sehari.
 


PENYAJIAN :
Dikonsumsi bersamaan dengan makanan
 
   
PABRIK :
Schering Plough

 

ANORE

Harga Per Satuan Terkecil : Rp2,450.00

Anore
Norethisteron



Komposisi :


Tiap tablet mengandung Norethisteron................................................................. 5 mg


Farmakologi :


Norethisteron adalah suatu progestational oral. Seperti progesteron, Norethisteron akan menghasilkan perubahan sekretori pada endometrium. Norethisteron menunda haid bila diberikan sebelum atau pada saat perdarahan haid. Norethisteron menunjukkan aktivitas biologiknya terutama melalui interaksi dengan reseptor-reseptor yang terdapat pada berbagai jaringan, khususnya pada saluran reproduksi, mammae, hepar dan otak. Pada sejumlah jaringan, terutama endometrium, Norethisteron berikatan dengan reseptor progesteron. Afinitas pengikatan Norethisteron pada reseptor di endometrium serupa dengan progesteron.
Pada eksperimen binatang, efek endokrin lainnya menoakup efek androgenik dan anabolik dengan potensi sekitar 2% dan 10% dari testosteron propionat. Tetapi pada manusia aktivitas androgenik tidak terlihat, walaupun digunakan dosis besar. Seperti progestogen lainnya, Norethisteron memiliki efek termogenik yang menyerupai progesteron dan terlihat pada pamh kedua dari siklus haid. Sebagai tambahan pada -msKarrlsme reseptor, obat inl aapat BSKBrja langsung pada membran^efcsitaointas dari mempengaruhi fungsi hipotalamus dan fungsi serebral. Pada hipotalamus dan glandula pituitari anterior, Norethisteron menekan produksi LH tetapi efeknya kurang pada sekresi FSH. Dosis 5-10 mg perhari akan menekan ovulasi. Perdarahan menyerupai haid umumnya dimulai 2-4 hari setelah penghentian terapi.
Farmakokinetik :
Setelah pemberian oral, absorpsi terjadi dengan cepat dan lengkap, kadar puncak plasma dicapai antara 1 -3 jam. Akibat metabolisme presistemik lintas pertama di dinding usus dan hepar, bioavailabilitasnya hanya 60%. Distribusi cepat dan luas ke seluruh jaringan tubuh , dengan kadar tertinggi terakumulasi dan dimetabolisme di hati, ginjal, intestin dan empedu. Tidak ada sirkulasi enterohepatik. Kurang dari 5% terdapat di plasma dalam bentuk bebas, dengan sekitar 60% terikat albumin dan 35% pada SHBG (Sex Hormone Binding Globulin). Sebagian besar jaringan dapat memetabolisme Norethisteron. Waktu paruh eliminasi 5-12 jam , rata-rata 7,6 jam. Dengan dosis tunggal, kadar mantap (steady-state) dicapai dalam 5-10 hari. Sejumlah kecil Norethisteron dapat melewati air susu, dengan kadar 10-20% dari plasma. Norethisteron terutama dimetabolisme di hati . Kurang dari 1% diekskresi dalam bentuk utuh. Sekitar 60% diekskresi sebagai metabolit dalam urin dan faeces.


Indikasi :


1.   Perdarahan disfungsional.                                                                       .
2.   Pengaturan Haid (Timing of menstruation).
3.   Premenstrual tension.
4.   Endometriosis.



Kontra indikasi :


Kehamilan, riwayat herpes gestasionis, riwayat koleslasisatau jkterik
pruritus selama kehamilan, gangguan fungsi hati berat atau sindroma Dubin-Johnson
dan Rotor, perdarahan abnormal vagina yang tidak terdiagnosa, amenore akibat gonadotropin pituitari, hirsutisme.



Peringatan dan Perhatian :


Sebelum memulai terapi, pastikan tidak ada kehamilan. Tidak dianjurkan pada wanita hamil dan menyusui.
Hentikan terapi jika terjadi gangguan pendengaran atau penglihatan, muncul tanda-tanda tromboembolik ataupun tanda-tanda depresi.


Efek samping :


Perdarahan (spotting), amenore, edema, alergi. Kadang-kadang timbul mual.


Dosis :


Perdarahan disfungsional:
Harus dipastikan bahwa perdarahan tidak disertai dengan adanya kelainan organik. Pemberian 1 tablet, 3 kali sehari selama 10 hari dapat menghentikan perdarahan dalam 1-3 hari. Perdarahan menyerupai haid dapat timbul 2-4 hari setelah penghentian terapi. Untuk mencegah rekurensi , dianjurkan pemberian tablet profilaksis selama 3 siklus berikutnya, yaitu 1 tablet 2-3 kali sehari dimulai dari hari ke19-26 dari siklus (hari pertama siklus = hari pertama dari perdarahan terakhir). Perdarahan "withdrawal" terjadi beberapa hari setelah pemberian tablet terakhir.
Pengaturan Haid (Timing of menstruation):
Pada kondisi tertentu , haid bulanan dapat dimajukan atau ditunda.
Dosis : 1 tablet 3 kali sehari selama tidak lebih dari 10-14 hari, dimulai 3 hari sebelum
harapan haid.
Haid akan terjadi 2-3 hari setelah obat dihentikan.


Premenstrual tension :


1 tablet 2-3 kali sehari, mulai hari ke 19-26, siklus haid.


Endometriosis :


Terapi dimulai pada hari kelima dari siklus dengan 1 tablet 2 kali sehari, ditingkatkan menjadi 2 tablet 2 kali sehari bila ada perdarahan (spotting). Bila perdarahan berhenti, dapat diberikan lagi sesuai dosis awal. Jangka waktu terapi paling kurang 4-6 bulan. Selama terapi tidak terjadi ovulasi dan haid. Perdarahan putus obat akan terjadi setelah penghentian terapi.



Kemasan :


Kotak berisi 3 strip x 10 tablet.   Reg. No.: DKL0304422810A1
Simpan pada suhu kamar (maks. 30°C).


HARUS DENGAN RESEP DOKTER


Dibuat oleh :


PT SUNTHI SEPURI
Tangerang-Indonesia
Untuk : PT. DANKOS LABS.
Jakarta-Indonesia

 

Blesifen

Harga Per Satuan Terkecil : Rp11,850.00

BLESIFEN
Tablet

Tiap tablet mengandung :
Klomifen Sitrat ............................................................. 50 mg

FARMAKOLOGI
BLESIPEN (Klomifen) merupakan suatu senyawa non-steroid yang mempunyai sifat estrogenik don antiestro-genik. Kompetisi antara Klomifen dengan estrogen untuk membentuk ikotan pada hipotalamus dapat menyebabkan peningkatan sekresi hormon LH ddn FSH, selanjutnya terjadi stimulasi ovorium ddn pelonjakan LH pra-ovulasi. Hasilnya adalah pematangan folikel ovarium dan pengembdngan korpus luteum.

INDIKASI
blesifen diindikasikan untuk mengobati gangguan ovulasi pada wanita yang menghendaki kehamilan, termasuk penderita sindrom polycystic ovary, sindrom amenore galaktorea, amenore psikogenik, post-oral contraceptive amenorrhea.
BLESIPEN juga diindikasikan untuk merangsang produksi sperma pria yang infertil pada penderita oligospermia.

KONTRA-INDIKASI
- Penderita yang hipersensitif terhaddp Klomifen Sitrat.
- Perdarahon uterus abnormal.
- Pembesaran ovarium.
- Gangguan kelenjar adrenal atau tiroid.
- Wanita hamil dan menyusui.
- Penderita penyakit hati atau memiliki sejarah gangguan fungsi hati.
- Penderita lesi intrakrania! organik seperti tumor pituitari.

PERHATIAN
- Sebelum pengobatan dimulai sebaiknya dilakukan. pemeriksaan panggul
- Hati - hati selama atau setelah pengobatan dengan Klomifen sitrat karena dapat menimbulkan penglihatan kabur atau gangguan penglihatan lainnya. Sebaiknya pengobatan dihentikan dan dilakukan pemeriksaan oftaimologi lengkap
- Beritahukan kepada penderita kemungkinan terjadinya kehamilan multipel (kembardua atau lebih), termasuk didalamnya kehamilan tuba bilateral dan kehamilan tuba dan rahim yang bersamaan.
- Lakukan pemeriksaan obstetri don ginekologi secara seksama untuk penentuan terapi yang tepat.

EFEK SAMPING
- Pembesaran ovarium yang reversibel, gangguan pencernaan, mual, muntah, gangguan penglihatan sementara, sakit kepala, perdarahan uterus abnormal.
- Gangguan susunan saraf pusat seperti pusing, lelah, tidak dapat tidur dan vertigo.

DOSIS
Pengobatan dimulai dengan dosis rendah, 1 tablet sehari selama 5 hari, dimulai pada hari ke-5 siklus menstruasi.
Biasanya ovulasi terjadi 6-10 hari setelah pemberian dosis terakhir.
Jika tidak terjadi ovulosi, pada pengobatan selanjutnya dosis ditingkatkan menjadi  1 tablet 2 kali sehari selama 5
hari.
Jika kehamilan tiddk terjadi setelah 6 kali pengobatan, maka pengobatan selanjutnya tidak mungkin berhasil.
Dosis yang dianjurkan untuk oligospermia adalah 1 tablet sehari selama 40-90 hari. Peningkatan jumlah sperma dapat diketahui setelah 4-5 minggu sejak dimulainya pengobatan.

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

KEMASAN
Dus isi 2 strip @ 10 tablet.
No. Reg,; DKL0122233910A1

PENYIMPANAN
Simpan di tempat sejuk dan kering.

Dibuat oleh :
PT. SANBE FARMA
Bandung - Indonesia

 

Cagat-O

Harga Per Satuan Terkecil : Rp38,500.00

CAGAT-O
Partner lelaki tulen
Kapsul Herbal Untuk Pria

Cagat - O sebagai kapsul herbal lunasia amara, supplemen/jamu herbal dengan bahan alami tumbuhan Indonesia. Tumbuh-tumbuhan yang terkandung kimianya telah dikenal sejak puluhan tahun silam dan telah dibuktikan secara tradisional, bisa dijadikan sebagai Balancing Factor dalam proses metabolisme tubuh untuk meningkatkan vitalitas Pria Dewasa.

Efeksamping.

meningkatkan stamina lebih fit, serta meningkatkan level kepuasan hubungan pasangan.

 

Aturan pakai:
- Perawatan
  1 Kapsul/hari sesudah makan
- Bila diperlukan
  1 kapsul pagi sesudah makan, 1 kapsul sebelum tidur

 

 

cialis tab

Harga Per Satuan Terkecil : Rp278,300.00

CIALIS

komposisi
Tadalafil.

INDIKASI
Disfungsi ereksi.

KONTRA INDIKASI
Individu yang menggunakan nitrat organik, hipersensitif terhadap tadalafil atau komponennya.

PERHATIAN
• Pria dengan penyakit jantung, atau tidak dianjurkan melakukan aktifitas seksual.
• Penyakit kardiovaskular.
• Gangguan fungsi ginjal atau hati berat.
• Tidak untuk wanita.

Interaksi Obat :
Ketokonazol, rifampisin, antasid yang mengandung magnesium /alumunium hidroksida, nitrat organik, penghambat kanal calcium,
Angiotensin Converting Enzym inhibitor, penghambat reseptor â-adrenergik.

EFEK SAMPING
Sakit kepala, dispepsia, nyeri punggung, mialgia, hidung tersumbat, sensasi panas pada wajah, pusing, pembengkakan kelopak mata,
nyeri pada mata, mata merah, gangguan penglihatan warna.

KEMASAN
Tablet salut selaput 10 mg x 4 biji.

DOSIS
• Pria dewasa: 20 mg sebelum aktivitas seksual, Maksimal 1 x sehari, dapat digunakan antara 30 menit sampai dengan 36 jam sebelum aktivas seksual.
  Dosis dapat diturunkan sampai dengan 10 mg, tergantung respon dan toleransi individu.

PABRIK
Eli Lilly

 

Cyclo Progynova

Harga Per Satuan Terkecil : Rp101,650.00

SCHGRING
CYCLO-PROGYNOVA




Important information, please read carefully!
Composition
Calendar-pack containing 11 tablets (white sugar coated tablet) of 2 mg estradiol valerate each, plus 10 tablets (light brown sugar coated tablet) of 2 mg estradiol valerate and 0.5 mg norgestrel each.
Properties
The estrogen in Cyclo-Progynova is estradiol valerate, a prodrug of the natural human 1715-estradiol. The constituent norgestrel is a synthetic progestogen.
With the composition and the sequential regimen of Cyclo-Progynova, including an estrogen monophase for 11 days, an estrogenprogestogen combination for 10 days and a treatment-free interval of 7 days, a menstrual cycle is established in women with an intact uterus, provided the preparation is taken regularly.
Ovulation is not inhibited during the use of Cyclo-Progynova, and the endogenous production of hormones is hardly affected. The preparation can be employed in younger women to develop and regulate the cycle as well as in perimenopausal women to treat irregular uterine bleeding.
During the climacteric, the reduction and finally loss of ovarian estradiol secretion can result in instability of thermoregulation, causing hot flushes associated with sleep disturbance and excessive sweating, and urogenital atrophy with symptoms of vaginal dryness, dyspareunia and urinary incontinence. Less specific but often mentioned as part of the climacteric syndrome are symptoms like anginal complaints, palpitations, irritability, nervousness, lack of energy and concentration abilities, forgetfulness, loss of libido and joint and muscle pain. Hormone replacement therapy (HRT) alleviates many of these symptoms of estradiol deficiency in the menopausal woman.
HRT with an adequate estrogen dosage like in Cyclo-Progynova reduces bone resorption and retards or halts postmenopausal bone loss. Long-term treatment with HRT has been shown to reduce the risk of peripheral fractures in postmenopausal women. When HRT is discontinued, bone mass declines at a rate comparable to that in the immediate postmenopausal period. There is no evidence that HRT restores bone mass to pre-menopausal levels. HRT also has a positive effect on skin collagen content and skin thickness and can retard the process of skin wrinkling.
HRT changes the lipid profile. It lowers total cholesterol and LDL-cholesterol and may increase HDL-cholesterol and triglyceride levels. The metabolic effects may be counteracted to some extent by the addition of a progestogen like in Cyclo-Progynova.
The addition of a progestogen to an estrogen replacement regimen for at least 10 days per cycle as in Cyclo-Progynova reduces the risk of endometrial hyperplasia and the attendant risk of adenocarcinoma in women with an intact uterus. The addition of a progestogen to an estrogen replacement regimen has not been shown to interfere with the efficacy of estrogen for its approved indications.
Observational studies and the Women's Health Inititative (WHI) trial on conjugated equine estrogens (CEE) plus medroxyprogesterone acetate (MPA) suggest a reduction of colon cancer morbidity in postmenopausal women taking HRT. In the WHI trial on CEE mono-therapy a risk reduction was not observed. It is unknown whether these findings also extend to other HRT products.
Indications
The treatment of the climacteric syndrome. The prophylaxis and treatment of the postmenopausal sequelae of estrogen withdrawal, e.g. osteoporosis and senile vaginitis. Cyclo-Progynova is designated to provide hormone replacement therapy during and after the climacteric. The addition of a progestogen in the second half of each course helps to provide good control of the irregular cycles that are characteristic of the pre-menopausal phase and opposes the production of endometrial hyperplasia. Whilst natural hormone production is little affected. Cyclo-Progynova
abolishes or improves the characteristic symptoms of the climacteric such as hot, flushes, sweating attacks and sleep disorders. Primary and secondary amenorrhoea; irregularities of the menstrual cycle; caused by hormonal deficiency symptoms after oophorectomy or radiological castration for non carcinomatous diseases.
Dosage and administration
Before starting Cyclo-Progynova a thorough general medical and gynaecological examination (including the breasts) should be carried out and pregnancy must excluded.
As a precaution, control examinations should be continued at intervals of about 6 months during long-term treatment with Cyclo-Progynova.
The pack contains an adhesive disc, marked with the days of the week. After removing the protective foil the round disc should be stuck onto the white side of the tablet pack, so that the day of the week on which tablet taking starts is directly under the red section marked "Start"; for example, if the first tablet is to be taken on a Wednesday, the "Start" section should be lined up with a day marked "Wed". Each tablet is thus marked with the corresponding day of the week and one can see at a glance whether the tablet for that day has been taken or not.
Tablet-taking is always started from the blister marked "Start" and continued daily in the direction of the arrows until all 21 tablets have been taken. The tablets are to be swallowed whole with some liquid.
Cyclo-Progynova is started on the 5th day of the cycle (1st day of menstrual bleeding = 1st day of the cycle).
oo>
5L" day of the cycle
withdrawal bleeding
Patients with amenorrhoea or bleeding at very irregular intervals or who are postmenopausal can start Cyclo-Progynova treatment immediately upon medical prescription.
OOOOOOO OOOOi
interval  °°°°°°>
Fdayoftabtet-taking
withdrawal bleeding
o and • = Cyclo-Progynova
Following 21 days of tablets-taking there will be a tablet-free interval of 7 days during which time
— about 2-4 days after the last tablet was taken
— a menstruation-like withdrawal bleeding will occur. If not otherwise prescribed by the doctor,
a new pack of Cyclo-Progynova should be started after the 7-day tablet-free interval, on the same day of the week as the previous one.
It does not matter at what time of the day the patient takes hertablet, but once she has selected a particular time — preferably after her breakfast or evening meal—she should keep to it every day. If she forgets to take a tablet at the usual time, she should take it within the following 12 hours to 24 hours. If the treatment is discontinued for longer, irregular bleeding may occur.
Overdose
Acute toxicity studies did not indicate a risk of acute adverse effects in case of inadvertent intake of a multiple of the daily therapeutic dose.
Side Effects
Effects on ability to drive and use machines
No adverse effects.
Undesirable effects
In addition to the adverse effects listed in section "Special warnings and special precautions for use" the following undesirable effects have been reported in users of different oral HRT preparations.
► Reproductive system and breast disorders Changes in vaginal bleeding pattern and abnormal bleeding orflow, breakthrough bleeding, spotting (bleeding irregularities usually subside during continued treatment), dysmenorrhea, changes of vaginal secretion,
premenstrual-like syndrome, breast pain, tenderness or enlargement
►   Gastrointestinal disorders Dyspepsia, bloating, nausea, vomiting, abdominal pain
►   Skin and subcutaneous tissue disorders Rashes, various skin disorders (including pruritus, eczema, urticaria, acne, hirsutism, hair loss, erythema nodosum)
►   Nervous system disorders Headache, migraine, dizziness, anxiety/ depressive symptoms, fatigue
►   Miscellaneous
Palpitations, edema, muscle cramps, changes in body weight, increased appetite, changes in libido, visual disturbances, intolerance to contact lenses, hypersensitivity reaction.
Contraindications
Hormone replacement therapy (HRT) should not be started in the presence of any of the conditions listed below. Should any of the conditions appear during HRT use, the product should be stopped immediately
—   Pregnancy and lactation
—   Undiagnosed vaginal bleeding
—   Known or suspected cancer of the breast
—   Known or suspected premalignant conditions or malignancies, if sex steroid-influenced
—   Presence or history of livertumors (benign or malignant)
—   Severe hepatic disease
—   Acute arterial thromboembolism (e.g. myo-cardial infarction, stroke)
—   Active deep venous thrombosis, thromboem-bolic disorders, or a documented history of these conditions
—   Severe hypertriglyceridemia
—   Known hypersensitivity to any of the components of Cyclo-Progynova
Reasons for immediate discontinuation of Cyclo-Progynova
Occurrence for the first time of migrainous headaches or more frequent occurrence of unusually severe headaches, sudden perceptual disorders (e.g. disturbances of vision or hearing), first signs of thrombophlebitis or thromboembolic symptoms (for example, unusual pains in or swelling of the legs, stabbing pains on breathing or coughing for no apparent reason), a feeling of pain and tightness in the chest, pending operations (six weeks beforehand), immobilization (for instance, following accident), onset of jaundice, onset of hepatitis, itching of the whole body, increase in epileptic seizures, significant rise in blood pressure, pregnancy.
Interactions
Hormonal contraception should be stopped when HRT is started and the patient should be advised to take non-hormonal contraceptive precautions, if required.
►   Interaction with drugs
Long-term treatment with hepatic enzyme-inducing drugs (e.g. several anticonvulsants and antimicrobials) can increase the clearance of sex hormones and may reduce clinical efficacy. Such hepatic enzyme-inducing properties have been established for Hydantoins, Barbiturates, Primidone, Carbamazepine, and Rifampicin and are also suspected for Oxcarbazepine, Topiram-ate, Felbamate and Griseofulvin. Maximal enzyme induction is generally not seen before 2-3 weeks but may then besustained for at least 4 weeks-after the cessation of drug therapy.
in rare cases reduced estradiol levels have been observed under the simultaneous use of certain antibiotics (e.g., Penicillins and Tetracycline).
Substances which undergo substantial conjugation (e.g. Paracetamol) may increase the bioavail-ability of estradiol by competitive inhibition of the conjugation system during absorption.
In individual cases the requirement for oral anti-diabetics or insulin can change as a result of the effect on glucose tolerance.
►   Interaction with alcohol
Acute alcohol ingestion during use of HRT may lead to elevations in circulating estradiol levels.
►   1 nteraction with laboratory tests
The use of sex steroids may influence biochemical parameters of e.g., liver, thyroid, adrenal and renal function, plasma levels of (carrier) proteins such as corticosteroid binding globulin and lipid/ lipoprotein fractions, parameters of carbohydrate metabolism, and parameters of coagulation and fibrinolysis.
Special Warnings and special precautions for use
Cyclo-Progynova cannot be used as a contraceptive. Where applicable, contraception should be practised with non hormonal methods (with the exception of the rhythm and temperature methods). If there is a chance that pregnancy has occurred, tablet-taking must be interrupted until it has been ruled out (see section Pregnancy and lactation).
If any of the conditions/risk factors mentioned below is present or deteriorates, an individual benefit/risk analysis should be done before HRT is started or continued.
►   Venous thromboembolism
Both randomized-controlled and epidemiological studies have suggested an increased relative risk of developing venous thromboembolism (VTE), i.e. deep venous thrombosis or pulmonary embolism. Benefit/Risk should therefore be carefully weighed in consultation with the patient when prescribing HRT to women with a risk factor for VTE.
Generally recognized risk factors for VTE include a personal history, a family history (the occurrence of VTE in a direct relative at a relatively early age may indicate genetic disposition) and severe obesity. The risk of VTE also increases with age. There is no consensus about the possible role of varicose veins in VTE.
The risk of VTE may be temporarily increased with prolonged immobilization, major elective or post-traumatic surgery, or major trauma. Depending on the nature of the event and the duration of the immobilization, consideration should be given to a temporary discontinuation of HRT.
Treatment should be stopped at once if there are symptoms of a thrombotic event or suspicion thereof.
►   Arterial thromboembolism
Two large clinical trials with continuous combined conjugated estrogens (CEE) and medroxyproges-terone acetate (MPA) showed a possible increased risk of coronary heart disease (CHD) in the first year of use and no benefit thereafter. One large clinical trial with CEE alone showed a potential reduction of CHD rates in women aged 50-59 and no overall benefit in the total study population. As a secondary outcome, in two large clinical trials witbXEE alone otoombined with MPAa 30-40%-increased risk of stroke was found. It is uncertain whether these findings also extends to other HRT products or non-oral routes of administration.
►   Endometrial cancer
Prolonged exposure to unopposed estrogens increases the risk of development of endometrial hyperplasia or carcinoma. Studies have suggested that the appropriate addition of progestogens to the regimen eliminates this increase in risk.
►   Breast cancer
Clinical and observational studies have reported an increased risk of having breast cancer diagnosed in women taking HRT for several years. The findings may be due to an earlier diagnosis, growth promoting effects on pre-existing tumors, or a combination of both.
Estimates forthe overall relative risks of breast cancer diagnosis given in more than 50 epidemiological studies ranged in the majority of the studies between 1 and 2.
The relative risk increases with duration of treatment and may be lower or possibly neutral with estrogen-only products.
Two large randomised trials with CEE alone or continuously combined with MPA showed risk estimates of 0.77 (95%CI: 0.59-1.01) or 1.24 (95%CI: 1.01-1.54) after 6 years of HRT use. It is unknown whether the increased risk also extends to other HRT products.
Similar increases in breast cancer diagnosis are observed, e.g. with delay of natural menopause, alcohol intake, or adiposity.
The excess risk disappears within a few years after stopping HRT.
Most studies have reported that tumors diagnosed in current or recent users of HRT tend to be better differentiated than those found in non-users. Data regarding spread outside the breast are not conclusive.
HRT increases the density of mammographic images which may adversely affect the radiological detection of breast cancer in some cases.
►   Liver tumor
In rare cases benign, and even more rarely, malignant liver tumors have been observed after the use of hormonal substances such as those contained in HRT products. In isolated cases, these tumors led to life-threatening intra-
abdominal hemorrhage. A hepatic tumor should be considered in the differential diagnosis if upper abdominal pain, enlarged liver, or signs of intra-abdominal hemorrhage occur.
► Gallbladder disease
Estrogens are known to increase the lithogenicity of the bile. Some women are predisposed to gallbladder disease during estrogen therapy.
►   Dementia
There is limited evidence from clinical studies with CEE-containing preparations that hormonal treatment may increase the risk of probable dementia if initiated in women aged 65 or older. The risk may be decreased if treatment is initiated in the early menopause, as observed in other studies. It is unknown whether these findings also extend to other HRT products.
►   Other conditions
Treatment should be stopped at once if migrain-ous or frequent and unusually severe headaches occur for the first time, or if there are other symptoms that are possible premonitory signs of cerebrovascularocclusion.
A general association between HRT use and development of clinical hypertension has not been established. Small increases in blood pressure have been reported in women taking HRT. Clinically relevant increases are rare. However, if in individual cases a sustained clinically significant hypertension develops during the use of HRTthen withdrawing the HRT may be considered.
Non-severe disturbances of liver function, including hyperbilirubinemias such as Dubin-Johnson syndrome or Rotor syndrome, need close supervision and liverfunction should be checked periodically. In case of deterioration of markers of liver function use of HRT should be stopped.
Recurrence of cholestatic jaundice or cholestatic pruritus which occurred first during pregnancy or previous use of sex steroids necessitates the immediate discontinuation of HRT.
Women with moderately elevated levels of trig-lycerides need special surveillance. HRT in these women may be associated with a further increase of triglyceride levels bearing the risk of acute pancreatitis.
Although HRT may have an effect on peripheral insulin resistance and glucose tolerance, there is
gener-atly-nfrfieed-to-eitorthctherapeutieregi------
men in diabetics using HRT. However, diabetic women should be carefully monitored while taking HRT.
Certain patients may develop undesirable manifestations of estrogenic stimulation under HRT such as abnormal uterine bleeding. Freguent or persistent abnormal uterine bleeding during treatment is an indication for endometrial assessment.
If the treatment of irregular menstrual cycles is not successful, organic diseases must be ruled out by means of adequate diagnostic measures.
Uterine myomas may increase in size under the influence of estrogens. If this is observed, treatment should be discontinued.
Should endometriosis be reactivated under treatment, discontinuation of therapy is recommended.
Should there be a suspicion of a prolactinoma, this should be ruled out before starting treatment.
Chloasma may occasionally occur, especially in women with a history of chloasma gravidarum. Women with a tendency to chloasma should avoid exposure to the sun or ultraviolet radiation while taking HRT.
The following conditions have been reported to occur or deteriorate with H RT use. Although the evidence of an association with HRT use is inconclusive, women with these conditions and treated with HRT should be carefully monitored.
—   epilepsy
—   benign breast disease
—   asthma
—   migraine
—   porphyria
—   otosclerosis
—   systemic lupus erythematosus
—   chorea minor
Medical examination/consultation
A complete medical history should be taken and a physical examination should be conducted prior to the initiation or reinstitution of HRT, guided by the contraindications and warnings and should be
repeated periodically. The frequency and nature of these examinations should be based on established practice guidelines and be adapted to the individual woman, but should generally include pelvic organs, including routine cervical cytology, abdomen, breasts and blood pressure.
Pregnancy and lactation
HRT is not indicated for use during pregnancy or lactation.
Extensive epidemiological studies with steroid hormones used for contraception and hormone replacement therapy have revealed neither an increased risk of birth defects in children born to women who used such hormones prior to pregnancy, nor a teratogenic effect when they were taken inadvertently during early pregnancy.
Small amounts of sex hormones may be excreted in human milk.
Presentation
Calendar-packs of 21 tablets. Reg. No. DKI0515900116A1
Store all drugs properly and keep them out of reach of children. Store below 30°C.
Harusdenganresepdokter
Importir: RT. Schering Indonesia, Jakarta - Indonesia
Manufactured by Schering AG, Berlin - Germany
for
Schering GmbH und Co. Produktions KG Weimar,
Germany


80960523 0308

 

Depo Progestin

Harga Per Satuan Terkecil : Rp5,750.00

Untitled Document
DEPO PROGESTIN




Komposisi :

Suspensi steril medroxy progesteron acetat dalam air.

Tiap 3 ml mengandung :  
Medroxy progesteron acetat 150 mg.
Trap 1 ml mengandung :  
Medroxy progesteron acetat 150 mg.


Farmakologi :

Cara kerja medroxy progesteron acetat adalah menghambat ovulasi. Depo Progestin dengan takaran 150 mg yang diberikan secara im. tap 3 bulan bekerja sebagai kontrasepsi pada wanita, apabila diberikan selama masa 5 hari pertama dari siklus haid yang normal atau secepatnya setelah melahirkan. Selama pengobatan, siklus haid yang normal berubah menjadi tidak tertentu dan terjadi perdarahan divagina yang tidak dapat diperkirakan dan/atau spotting yang bermacam-macam lamanya atau amenorea sempuma.

Lamanya perdarahan dan/atau spotting pada sebagian besar wanita adalah 7 hari atau kurang dari itu tiap bulan. Kekerapan perdarahan cenderung menurun dengan dilanjutkannya pemberian suntikan. Kadang2 timbul perdarahan yang beriebihan atau waktu yang lebih lama tetutama pada awal pengobatan dan biasanya dapat diatasi dengan pemberian estrogen secara oral atau parenteral yang setara dengan 0.05 sampai 0.1 mg ethynil estradiol tiap hari selama 7 - 21 hari. Pemulihan kembali siklus haid yang normal membutuhkan waktu 5 - 28 bulan setelah suntikan terakhir Depo Progestin.


Indikasi :

Depo Progestin digunakan untuk kontrasepsi bila dengan cara lain seperti pil oral/IUD, tidak dapat dilakukan.


Kontra Indikasi :

- Penderita yang peka terhadap medroxy progesteron acetat.
- Perdarahan divagina yang tidak diketahui penyebabnya
- Kelainan patologis payudara yang tidak diketahui penyebabnya.
- Perdarahan pada saluran kemih yang tidak diketahui penyebabnya
- Kehamilan.


Efek Samping :

Peristiwa2 berikuttelahdisusun berdasarkan kegawatannyadan bukan karena kekerapan terjadinya:

1. Reaksi anafilaksis dan anafilaktik.
2. Penyakit tromboemboiik tromboplebitis dan emboli paru-paru
3. Sistim syaraf pusat gelisah, tidak bisa tidur, mengantuk, letih, depresi, pusing dan sakit kepala.
4. Selaput kulit dan iendir, urticaria , pruritis. bercak merah, jerawat, hirsuBsm dan alopecia.
5. Gastrointestinal: mual.
6. Payudara lembek dan gaiactorrhea.
7. Leher rahim perubahan pada erosi dan sekresi.
8. Miscellaneous: hyperpyrexia, perubahan berat badan dan moonfacies.
9. Reaksi setempat sakit: gumpalan dari sisa yang ketnggalan dan perubahan wama kulit ditempat suntikan.



Dosis :

Takaran yang dianjurkan adalah 150 mg Depo Progestin tiap 3 bulan secara i.m. yang dalam. Untuk lebih memastikan bahwa aceptor tidak hamil pada saat suntikan pertama dilakukan, dianjurkan agar diberikan suntikan selama masa 5 hari pertama setelah mendapat haid yang normal atau dalam masa 6 minggu setelah melahirkan.

Depo Progestin tidak mengganggu laktasi walaupun medroxy progesteron acetat diekskresi didalam air susu ibu, tetapi jumlahnya sangat kecil sampai saat ini tidak pernah dilaporkan adanya efek samping pada pertumbuhan bayi. Dianjurkan agar dokter/petugas yang bertanggung jawab secara langsung terhadap para aceptor memberitahukan kepada mereka bahwa pada permulaan pemberian, siklus haid berubah, perdarahan yang tidak teratur atau spotting bisa terjadi, tetapi keadaan semacam ini akan berkurang bahkan bisa timbul amenorea bila pemakaian Depo Progestin.

 

Deponeo Suntikan KB

Harga Per Satuan Terkecil : Rp6,600.00

Untitled Document
DEPONEO


KOMPOSISI :

Tiap 1 mL suspensi sterii dalam air mengandung :
Medroxyprogesterone Acetate 150 mg


FARMAKOLOGI :

Bila diberikan dengan dosis yang dianjurkan tiap 3 bulan DEPONEO® mempunyai efek progestin jangka panjang bila diberikan secara intramuscular. Daya kerjanya menekan sekresi gonadotropin pituitari sehingga pematangan folikel dicegah. Hal ini akan menyebabkan anovulasi jangka panjang pada wanita usia subur. Selain itu pemberian DEPONEO® akan menyebabkan terjadinya perubahan morfologis dan endometrium berupa penipisan endometrium sehingga mempersulit terjadinya nidasi.


INDIKASI :

Kontrasepsi hormonal bila metoda lain seperti pil oral / IUD tidak bisa dilakukan.



KONTRA INDIKASI :

Perdarahan vagina yang tidak diketahui penyebabnya.
Kelainan patologis payudara yang tidak diketahui penyebabnya.
Kehamilan (baik sebagai diagnosa maupun pengobatan), lihat peringatan.
Penderita yang peka terhadap' Medroxyprogesterone Acetate.
Tromboplebitis aktif atau mempunyai riwayat gangguan tromboembolic atau penyakit serebral vaskuler.
Gangguan pada fungsi hati.


EFEK SAMPING :

Efek samping yang terjadi pada lebih dari 5% pasien yaitu haid yang tidak teratur (perdarahan atau tidak haid atau keduanya), perubahan berat badan, sakit kepala, gugup, nyeri perut atau tidak enak pada perut, pusing, asthenia.
Yang terjadi pada 1-5% pasien yaitu penurunan libido atau tidak dapat orgasme, sakit punggung, vaginitis, nyeri pada pelvis, nyeri pada payudara, pembengkakan, ruam, edema, hot flushes, arthralgia, kejang kaki, depresi, mual, insomnia, leukorrhea, jerawat, rambut tidak tumbuh.
Efek samping yang terjadi kurang dari 1 % yaitu anafilaksis, penyakit tromboembolic, trombophlebitis, galaktorrhea, melasma, kloasma, konvulsi, gangguan pencernaan, penyakit kuning, infeksi saluran kemih, kista pada vagina, kanker serviks, emboli paru, reaksi alergi, anemia, sinkope, dyspnea dan asma, takikardi, demam, kedinginan, kulit kering, kanker payudara, perdarahan rectum, paralysis, osteoporosis, dismenorrhea, payudara lembek, hiperpireksia, moonface.
Reaksi setempat : sakit, gumpalan dari sisa yang ketinggalan dan perubahan wama kulit di tempat suntikan.


DOSIS :

1 (satu) vial berisi 150 mg Medroxyprogesterone Acetate untuk setiap 3 bulan, diberikan secara intramuskular yang dalam pada otot gluteal atau deltoid. Harus dipastikan bahwa akseptortidak hamil pada pemberian suntikan yang pertama. Untuk itu dianjurkan agar suntikan tersebut diberikan selama masa 5 hah pertama dari siklus haid yang normal atau hanya 5 hari pertama setelah melahirkan jika tidak menyusui atau jika menyusui hanya pada minggu ke 6. Jika interval waktu penyuntikan lebih dari 3 bulan, maka harus dipastikan lebih dahulu bahwa akseptor tidak hamil sebelum diberikan suntikan. Efikasi obat kontrasepsi ini tergantung pada kepatuhan terhadap jadwal pemberian obat ini.


PERHATIAN

- Sebelum menggunakan obat ini sebaiknya dilakukan pemeriksaan kesehatan meiiputi pemeriksaan payudara dan organ pelvis meiiputi hapusan papanicoloau.
- Akseptor yang mempunyai riwayat depresi kejiwaan harus diamati dengan teliti dan pemakaian obat ini harus dihentikan bila depresi tersebut kembali pada tingkat yang serius.
- Penderita kencing manis harus diamati dengan teliti selama memperoleh  perawatan dengan  progestogen.
- Pemakaian obat ini dapat menutupi terjadinya gejala klimaterik.
- Uji tertentu terhadap kelenjar endokrin dan mungkin uji terhadap fungsi hati dapat terpengaruh oleh pemakaian obat ini. Oleh karena itu bila uji semacam ini abnormal pada penderita yang memakai obat tersebut, dianjurkan agar mengulangi lagi uji-uji tersebut sesudah obat ini dihentikan selama 4 - 6 bulan.
- Oleh karena daya kerjanya yang sangat lama dan sulit memperkirakan kapan berhentinya perdarahan sesudah suntikan diberikan, maka obat ini tidak dianjurkan dipakai untuk mengobati amenorrhea sekunder atau perdarahan pada disfungsi uterus. Pada keadaan ini dianjurkan pengobatan oral.
- Berat badan bisa bertambah dengan pemakaian obat ini.
- Ahli patologi perlu diberitahu mengenai perawatan dengan progestogen bila spesimen yang relevan diserahkan.
- Pemakaian obat ini dapat berpengaruh pada test laboratohum antara lain :
a.  Tingkat gonadotropin.
b.  Tingkat progesterone dalam plasma.
c. Tingkat pregnanediol dalam air seni.
d. Tingkat testosterone dalam plasma (pada pria).
e.  Tingkat estrogen dalam plasma (pada wanita).
f. Tingkat kortisol dalam plasma.
- Hati-hati pemberian obat ini pada penderita migrain, epilepsy, asma, kelain»n jantung dan ginjal karena progesterone dapat mempengaruhi penyimpanan cairan tubuh.
- Bila terjadi perdarahan vagina yang tidak diketahui penyebabnya, perawatan diagnosis harus dilakukan. Tidak dianjurkan pemakaian estrogen sebagai tambahan secara rutin atau jangka panjang untuk mengatasi perdarahan yang berlebihan yang disebabkan karena pemakaian obat suntik ini.
- Medroxyprogesterone Acetate diekskresikan melalui ASI, namun sampai saat ini belum pemah dilaporkan adanya efek samping pada pertumbuhan bayi.
- Hati-hati terhadap kemungkinan terjadinya kehamilan ectopi pada akseptor pengguna obat KB ini yang menjadi hamil atau terjadi keluhan rasa sakit pada perut yang serius.


INTERAKSI OBAT :

Pemberian obat suntik ini bersama-sama dengan Aminoglutethimide dapat menekan konsentrasi serum Medroxyprogesterone Acetate.


CARA PENYIMPANAN :

Simpan dalam wadah tertutup rapat, ditempat sejuk (15 - 25)°C dan terlindung dari cahaya.


KEMASAN

Dus berisi 20 vial @ 1 ml
No. REG : DKL0131903443A1

HARUS DENGAN RESEP DOKTER


Diproduksi oleh :

PT. TRIYASA NAGAMAS FARMA
Pharmaceutical Industry Jakarta - Indonesia

 

Elkrip

Harga Per Satuan Terkecil : Rp6,350.00


________ELKRIP®
increased conceSnot?^^^^                        'T acro™9a|y m whom it reduces the
hypotensiveSTof BromS^'in lrt S a ,3^ Sa" dlsorders '/Pical of parkinsonisra The
galactorrhoea. prolactinoma9 a?romegaly parktonlsmT             "' normoProlacti™emic
Contraindications: Hypersensitivity to rye ergot alkaloids
%^™£F^yS%$rA d,rU? ™y a"ec' **•»-«%*- abimies
" X^rL^^ed" °' 'hiS PfeP'ra,i0n Sh0Uld be «a"d •"•' '•» "«< '  pr.8p^rk;niS"a,i0n °' OTa' wn,'as='te *h°"« be avoided while being ,reat,d with this
similar conditions, the sideef ecfs arefS« ninlfiS^ ,1. °'nVPerPra|a«inaern,a and
smultkS ESSISH*e iS 5,010 m9
daily may be sufficient to obSn'a therape^c Zonse    *"'* S0™"mGS "" 10,0 20 m9 In rare cases dosages up to 200 mg daily may be required
one^of'te'Ve&Z^SVe^i ? ^T^0 Privative of ergocryptine,
Store at a temperature up to 25 ° C! Presentation:
l^el 2 2;5 m9: Bom °<30 lable,s      Reg, No  DKL 901990991 n m Table. S io mg: Bottle of 30 tablets      Reg9 No dk[ 90 JSK a]
Iharus dengan resep dokterI
Processed by Phapros, Semarang, Indonesia
for Rajawali under license from
■Uek tjubljana, Slovenia.                                                                             37226g

 

Pages:   1 2 3 4    Range:

Loading...